Pergulatan Batin Eks Pramugari Garuda: Antara Gemerlap Dunia dan Pengabdian sebagai Ibu Rumah Tangga
Kamis, 04 Jun 2026 07:04 WIB
Kabarmalam.com — Takdir sering kali membawa manusia ke persimpangan yang tak terduga, mengubah garis hidup dari gemerlapnya cakrawala dunia menjadi kesederhanaan di balik pintu rumah. Itulah yang dirasakan oleh Aizah Wiska, seorang mantan pramugari maskapai kebanggaan tanah air, yang belakangan ini menyita perhatian publik lewat unggahan emosionalnya di media sosial.
Melalui akun Instagram @faizahwiska, Iza—sapaan akrabnya—membagikan sebuah video transisi yang menyentuh hati jutaan pasang mata. Dalam cuplikan yang telah ditonton lebih dari 5,4 juta kali tersebut, terlihat sosok ibu rumah tangga yang tengah sibuk mengasuh buah hatinya. Namun, suasana seketika berubah drastis saat layar menampilkan kilas balik masa mudanya yang penuh warna sebagai pramugari Garuda Indonesia.
Nostalgia di Balik Seragam Kebanggaan
Bagi Iza, mengedit video tersebut bukanlah perkara mudah. Ada bongkahan rindu dan penyesalan yang berkelindan menjadi satu. “Koq aku nangis ya ngeditnya,” tulisnya dalam keterangan video yang memperlihatkan momen dirinya saat mengunjungi ikon-ikon dunia seperti Big Ben di London, kemegahan Tembok Besar China, hingga syahdunya Menara Jam di Makkah. Potret-potret estetik itu seolah menjadi saksi bisu masa jayanya yang kini menjadi kisah viral di jagat maya.
Wanita berusia 37 tahun ini bercerita kepada tim Kabarmalam.com bahwa ia mulai mengudara sejak Desember 2010. Setelah satu dekade mendedikasikan hidupnya di angkasa, ia memutuskan untuk mengundurkan diri pada November 2020. Namun, realita kehidupan pasca-karier ternyata tidak seindah bayangannya.
Ujian Ekonomi dan Proses Berdamai dengan Diri Sendiri
Keputusan untuk menjadi ibu rumah tangga penuh waktu membawa tantangan mental yang cukup berat bagi Iza. Ia mengaku sempat berada di fase sulit untuk menerima kenyataan, terutama saat kondisi ekonomi keluarganya terguncang akibat bisnis sang suami yang mengalami kebangkrutan. Masa lalu dengan penghasilan yang melimpah sempat membuat egonya sulit untuk ditundukkan.
“Sebenarnya aku lagi di fase berusaha berdamai dengan diri sendiri. Memutuskan resign tapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan rencanaku. Dulu gajinya mungkin terbilang banyak, dan di situlah cobaannya; aku jadi kurang menghargai suami,” ungkap Iza dengan jujur. Baginya, kondisi sulit saat ini adalah cara Tuhan untuk mengajarkannya arti rendah hati dan kesabaran dalam perjuangan hidup.
Pesan untuk Perempuan: Kemandirian dan Ketegaran
Meskipun sering menerima komentar negatif dari netizen, Iza memilih untuk tetap tegak. Pengalamannya selama 10 tahun menghadapi berbagai tekanan di dunia penerbangan telah membentuk mentalnya menjadi sekeras baja. Ia percaya bahwa setiap air mata yang jatuh adalah proses pendewasaan yang harus dilewati.
Di akhir ceritanya, Iza menitipkan pesan bagi seluruh perempuan yang mungkin tengah merasakan kegagalan atau penyesalan serupa. Ia menekankan pentingnya bagi seorang perempuan untuk memiliki kemandirian finansial dan tetap berpikiran positif kepada Sang Pencipta. “Menangis saat terjatuh itu wajar, tapi bangkitlah. Lakukan apa pun yang kamu bisa dan maafkan keadaan, karena di situlah sumber ketenangan,” pungkasnya dalam sebuah pesan motivasi hidup yang sangat bermakna.