Waspadai Komplikasi Campak! Pakar Paru Ungkap Gejala Pneumonia yang Sering Terabaikan
Senin, 20 Apr 2026 14:34 WIB
Kabarmalam.com — Selama ini, banyak masyarakat yang menganggap penyakit campak hanyalah sekadar fase ruam merah biasa yang akan pulih dengan sendirinya. Namun, di balik bintik-bintik kemerahan tersebut, tersimpan risiko komplikasi kesehatan serius yang dapat mengancam nyawa, salah satunya adalah serangan pneumonia atau radang paru-paru.
Prof. Dr. dr. Erlina Burhan, MSc, SpP(K), seorang dokter spesialis paru terkemuka, mengingatkan agar orang tua dan masyarakat tidak lengah. Menurutnya, infeksi virus campak dapat menyebar dan menyerang jaringan paru-paru, memicu peradangan hebat yang membutuhkan penanganan medis segera.
Mengenali Tanda Sesak Napas yang Tidak Biasa
Dalam sebuah diskusi medis yang diikuti secara daring, dr. Erlina menekankan pentingnya mengamati pola pernapasan pasien campak. Secara normal, proses bernapas terjadi secara otomatis tanpa usaha berlebih. Namun, ceritanya berbeda jika gejala pneumonia mulai berkembang.
“Kita bisa memantau napasnya. Orang yang sehat tidak akan terlihat berupaya keras untuk menghirup udara. Sebaliknya, jika pasien tampak terengah-engah atau frekuensi napasnya jauh lebih cepat dari biasanya, itu adalah tanda nyata dari sesak napas,” ungkap dr. Erlina dengan nada peringatan.
Beliau juga menambahkan bahwa terdapat tanda fisik yang lebih spesifik yang bisa diamati secara kasat mata, seperti penarikan dinding dada ke dalam saat menarik napas (retraksi) atau cuping hidung yang kembang-kempis secara aktif. Kondisi ini menunjukkan bahwa tubuh pasien sedang berjuang keras untuk mendapatkan asupan oksigen ke paru-paru.
Langkah Deteksi Dini di Rumah
Belajar dari pengalaman kolektif saat pandemi lalu, dr. Erlina menyarankan agar masyarakat kembali mempraktikkan deteksi dini secara mandiri. Memantau progres infeksi virus ini bisa dilakukan dengan menghitung frekuensi napas dalam satu menit atau menggunakan bantuan alat oximeter untuk memantau saturasi oksigen.
Pneumonia pada pasien campak sering kali ditandai dengan batuk yang intensitasnya semakin berat. Meskipun kondisi ini tidak selalu berakhir di ruang gawat darurat secara instan, evaluasi dari tenaga kesehatan tetap menjadi harga mati untuk menentukan apakah pasien perlu mendapatkan perawatan inap atau tidak.
Poin Penting: Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Agar tidak terlambat, berikut adalah beberapa tanda peringatan dini yang wajib diwaspadai jika seseorang yang menderita campak mulai menunjukkan tanda-tanda komplikasi paru:
- Laju pernapasan menjadi lebih cepat dari batas normal (takipnea).
- Terlihat usaha keras saat bernapas atau tampak sangat sesak.
- Munculnya tarikan pada otot dinding dada atau napas melalui cuping hidung.
- Kondisi tubuh tampak semakin lemas dan pasien sulit untuk makan atau minum.
- Gejala batuk dan demam tinggi yang justru semakin memburuk setelah fase awal terlewati.
Jangan pernah menyepelekan perubahan kondisi fisik sekecil apa pun pada pasien campak. “Segera cari saran medis atau kunjungi fasyankes terdekat untuk memastikan kondisi paru-paru pasien,” tutup dr. Erlina dalam penjelasannya.