Mengenang 40 Hari Vidi Aldiano: Filosofi Bunga Matahari di Pusara dan Haru Sang Ibunda
Sabtu, 18 Apr 2026 10:36 WIB
Kabarmalam.com — Suasana khidmat menyelimuti area pemakaman TPU Tanah Kusir pada Jumat (17/4/2026), saat keluarga besar berkumpul untuk memperingati momentum 40 hari berpulangnya musisi penuh talenta, Vidi Aldiano. Di tengah hamparan bunga yang menutupi pusara, terselip sebuah pemandangan kontras namun indah: kehadiran bunga matahari yang mekar dengan warna kuning cerahnya, seolah memberikan kehangatan di tengah suasana duka.
Sang ayah, Harry Kiss, membagikan sebuah kisah menyentuh sekaligus unik di balik pemilihan bunga matahari tersebut. Rupanya, keberadaan bunga itu bukanlah sebuah kebetulan yang direncanakan matang. Harry bercerita bahwa saat ia mencari bunga untuk dibawa ke makam, stok bunga lain telah habis diborong oleh para pelayat yang juga ingin memberikan penghormatan untuk putranya.
“Begitu saya sampai, ternyata tinggal sisa satu ikat bunga matahari. Orang-orang sebelumnya sudah banyak yang beli untuk Vidi Aldiano. Akhirnya saya ambil saja, bayangkan saja, matahari itu kan simbol yang kuat,” tutur Harry Kiss saat ditemui di lokasi ziarah makam di Jakarta Selatan.
Candaan Ringan di Tengah Kabut Kehilangan
Meski duka masih terasa, Harry Kiss mencoba membawa energi positif bagi keluarga. Ia menceritakan bagaimana sang istri, Besbarini, sempat terheran-heran melihat pilihan bunga matahari tersebut. Dengan gaya komunikasinya yang hangat, Harry menanggapi keheranan istrinya dengan kelakar kecil untuk mencairkan suasana yang sendu.
“Istri saya sempat bertanya, ‘Kenapa pakainya bunga matahari?’. Saya jawab saja dengan bercanda, nanti kalau perlu kita bikin mataharinya warna biru, matahari biru,” seloroh Harry, menunjukkan ketegaran hati seorang ayah yang berusaha menguatkan keluarga besarnya.
Apresiasi untuk Program ‘Vidi Tetap Hidup’
Momen peringatan 40 hari meninggal ini juga menjadi sarana bagi pihak keluarga untuk menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada masyarakat luas. Ibunda Vidi, Besbarini, mengungkapkan rasa syukurnya atas aliran dukungan yang tak henti-hentinya mengalir, baik dalam bentuk doa maupun bantuan materiil melalui berbagai kanal donasi.
Besbarini memberikan perhatian khusus pada program bertajuk ‘Vidi Tetap Hidup’ yang digagas untuk meneruskan semangat almarhum. Ia berharap segala bentuk kontribusi dari para donatur dapat menjadi warisan kebaikan yang terus mengalir bagi Vidi.
“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari para donatur. Doa saya, apa pun yang telah dititipkan Allah melalui donasi untuk program ini, semoga menjadi amal jariyah dan amal saleh yang pahalanya terus mengalir untuk almarhum Vidi,” pungkas Besbarini dengan penuh haru.