Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bukan Sekadar Status, Christine Hakim Sebut Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Harga Diri Tertinggi Perempuan

Darman | kabarmalam.com
Kamis, 23 Apr 2026 12:03 WIB
Bukan Sekadar Status, Christine Hakim Sebut Menjadi Ibu Rumah Tangga Adalah Harga Diri Tertinggi Perempuan

Kabarmalam.com — Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan beragamnya pilihan karier bagi kaum hawa, aktris legendaris Christine Hakim membawa kita kembali pada pemaknaan mendalam mengenai esensi perjuangan perempuan. Bertepatan dengan momentum perayaan Hari Kartini, sosok yang telah melanglang buana di industri perfilman ini memberikan perspektif yang menyentuh hati mengenai peran ibu rumah tangga.

Lebih dari Sekadar Rutinitas Domestik

Bagi Christine Hakim, predikat ibu rumah tangga bukanlah sekadar status sosial yang biasa. Ia menegaskan bahwa peran tersebut merupakan bentuk harga diri dan pengabdian paling luhur bagi seorang perempuan. Di balik kesederhanaan tugas mencuci, memasak, atau merapikan rumah, tersimpan tanggung jawab moral yang luar biasa besar dalam menjaga fondasi sebuah peradaban kecil, yakni keluarga.

Baca Juga  8 Rekomendasi Kebaya Modern untuk Rayakan Hari Kartini dengan Gaya yang Berkelas

“Buat saya pekerjaan ibu rumah tangga itu harga diri seorang perempuan. Hormat kami Kartini, buat para pria Indonesia yang belum tahu, bukan sebuah pekerjaan yang mudah sekali sebagai ibu rumah tangga,” ungkap Christine Hakim saat ditemui awak media di kawasan BSD, Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu.

Jantung Energi dan Perekat Harmoni

Bintang film kawakan tersebut menjelaskan bahwa esensi dari seorang ibu rumah tangga melampaui urusan mengasuh anak semata. Dalam pandangannya, sosok perempuan di rumah adalah pusat energi yang memberikan pengayoman kepada seluruh anggota keluarga tanpa terkecuali. Tidak hanya menjadi sandaran bagi anak-anak, tetapi juga menjadi pendukung utama bagi sang suami.

Baca Juga  Rayakan Hari Kartini, Aksi DJ Reva Anwar Berkebaya di Atas Panggung Curi Perhatian

Ia menekankan bahwa peran perempuan di dalam rumah tangga berfungsi sebagai perekat emosional. Tugas tersulit bukanlah melakukan pekerjaan fisik, melainkan bagaimana menyatukan berbagai karakter dan ego yang berbeda di bawah satu atap agar tetap berjalan harmonis.

Menyatukan Visi dan Misi Keluarga

Menjadi seorang ibu berarti menjadi navigator yang harus piawai dalam menyelaraskan visi dan misi keluarga. Christine menyebutkan bahwa kemampuan menyatukan hati setiap anggota keluarga adalah kunci utama keberhasilan sebuah rumah tangga yang bahagia.

“Bukan hanya menyatukan fisik atau peran masing-masing dalam keluarga, tapi menyatukan visi dan misi di dalam sebuah keluarga. Dan di situlah peran seorang ibu, seorang perempuan yang tersulit dengan latar belakang manusia yang berbeda. Makanya, hargailah perempuan,” pungkasnya dengan nada penuh penekanan.

Baca Juga  Aksi Nyata Bebizie Sri Mulyati: Wujudkan Harapan Baru bagi Korban Kebakaran di Jakarta Utara

Melalui pesannya ini, Christine Hakim seolah mengingatkan kembali bahwa kemuliaan seorang perempuan tidak hanya diukur dari pencapaian di ruang publik, tetapi juga dari ketulusan dan kekuatan mereka dalam menjaga keutuhan keluarga. Sebuah pesan reflektif yang relevan bagi siapa saja yang ingin memahami makna sejati dari emansipasi dan pengabdian.

Tentang Penulis
Darman
Darman