Lika-Liku Awal Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah: Dari Drama ‘Minta Pulang’ Hingga Kedewasaan
Senin, 04 Mei 2026 07:33 WIB
Kabarmalam.com — Di balik potret harmonis yang kerap mereka bagikan, pasangan fenomenal Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah ternyata pernah melewati badai besar di awal masa pernikahan mereka. Siapa sangka, baru satu bulan mengarungi biduk rumah tangga, Aurel sempat mengutarakan keinginan untuk berpisah. Hal mengejutkan ini pun dibenarkan oleh sang suami, Atta Halilintar, sebagai bagian dari proses pendewasaan mereka.
Saling Memahami: Fondasi di Tengah Badai
Dalam sebuah kesempatan di Senayan, Jakarta Pusat, Atta Halilintar membeberkan rahasia di balik ketahanan hubungan mereka saat ini. Menurutnya, tidak ada formula ajaib dalam membangun pernikahan selebritas yang kokoh selain rasa saling menghargai yang tulus. “Kuncinya adalah bagaimana kita bisa saling menghargai dan mengerti satu sama lain. Itu fondasi yang sangat penting,” ujar Atta dengan nada serius namun tenang.
Guncangan di Bulan Pertama Pernikahan
Pengakuan Aurel Hermansyah yang sempat viral saat berbincang dengan Nikita Willy mengenai keinginan berpisah di bulan pertama pernikahan, rupanya menjadi memori yang membekas bagi Atta. Ia menjelaskan bahwa masa-masa itu adalah fase ‘culture shock’ di mana ego dua kepribadian yang berbeda mulai berbenturan dalam satu atap.
“Itu cerita lama sebenarnya. Wajar jika di awal pernikahan ada gesekan, karena kita membawa kebiasaan masing-masing yang mungkin belum tentu cocok secara instan,” ungkap sulung dari keluarga Gen Halilintar tersebut. Ia bahkan mengenang momen-momen saat dirinya merasa kaget dengan dinamika baru sebagai seorang suami.
“Dulu mungkin tidak biasa diomeli, tiba-tiba setelah menikah ada yang mengomeli. Sebagai suami, sempat ada perasaan kaget, ‘Wah, kok jadi begini ya?’. Tapi itu semua adalah bagian dari perjalanan,” tambahnya sembari tersenyum.
Seni Mengelola Emosi dan Kesabaran
Kini, seiring bertambahnya usia pernikahan, Atta mengaku telah menemukan ritme yang tepat untuk menghadapi fluktuasi emosi dalam rumah tangga. Ia tidak lagi melihat perdebatan sebagai ancaman, melainkan sebagai sinyal untuk lebih bersabar.
- Memahami Waktu: Atta belajar mengetahui kapan waktu yang tepat untuk berbicara dan kapan harus memberikan ruang bagi sang istri.
- Kesabaran Ekstra: Saat tensi emosi sedang naik, Atta memilih untuk menjadi penenang.
- Kedewasaan: Menyadari bahwa setiap cekcok adalah sarana untuk lebih mengenal karakter pasangan.
“Kalau sekarang saya sudah lebih paham kapan istri sedang ingin mengomel, di situ kita harus ekstra sabar. Kalau dulu mungkin karena belum siap, jadinya sering cekcok. Sekarang alhamdulillah sudah jauh lebih mengerti satu sama lain,” jelasnya tentang perkembangan kehidupan rumah tangga mereka.
Bukan Ingin Cerai, Melainkan Ingin Pulang
Menanggapi kabar mengenai Aurel yang ingin berpisah, Atta memberikan klarifikasi yang lebih mendalam. Menurutnya, kata ‘pisah’ yang dilontarkan sang istri saat itu bukanlah bentuk keinginan untuk mengakhiri ikatan suci pernikahan secara hukum, melainkan ekspresi rindu akan kenyamanan di rumah orang tuanya saat menghadapi tekanan adaptasi.
“Sebenarnya bukan ingin menyudahi pernikahan, cuma minta pulang saja ke rumah orang tua. Bagi saya, itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Dalam pernikahan, tantangan seperti itu akan selalu ada, dan itulah yang membuat kami semakin kuat hingga sekarang,” tutup Atta dengan bijak.