Strategi ‘Mirroring’ Fitri Salhuteru: Seret Produk Kecantikan Doktif ke BPOM Atas Dugaan Pelanggaran
Kamis, 07 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang panas perseteruan antara pengusaha Fitri Salhuteru dan influencer kesehatan Samira, atau yang populer dengan sapaan Doktif, kini memasuki babak baru yang jauh lebih serius. Tidak lagi sekadar adu argumen di jagat maya, Fitri mengambil langkah konkret dengan menyambangi kantor Pusat Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (7/5/2026).
Kedatangan Fitri tidak sendirian. Ia didampingi oleh sejumlah pakar medis seperti dr. Andreas dan dr. Janeth, serta mendapat dukungan penuh dari Aliansi Masyarakat Peduli Kosmetik Indonesia (Ampikindo). Agenda utama mereka adalah melakukan audiensi sekaligus melaporkan adanya dugaan peredaran produk skincare milik Doktif yang diklaim telah ditarik izinnya namun masih bebas diperjualbelikan.
Aksi ‘Mirroring’ untuk Mengungkap Fakta
Dalam keterangannya di hadapan awak media, Fitri menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk ‘mirroring’ atau pencerminan terhadap tindakan yang selama ini dilakukan oleh Doktif. Sebagaimana diketahui, Doktif sering kali melancarkan kritik tajam terhadap berbagai brand produk kecantikan di media sosial.
“Saya hanya ingin melakukan apa yang sering saya sebut sebagai mirroring. Ini adalah respon terhadap perbuatan Samira yang dilakukan berulang kali di dunia maya, terutama saat menyerang produk orang lain,” ujar Fitri Salhuteru dengan nada tegas. Ia menilai, integritas seorang influencer kesehatan harus sejalan dengan kualitas produk yang ia tawarkan sendiri kepada publik.
Temuan Produk yang Diduga Ilegal
Fitri membawa bukti fisik berupa produk yang ia beli secara langsung untuk membuktikan argumennya. Berdasarkan penelusurannya, produk tersebut ditengarai sudah dicabut izin edarnya oleh otoritas terkait, namun anehnya masih tersedia di etalase digital.
“Ini adalah salah satu contoh produknya yang masih dijual kemarin. Kami melakukan checkout dan menyerahkannya langsung ke pihak BPOM untuk dicek status nomor izin edarnya. Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata ini memang produk yang seharusnya sudah ditarik dari pasaran,” ungkap mantan sahabat Nikita Mirzani tersebut.
Pesan untuk Pengusaha Skincare Nasional
Lebih lanjut, Fitri Salhuteru memberikan pesan penyemangat bagi para pelaku usaha di industri kecantikan tanah air. Ia mengimbau agar para pengusaha tidak merasa terintimidasi oleh oknum-oknum influencer yang menggunakan pengaruhnya untuk menjatuhkan bisnis orang lain dengan cara yang tidak sehat.
“Untuk teman-teman pengusaha, jangan pernah takut atau gentar jika ada ancaman dari oknum influencer yang ingin merusak reputasi bisnis kalian. Selama kita berdiri di jalur yang benar, hukum akan melindungi,” tuturnya memotivasi.
Menutup sesi audiensi tersebut, Fitri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap keterbukaan pihak BPOM yang bersedia menerima aduan masyarakat demi menjaga ekosistem industri kosmetik yang sehat di Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperbaiki etika berbisnis dan standar keamanan produk kecantikan di tanah air.