Ikuti Kami
kabarmalam.com

Prahara Rumah Tangga Evan Marvino: Menguak Luka Batin dan Keberanian Uffridatun Nitami Menembus KDRT

Darman | kabarmalam.com
Kamis, 18 Jun 2026 06:33 WIB
Prahara Rumah Tangga Evan Marvino: Menguak Luka Batin dan Keberanian Uffridatun Nitami Menembus KDRT

Kabarmalam.com — Keberanian sering kali lahir dari titik nadir keputusasaan. Itulah gambaran yang melekat pada sosok Uffridatun Nitami, atau yang akrab disapa Tami, saat ia memutuskan untuk memecah kebisuannya terkait dugaan KDRT yang dilakukan oleh suaminya, aktor Evan Marvino. Namun, di balik ketegasan sikapnya berbicara ke publik, tersimpan guncangan emosional yang amat mendalam.

Gejolak Emosi di Balik Masker Ketangguhan

Ana Sofya Yuking, pengacara yang kini mendampingi Tami, membeberkan bagaimana kondisi psikologis kliennya saat pertama kali datang meminta bantuan. Menurut Ana, apa yang dialami Tami adalah representasi pilu dari ribuan wanita yang terjebak dalam lingkaran kekerasan. Saat berkonsultasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, terlihat jelas bahwa Tami sedang berjuang melawan badai perasaan yang campur aduk.

“Layaknya korban kekerasan dalam rumah tangga pada umumnya, Tami berada dalam kondisi yang sangat terpukul. Ada rasa sedih yang mendalam, amarah yang membuncah, namun di saat yang sama ia juga merasa bingung dan gamang,” ungkap Ana dengan nada prihatin. Kondisi kelabilan emosional ini adalah dampak nyata dari trauma yang mungkin telah lama terpendam.

Baca Juga  Manchester United Tumbang di Old Trafford: Mengapa Kekalahan Tim Favorit Bisa Merusak Produktivitas Kerja?

Bukan Kejadian Serta-merta: Eskalasi Kekerasan yang Menakutkan

Keputusan Tami untuk bersuara bukanlah sebuah tindakan impulsif. Bagi seorang ibu dengan dua anak yang masih sangat kecil, meruntuhkan tembok privasi rumah tangga adalah pilihan terakhir yang penuh risiko. Ana menilai, langkah ini biasanya diambil ketika kekerasan fisik yang dialami sudah mencapai tahap eskalasi yang tidak lagi bisa ditoleransi.

Dalam dunia advokasi yang ditekuninya, Ana menjelaskan bahwa pola KDRT sering kali dimulai dari hal-hal kecil yang kemudian membesar. “Biasanya klien kami sudah menanggung beban ini berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Mulai dari cubitan atau tamparan kecil, hingga kekerasan yang lebih fatal seperti dipukul atau dibenturkan ke dinding,” jelasnya. Tami pun datang membawa luka yang bukan hanya sekadar memar fisik, melainkan luka batin yang telah mencapai puncaknya.

Baca Juga  Hati-hati, Sering Memendam Emosi Ternyata Bisa Picu Kanker: Simak Penjelasan Pakar Onkologi

Edukasi Hukum dan Pemulihan Mental Menjadi Prioritas

Melihat kondisi Tami yang belum stabil, tim kuasa hukum tidak hanya fokus pada jalur hukum pidana, tetapi juga pada pemulihan mental. Kasus ini mengingatkan Ana pada perjuangan selebgram Cut Intan Nabila yang sempat viral beberapa waktu lalu. Ada benang merah yang sama: ketidakpercayaan bahwa orang yang dicintai tega melakukan kekerasan, serta kebingungan mengenai langkah hidup selanjutnya.

Sebagai langkah konkret, Tami akan mendapatkan pendampingan dari ahli profesional. Beberapa langkah pemulihan yang disiapkan meliputi:

  • Konsultasi Psikologis: Melibatkan psikolog rekanan untuk membantu Tami pulih dari trauma jangka panjang.
  • Edukasi Hukum: Memberikan pemahaman menyeluruh mengenai status hukum dan hak-haknya sebagai korban.
  • Perlindungan Anak: Memastikan kedua buah hatinya tetap mendapatkan lingkungan yang aman di tengah proses hukum yang berjalan.
Baca Juga  Mengenal Cosmeticorexia: Saat Obsesi Kulit Flawless Menjadi Ancaman Bagi Anak dan Remaja

Isu Kesehatan dan Simpati Publik

Kasus ini semakin menyita perhatian khalayak setelah munculnya pengakuan mengejutkan dari Tami mengenai penularan Human Papillomavirus (HPV) yang diduga berasal dari sang suami. Hal ini menambah beban psikis yang harus ditanggungnya, selain isu kesehatan mental yang sudah ada. Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan proses hukum ini, sembari memberikan dukungan moral bagi Tami untuk kembali bangkit demi masa depan dirinya dan anak-anaknya.

Tentang Penulis
Darman
Darman