Niat Usir Wabah Lalat, Rumah Anisa Rahma Malah Hangus Dilalap Api: Begini Kronologinya
Minggu, 03 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Duka mendalam tengah menyelimuti keluarga kecil mantan personel Cherrybelle, Anisa Rahma. Kediaman yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi dirinya dan sang suami, Anandito Dwis, kini hanya menyisakan puing-puing hitam setelah si jago merah mengamuk pada Kamis dini hari (30/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Siapa sangka, pemicu bencana besar ini bermula dari benda sederhana yang diniatkan untuk kenyamanan penghuni rumah: sebatang lilin. Berdasarkan penuturan Anisa Rahma, keputusan menyalakan lilin tersebut diambil sebagai upaya darurat menghadapi serbuan lalat yang tak lazim di lingkungan tempat tinggalnya beberapa hari terakhir.
Wabah Lalat yang Meresahkan
“Awalnya memang dari lilin. Kami menyalakannya untuk mengusir lalat,” ungkap Anisa saat menceritakan kronologi kejadian pilu tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam tiga hari belakangan, wilayah rumahnya seolah dilanda wabah. Jumlah lalat yang masuk ke dalam rumah sangat luar biasa banyak, sesuatu yang belum pernah ia alami selama bertahun-tahun menetap di kediamannya tersebut.
Kondisi tersebut bahkan membuat aktivitas anak-anak terganggu karena faktor higienitas. “Anak-anak mau main saja susah karena lalatnya ada sekitar 20 ekor nemplok di lantai, padahal sudah dibersihkan. Ternyata, tetangga sekitar juga merasakan keresahan yang sama,” imbuhnya dengan nada getir.
Detik-Detik Api Mulai Berkobar
Ibunda Anisa, Nelmah Adi, menjadi sosok yang menyalakan lilin kecil tersebut di atas meja makan. Sepulang dari kegiatan di Jakarta sekitar pukul 19.30 WIB, ia merasa risih melihat banyaknya lalat yang beterbangan saat ia sedang bersantap malam. Karena merasa sangat lelah, ia pun memutuskan untuk beristirahat di kamar dan berniat bangun pada pukul 02.00 dini hari seperti kebiasaannya.
“Tidur karena kelelahan itu memang sangat lelap. Saya terbangun jam 2 pagi, tapi awalnya bukan karena mencium asap atau merasakan panas api,” kenang Nelmah. Namun, betapa terkejutnya ia saat membuka pintu kamar dan mendapati kobaran api sudah menjalar begitu dekat, merambat dari arah meja makan menuju area kamarnya.
Dalam waktu singkat, api menjalar dengan cepat memenuhi ruangan dengan asap tebal. Ruang makan, kamar asisten rumah tangga, ruang televisi, hingga kamar pribadi ibunda Anisa luluh lantah tak bersisa. Meski harta benda hangus terbakar, terselip sebuah keajaiban di tengah reruntuhan, di mana ribuan mushaf Al-Qur’an dilaporkan tetap utuh meski bangunan di sekelilingnya hancur.
Mencoba Tegar di Tengah Puing Harapan
Kini, Anandito Dwis dan Anisa Rahma hanya bisa berusaha tegar menghadapi cobaan berat ini. Walau terlihat tenang saat memperlihatkan kondisi rumahnya, Anisa mengakui bahwa mentalnya masih dalam tahap memproses kejadian traumatis tersebut secara perlahan. Musibah kebakaran ini memaksa keluarga mereka untuk segera mencari tempat bernaung yang baru.
“Kami masih memproses semuanya yang terjadi. Jujur, belum tahu langkah konkret apa yang akan diambil ke depannya. Fokus utama sekarang adalah mencari tempat tinggal baru untuk keluarga, sementara rumah ini akan kami urus sedikit demi sedikit,” tutup Anisa penuh ketabahan.