Tangkal Ancaman ‘Silent Killer’ Penyakit Liver, Mayapada Healthcare Resmikan Layanan LMWC di Bandung
Selasa, 14 Apr 2026 16:05 WIB
Kabarmalam.com — Penyakit liver metabolik kini menjadi ancaman nyata yang sering kali mengintai tanpa gejala awal yang jelas. Menjawab tantangan kesehatan global tersebut, Mayapada Healthcare secara resmi memperkenalkan layanan terbaru mereka, Liver, Metabolic & Wellness Center (LMWC), yang bertempat di Mayapada Hospital Bandung (MHBD). Pusat layanan ini dirancang khusus untuk memfokuskan diri pada deteksi dini, pencegahan, hingga penanganan komprehensif terhadap gangguan fungsi hati yang berakar pada masalah metabolik.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tren peningkatan kasus penyakit hati di seluruh dunia, di mana kondisi tersebut erat kaitannya dengan gaya hidup modern, seperti obesitas, diabetes, hingga ketidakseimbangan kadar lemak dalam darah atau dislipidemia. Direktur Hospital Mayapada Hospital Bandung, dr. Irwan Susanto Hermawan, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dari penyakit liver metabolik adalah sifatnya yang tidak terdeteksi secara kasat mata sejak fase awal.
Pendekatan Wellness yang Terintegrasi
“Penyakit hati metabolik, termasuk perlemakan hati atau fatty liver, kerap berkembang dalam diam tanpa keluhan berarti. Sering kali, pasien baru menyadari kondisi mereka saat sudah mencapai tahap yang cukup serius,” papar dr. Irwan dalam pernyataan resminya. Melalui LMWC, pihaknya ingin menggeser paradigma medis dari yang sekadar mengobati menjadi pencegahan yang jauh lebih proaktif dan terintegrasi.
Program yang ditawarkan mencakup pendekatan multidisiplin dengan fokus pada aspek wellness yang berkelanjutan. Hal ini memungkinkan setiap pasien mendapatkan perawatan yang dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing, mulai dari skrining awal hingga pemantauan jangka panjang.
Sinergi Tim Ahli dan Teknologi Mutakhir
Layanan LMWC tidak hanya mengandalkan satu disiplin ilmu, melainkan sebuah tim solid yang terdiri dari berbagai dokter spesialis. Tim ini melibatkan ahli penyakit dalam konsultan gastroenterohepatologi, pakar bedah digestif, konsultan endokrin-metabolik, ahli gizi klinik, hingga spesialis kedokteran olahraga. Kolaborasi ini memastikan bahwa setiap aspek kesehatan pasien, mulai dari fungsi organ hingga pola aktivitas fisik, terpantau dengan akurat.
Dari sisi kecanggihan medis, LMWC dipersenjatai dengan teknologi terkini seperti FibroScan® yang mampu menilai kondisi jaringan hati secara non-invasif tanpa rasa sakit. Selain itu, terdapat pula fasilitas Total Body Matrix Assessment (TBMA) yang berfungsi mengevaluasi komposisi tubuh dan indikator metabolik secara menyeluruh. Hasil dari pemeriksaan ini nantinya menjadi kompas utama dalam menyusun program pola makan sehat dan terapi medis yang presisi.
Memutus Rantai Risiko Penyakit Hati Kronis
Prof. Dr. dr. Reno Rudiman memberikan sorotan khusus mengenai kaitan antara berat badan berlebih dengan kesehatan organ hati. Menurutnya, obesitas bukan sekadar masalah estetika, melainkan pemicu utama munculnya Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD). Jika tidak segera ditangani melalui deteksi dini, kondisi fatty liver ini berisiko besar bertransformasi menjadi sirosis hingga kanker hati yang mematikan.
“Prevalensi fatty liver saat ini mencapai angka 30% dari populasi dewasa global. Ini berarti satu dari tiga orang dewasa memiliki risiko tersebut,” tegas Prof. Reno. Ia menambahkan bahwa jika intervensi gaya hidup konvensional tidak lagi efektif, prosedur medis seperti bariatric surgery bisa menjadi solusi yang terbukti mampu memperbaiki kondisi metabolik secara total.
Kehadiran LMWC di Bandung semakin memperkuat jaringan Gastrohepatology Center Mayapada Healthcare yang sebelumnya telah hadir di Jakarta Selatan, Tangerang, Bogor, dan Surabaya. Dengan perluasan layanan hingga ke Jakarta Timur dalam waktu dekat, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan liver yang berkualitas dan terpadu.