Empati Mendalam Anwar BAB untuk Korban Umrah Hanania Group: Mereka Menabung Bertahun-tahun
Kamis, 11 Jun 2026 20:34 WIB
Kabarmalam.com — Langkah kaki presenter kondang Anwar Sanjaya, atau yang lebih akrab disapa Anwar BAB, di Polda Metro Jaya baru-baru ini terasa lebih berat dari biasanya. Bukan tanpa alasan, kehadirannya di sana membawa beban empati yang mendalam bagi ratusan jemaah yang menjadi korban dugaan penipuan umrah oleh PT Khazanah Tamma International atau yang lebih dikenal sebagai Hanania Group.
Anwar tak mampu menyembunyikan rasa prihatinnya. Baginya, kasus ini bukan sekadar masalah gagal berangkat, melainkan tentang pengkhianatan terhadap niat suci dan kerja keras masyarakat kecil. Ia mengaku bisa merasakan kepedihan yang menyayat hati para jemaah yang hak-haknya telah terenggut oleh pihak biro perjalanan tersebut.
Jeritan Hati Jemaah yang Terenggut Impiannya
“Aku secara pribadi ingin turut prihatin kepada seluruh jemaah Hanania yang gagal berangkat. Pasti aku tahu sekali rasanya, sakit hatinya, sedihnya seperti apa,” ujar Anwar BAB saat ditemui awak media di sela-sela proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya.
Pria yang mengawali kariernya dari ajang pencarian bakat memasak ini menyoroti perjuangan luar biasa para jemaah dalam mengumpulkan biaya keberangkatan. Anwar menegaskan bahwa banyak korban yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, yang harus menyisihkan uang selama bertahun-tahun demi bisa melihat Ka’bah.
“Yang aku lihat kan banyak juga jemaah memang bukan jemaah yang tiba-tiba ada uang buat berangkat umrah, tapi mereka mengumpulkan bertahun-tahun. Aku merasakan itu, dan aku terus mendoakan mereka,” tuturnya dengan nada penuh haru.
Titip Pesan Keadilan pada Penyidik
Keterlibatan Anwar dalam memberikan keterangan kepada pihak kepolisian didasari oleh keinginan kuat untuk membantu pemulihan keadilan. Dalam ruang pemeriksaan, ia secara khusus menyampaikan pesan emosional kepada tim penyidik agar memberikan atensi penuh pada nasib para jemaah Hanania Group.
“Pak, saya titip ya, saya minta keadilan untuk seluruh jemaah yang gak berangkat. Karena kalau Anwar lihat, jemaah yang gak berangkat itu kan gak sedikit ya,” ucap Anwar menirukan kembali permintaannya kepada polisi.
Anwar berharap hukum ditegakkan seadil-adilnya tanpa pandang bulu terhadap pengelola travel tersebut. Ia menginginkan adanya sebuah wadah atau solusi konkret agar para korban setidaknya bisa mendapatkan kembali apa yang telah mereka korbankan selama ini.
Menutup pembicaraan, Anwar juga berharap keterbukaan dirinya dalam memberikan informasi kepada penyidik dapat meluruskan berbagai berita simpang siur yang sempat menyeret namanya. “Mudah-mudahan dengan aku bercerita dan sharing seperti ini, bisa meluruskan berita-berita yang kurang baik untuk saya pribadi,” pungkasnya.