Sentil Sikap ‘Abu-Abu’ PDIP, Demokrat: Rakyat Butuh Ketegasan, Bukan Sekadar Narasi
Sabtu, 20 Jun 2026 19:34 WIB
Kabarmalam.com — Dinamika di panggung politik nasional kian memanas seiring dengan munculnya desakan agar PDI Perjuangan (PDIP) segera memperjelas arah kompas politiknya. Partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri tersebut kini tengah menjadi sorotan lantaran posisinya yang dinilai masih samar-samar atau berada di area ‘abu-abu’ terhadap pemerintahan saat ini.
Kritik Pedas dari Demokrat
Juru Bicara sekaligus Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, melontarkan pandangannya mengenai ketidakjelasan posisi PDIP tersebut. Menurut Herzaky, persoalan sebenarnya bukanlah pada pilihan untuk mendukung atau tidak mendukung pemerintah, melainkan pada bagaimana sikap tersebut dikomunikasikan secara transparan kepada publik.
“Bagi Demokrat, tidak masalah apakah sebuah partai ingin bergabung atau berada di luar pemerintahan. Namun, yang jauh lebih krusial adalah bagaimana sikap itu bener-benar bisa disampaikan dengan jernih kepada masyarakat,” ujar Herzaky saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
Ia menekankan bahwa posisi politik yang tegak lurus sangat penting agar masyarakat tidak kebingungan dalam melihat siapa yang berperan sebagai pelaksana program dan siapa yang bertindak sebagai pengawas atau penyeimbang. Herzaky bahkan membawa rekam jejak Demokrat sebagai contoh nyata dalam berpolitik.
Belajar dari Pengalaman Oposisi 9 Tahun
Bukan tanpa alasan Demokrat vokal bersuara. Herzaky mengingatkan bahwa partainya memiliki pengalaman panjang berada di luar pemerintahan selama sembilan tahun. Selama periode tersebut, Demokrat secara terbuka mendeklarasikan diri sebagai oposisi dan konsisten dalam memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan pemerintah.
“Kami punya pengalaman panjang di luar pemerintahan. Kami mengambil sikap yang tegas dan jelas. Kritik yang kami sampaikan juga konkret karena posisi kami memang di situ. Sekarang, publik bertanya-tanya, di mana posisi PDIP sebenarnya?” lanjutnya.
Menurutnya, sikap politik tidak boleh berhenti pada tataran retorika atau pernyataan semata. Diperlukan implementasi nyata dalam keseharian, baik itu di dalam gedung parlemen maupun dalam menyikapi berbagai isu strategis yang menjadi perhatian publik hari ini.
PKB Sebut PDIP Membingungkan
Senada dengan Demokrat, Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid juga memberikan catatan kritis. Jazilul menilai ketidaktegasan PDIP bisa berdampak pada efektivitas pengawalan janji-janji kampanye Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap PDIP segera menanggalkan predikat ‘abu-abu’ tersebut.
“Kalau memang ingin menjadi oposisi, jadilah oposisi yang tegas. Jangan berada di tengah-tengah. Kami semua sedang bekerja keras mewujudkan program-program yang sudah ditata, sehingga kejelasan posisi kawan bicara itu sangat penting,” tegas Jazilul beberapa waktu lalu.
Jawaban PDIP: Kami Adalah Penyeimbang
Menanggapi gempuran kritik tersebut, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira akhirnya angkat bicara. Andreas menegaskan bahwa PDIP tidak bergerak tanpa arah, melainkan berpegang teguh pada mandat organisasi.
“PDIP adalah partai penyeimbang yang berada di luar pemerintahan. Ini bukan sekadar ucapan, melainkan keputusan resmi dari kongres partai,” ungkap Andreas singkat. Dengan pernyataan ini, PDIP seolah ingin memutus spekulasi yang berkembang, meski publik masih menantikan bagaimana langkah nyata sang ‘banteng’ dalam menjalankan perannya sebagai pengawas jalannya roda pemerintahan ke depan.