Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sering Merasa Lesu Meski Sudah Ngopi? Inilah Rahasia Waktu Terbaik Minum Kopi Menurut Pakar

Wahid | kabarmalam.com
Selasa, 28 Apr 2026 07:34 WIB
Sering Merasa Lesu Meski Sudah Ngopi? Inilah Rahasia Waktu Terbaik Minum Kopi Menurut Pakar

Kabarmalam.com — Bagi banyak orang, aroma kopi yang mengepul di pagi hari adalah ‘nyawa’ kedua untuk memulai aktivitas. Namun, pernahkah Anda merasa tetap didera kantuk atau justru merasa gelisah meskipun sudah menghabiskan bergelas-gelas kafein? Ternyata, rahasianya bukan terletak pada seberapa kuat dosis kopi Anda, melainkan pada ketepatan waktu saat Anda meminumnya.

Para ahli mengungkapkan bahwa efektivitas kopi sangat bergantung pada jam biologis manusia atau yang dikenal dengan ritme sirkadian. Menyesuaikan asupan kafein dengan fluktuasi hormon tubuh dapat menjadi kunci apakah kopi tersebut akan memberi energi tambahan atau justru merusak pola istirahat Anda.

Jangan Langsung Ngopi Saat Baru Bangun

Banyak dari kita memiliki kebiasaan langsung menyeduh kopi sesaat setelah membuka mata. Padahal, secara medis, ini bukan waktu yang ideal. Saat baru bangun tidur, tubuh sedang berada di puncak produksi hormon kortisol—hormon alami yang membantu kita merasa terjaga dan waspada.

Baca Juga  Kisah Pilu Pria Surabaya Berjuang Melawan Kanker Ginjal di Usia Muda: Awalnya Dikira Nyeri Perut Biasa

Menurut ahli gizi Kourtney Johnson, sensitivitas setiap orang terhadap kafein memang berbeda-beda. Namun, meminum kopi saat kortisol sedang tinggi cenderung membuat efek kafein menjadi mubazir. Psikolog klinis sekaligus spesialis tidur, Michael Breus, justru menyarankan agar kita menunda ritual ngopi setidaknya selama 90 menit setelah bangun tidur.

“Jika Anda mampu menunggu sekitar satu setengah jam setelah terjaga, manfaat energi yang Anda dapatkan dari secangkir kopi akan jauh lebih optimal dan tahan lama,” ungkap Breus. Selain itu, mengonsumsi kopi setelah sarapan sangat dianjurkan untuk meminimalisir risiko gangguan lambung bagi mereka yang memiliki pencernaan sensitif.

Menangkal Kantuk di Siang Hari (Post-Lunch Dip)

Pernahkah Anda merasa lemas dan ingin memejamkan mata sekitar pukul 12.00 hingga 15.00? Fenomena ini lazim disebut sebagai post-lunch dip. Di sinilah kopi bisa menjadi penyelamat yang efektif. Secara ilmiah, kafein bekerja dengan cara memblokir adenosin, yaitu zat kimia di otak yang memicu rasa kantuk.

Baca Juga  Musuh Tersembunyi Ginjal: 7 Makanan yang Diam-Diam Bisa Memicu Kerusakan Permanen

Dokter spesialis tidur, Angela Holliday-Bell, menjelaskan bahwa manfaat kopi di jam-jam ini adalah untuk menjaga fokus tetap tajam. Namun, ia juga mengingatkan bahwa jendela waktu ini harus disesuaikan dengan toleransi tubuh masing-masing agar tidak mengganggu jadwal tidur malam.

Aturan Pukul 15.00: Garis Merah bagi Pecinta Kopi

Jika Anda tidak ingin bergadang tanpa rencana, para pakar menyarankan untuk berhenti mengonsumsi kopi setelah pukul 15.00 sore. Hal ini dikarenakan kafein memiliki waktu paruh yang cukup lama, yakni sekitar 6 hingga 8 jam tetap berada di dalam sistem tubuh kita.

Artinya, jika Anda minum kopi pada jam 4 sore, kemungkinan besar kafein tersebut masih bekerja saat Anda mencoba memejamkan mata pada jam 11 malam. Dampaknya? Kualitas tidur menurun, Anda sulit masuk ke fase tidur nyenyak, dan hasilnya, Anda akan bangun dengan perasaan lelah keesokan harinya. Ini menciptakan siklus ketergantungan kafein yang tidak sehat bagi kesehatan tubuh jangka panjang.

Baca Juga  Waspada El Nino 'Godzilla': Strategi Asupan Nutrisi Agar Tubuh Tetap Terhidrasi di Tengah Cuaca Ekstrem

Kapan Harus Benar-benar Menghindari Kopi?

Selain faktor waktu, kondisi psikologis juga memainkan peran penting. Dr. Deepak Viviek, seorang ahli kardiologi, memperingatkan bahwa saat seseorang merasa stres atau cemas, kopi justru bisa memperburuk keadaan. Kafein dapat memicu lonjakan detak jantung dan tekanan darah secara temporer, yang berujung pada rasa gelisah berlebihan hingga mual.

Terakhir, perlu diperhatikan bahwa kopi dapat berinteraksi dengan berbagai jenis obat-obatan, mulai dari obat tekanan darah, antibiotik, hingga suplemen seperti zat besi dan magnesium. Memahami kapan harus menyesap dan kapan harus berhenti adalah seni menjaga kebugaran di tengah rutinitas yang padat.

Jadi, pastikan ritual ngopi Anda selaras dengan kebutuhan tubuh agar Anda mendapatkan energi yang maksimal tanpa mengorbankan waktu istirahat yang berharga.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid