Misi Kemanusiaan Erick Estrada: Garap Film Bareng Warga Binaan Rutan Surakarta untuk Hapus Stigma
Rabu, 06 Mei 2026 18:03 WIB
Kabarmalam.com — Sosok Erick Estrada selama ini lebih dikenal lewat aktingnya yang jenaka di layar lebar. Namun kali ini, aktor berbakat tersebut memilih jalan yang berbeda dengan menduduki kursi sutradara. Melalui proyek terbarunya bertajuk “Napi: Pesan Dari Dalam”, Erick mencoba menyuarakan sisi lain dari kehidupan di balik jeruji besi yang jarang tersorot kamera.
Mengubah Wajah Rutan Menjadi Ruang Berkarya
Film pendek ini digarap secara serius dengan mengambil latar tempat di Rutan Surakarta. Dalam proses produksinya, Erick tidak sendirian; ia berkolaborasi erat dengan Kepala Rutan Surakarta, Bhanad Shofa, didampingi oleh Ki Agung Bakar Setiyoko, serta Andi Jaff yang bertindak sebagai Director of Photography (DOP). Proyek ini membawa napas segar bagi dunia perfilman lokal sekaligus menjadi medium pemberdayaan bagi para penghuni rutan.
Bagi bintang film Srimulat: Hidup Memang Komedi ini, “Napi: Pesan Dari Dalam” bukan hanya sekadar tontonan hiburan semata. Ada esensi mendalam tentang upaya memanusiakan manusia di dalamnya. Erick ingin membuktikan bahwa rutan bukanlah sekadar tempat hukuman yang kaku, melainkan ruang transisi untuk menemukan kembali jati diri yang lebih baik.
Narapidana Sebagai Bintang Utama
Hal yang paling mencuri perhatian dari proyek ini adalah keterlibatan penuh para narapidana sebagai pemeran utamanya. Seluruh warga binaan dilibatkan secara aktif di bawah bimbingan langsung para seniman lokal dari Kota Solo. Film ini secara visual juga memotret berbagai kegiatan positif yang ada di dalam rutan, mulai dari seni membatik, keterampilan perbengkelan, hingga kepiawaian meracik kopi layaknya barista profesional.
Erick Estrada mengaku terkejut sekaligus bangga melihat antusiasme dan keseriusan para warga binaan saat mempelajari seni peran. Ia melihat adanya energi kreatif yang luar biasa besar yang selama ini terpendam di balik tembok penjara. “Saya melihat ada peluang yang luar biasa ketika seorang napi yang memiliki keresahan karena terkurung, diberikan kebebasan untuk berkarya melalui akting. Hasilnya sungguh luar biasa,” ungkap Erick saat berbagi cerita dengan tim Kabarmalam.com.
Mempersiapkan Masa Depan Tanpa Stigma Negatif
Lebih dari sekadar aktivitas syuting, Erick Estrada juga menyisipkan pelatihan public speaking serta strategi menjadi seorang influencer bagi para warga binaan. Langkah visioner ini diambil sebagai bekal nyata bagi mereka saat kembali ke masyarakat nanti. Erick menyadari betul tantangan besar yang dihadapi mantan narapidana, mulai dari sulitnya mengurus SKCK hingga sanksi sosial yang masih melekat kuat.
“Pesan utama yang ingin saya sampaikan adalah para mantan warga binaan harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri ketika bebas nanti. Mereka harus bisa mandiri secara ekonomi. Peluang itu nyata jika mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri,” tegas Erick penuh semangat.
Melalui karya sinematik ini, Erick berharap persepsi negatif masyarakat terhadap mantan narapidana dapat perlahan terkikis, berganti dengan dukungan nyata agar mereka bisa kembali berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar.