Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bantah Keras Lakukan Penganiayaan, Erin Kantongi 14 Rekaman CCTV untuk Lawan Balik Mantan ART

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 05 Mei 2026 19:34 WIB
Bantah Keras Lakukan Penganiayaan, Erin Kantongi 14 Rekaman CCTV untuk Lawan Balik Mantan ART

Kabarmalam.com — Rien Wartia Trigina, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Erin, akhirnya memecah keheningan terkait polemik hukum yang menyeret namanya. Didampingi oleh pengacara kondang Sunan Kalijaga, Erin secara tegas menepis segala tuduhan miring mengenai dugaan penganiayaan yang dilaporkan oleh mantan asisten rumah tangganya (ART) yang bernama Hera.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Erin menegaskan bahwa narasi kekerasan fisik—mulai dari pemukulan menggunakan gagang sapu lidi hingga tindakan menendang—adalah sebuah kebohongan besar. Baginya, tuduhan ini bukan sekadar isapan jempol, melainkan upaya pencemaran nama baik yang sangat merugikan integritasnya sebagai figur publik.

Bukti Digital Jadi Senjata Utama

Tak hanya sekadar melontarkan pembelaan lisan, mantan istri Andre Taulany ini mengklaim telah mengantongi bukti-bukti otentik yang siap mematahkan argumen pihak pelapor. Erin menyebutkan bahwa setiap sudut kediamannya terpantau oleh kamera pengawas yang merekam seluruh kejadian secara real-time.

Baca Juga  Fanny Fadillah Blak-blakan Soal Rumah Masuk Proses Lelang: Perjuangan di Balik Layar Kaca

“Sama sekali tidak benar. Saya memiliki bukti yang sangat kuat, mulai dari rekaman CCTV, riwayat percakapan komplain ke pihak yayasan penyalur, hingga komunikasi langsung dengan yang bersangkutan. Semuanya tersimpan rapi,” ungkap Erin dengan nada tegas pada Selasa (5/5/2026).

Erin bahkan merinci bahwa terdapat sedikitnya 14 potongan video yang siap dijadikan alat bukti di hadapan penyidik. Video-video tersebut diyakini akan memberikan gambaran transparan mengenai apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumahnya, sekaligus menepis narasi negatif yang berkembang liar di tengah masyarakat.

Kejanggalan Prosedur Visum

Persoalan mengenai hasil visum yang diklaim oleh pihak Hera juga tak luput dari sorotan. Erin merasa ada sesuatu yang janggal dalam prosedur tersebut. Berdasarkan informasi yang ia terima, pihak kepolisian disebut-sebut belum menerima surat hasil visum resmi yang menjadi dasar laporan sang mantan ART.

Baca Juga  Tak Terima Difitnah, Erin Taulany Siap Tempuh Jalur Hukum Lawan ART dan Lembaga Penyalur

“Katanya sudah visum, tapi anehnya kepolisian menyatakan belum menerima surat tersebut. Itulah mengapa kami tetap mengikuti proses hukum dengan tenang. Saya akan buktikan 100 persen bahwa tuduhan itu salah,” tambahnya lagi.

Tantangan Terbuka dari Kuasa Hukum

Senada dengan kliennya, Sunan Kalijaga menilai laporan yang dilayangkan Hera terkesan dipaksakan dan penuh drama. Ia bahkan menantang pihak pelapor untuk membuktikan tuduhan serius lainnya, termasuk ancaman menggunakan senjata tajam.

“Jika Anda mengklaim dipukul, ditendang, hingga diancam dengan pisau, silakan buktikan dalam proses penyidikan. Sebaliknya, klien kami juga memiliki hak untuk menyampaikan apa yang dia alami, termasuk perilaku ART tersebut yang dinilai tidak sopan dan membahayakan keluarga besar klien kami,” tegas Sunan.

Sunan menjelaskan bahwa sikap diam Erin selama ini bukanlah bentuk pengakuan dosa, melainkan upaya untuk menjaga situasi agar tidak semakin gaduh. Namun, karena opini publik sudah dianggap menyudutkan tanpa dasar fakta, langkah klarifikasi ini akhirnya diambil sebagai hak hukum bagi terlapor.

Baca Juga  Transformasi Memukau Vicky Shu: Rahasia Diet Sehat dan Motivasi Unik di Balik Konser BTS

Balik Melapor Atas Dugaan Fitnah

Kasus yang kini bergulir di Polres Metro Jakarta Selatan ini ternyata memiliki sisi lain yang tak kalah mengejutkan. Erin mengungkapkan bahwa sang ART justru diduga telah melakukan pelanggaran privasi serius, seperti merekam area privat rumah secara ilegal hingga menggunakan pakaian milik anak-anak majikan tanpa izin.

Buntut dari kegaduhan ini, pihak Erin memutuskan untuk tidak tinggal diam. Ia telah melaporkan balik mantan ART tersebut beserta pihak penyalur atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik. Prahara ini pun kini memasuki babak baru di ranah hukum, di mana bukti digital akan menjadi penentu siapa yang berkata jujur di balik pintu rumah mewah tersebut.

Tentang Penulis
Darman
Darman