Kisah Mencekam Sausan: Terpental ke Rak Bagasi Saat Tragedi Kecelakaan Kereta di Bekasi
Rabu, 29 Apr 2026 00:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana perjalanan pulang yang tenang mendadak berubah menjadi mimpi buruk bagi Sausan. Korban selamat dalam insiden tabrakan hebat yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di kawasan Stasiun Bekasi Timur ini mengalami trauma mendalam setelah tubuhnya terpental hingga ke rak bagasi penumpang akibat benturan yang luar biasa keras.
Cerita memilukan ini dibagikan oleh Yuli, kerabat dekat Sausan, saat ditemui di RSUD Bekasi. Ia mengisahkan bagaimana detik-detik mencekam itu terjadi begitu cepat. Kala itu, Sausan sedang duduk sembari melepas penat setelah bekerja di kawasan Mega Kuningan dan hendak pulang menuju Tambun.
Terlempar dan Terhimpit di Rak Barang
Menurut penuturan Yuli, Sausan saat itu sedang fokus pada ponsel di genggamannya. Tanpa peringatan, bunyi benturan keras ‘brak’ seketika menggelegar. Dalam hitungan detik, posisi Sausan sudah berpindah secara ekstrem.
“Dia duduk di sisi kiri. Saat kejadian, dia bahkan tidak sadar apa yang terjadi, tahu-tahu posisinya sudah berada di atas, di tempat yang biasa kita gunakan untuk menaruh barang atau rak bagasi,” ungkap Yuli dengan nada getir pada Selasa (28/4/2026).
Kejadian kecelakaan kereta tersebut meninggalkan pemandangan yang kacau di dalam gerbong. Sausan ternyata tidak sendirian yang terlempar ke atas. Di rak sempit itu, ia tertindih dan terhimpit oleh penumpang lain yang juga terlempar akibat inersia benturan yang sangat kuat. Kondisi di dalam kereta saat itu benar-benar tumpang tindih dan penuh kepanikan.
Cedera Serius dan Perjuangan di Meja Operasi
Dampak dari benturan tersebut meninggalkan luka fisik yang cukup parah pada tubuh Sausan. Yuli menceritakan bahwa saudaranya itu sempat mengalami mati rasa pada salah satu lengannya. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, diketahui bahwa Sausan mengalami patah tulang yang cukup serius.
“Satu tangannya masih terasa, tapi yang satunya sudah tidak berasa apa-apa karena ternyata patah. Ada juga luka sobek di tubuhnya, bahkan celana yang dikenakannya pun sampai robek-robek,” tambah Yuli. Akibat luka-luka tersebut, Sausan harus segera menjalani tindakan medis intensif dan baru saja menyelesaikan proses operasi panjang yang memakan waktu berjam-jam.
Sempat Disangka Kabar Hoaks
Ironisnya, saat kabar kecelakaan ini pertama kali sampai ke telinga keluarga, sang ibunda sempat mengabaikannya. Maraknya penipuan bermodus kecelakaan membuat pihak keluarga waspada dan mengira informasi tersebut hanyalah berita hoax yang bertujuan meminta uang.
“Awalnya ditelepon terus dari nomor asing, tapi ibunya tidak mau angkat karena takut penipuan. Lalu ada pesan WhatsApp yang mengabarkan anaknya kecelakaan. Biasanya kan sering ada modus seperti itu,” kata Yuli. Namun, firasat seorang ibu tak bisa dibohongi. Setelah meminta anak bungsunya memastikan informasi tersebut dan melihat foto kondisi Sausan yang tergeletak di peron, barulah tangis keluarga pecah.
Hingga saat ini, Sausan masih menjalani masa pemulihan pascaoperasi di RSUD Bekasi. KRL Jabodetabek dan pihak terkait pun terus menjadi sorotan menyusul rentetan insiden di perlintasan kereta api yang melibatkan kendaraan lain, seperti taksi yang dilaporkan menjadi pemicu awal tabrakan tragis ini.