Kisah Haru April DA7: Menjemput Masa Kecil yang Hilang Lewat Teman Setia Berupa Boneka
Jumat, 01 Mei 2026 22:35 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah sorotan lampu panggung Dangdut Academy 7 (DA7) yang megah, sosok April muncul sebagai primadona baru yang penuh talenta. Namun, siapa sangka di balik suaranya yang merdu dan penampilannya yang selalu ceria, tersimpan sebuah narasi melankolis tentang masa kecil yang sempat terampas oleh keadaan ekonomi.
Ada pemandangan unik yang sering terlihat saat April berada di luar panggung: ia hampir tak pernah lepas dari boneka kesayangannya. Bagi banyak orang, mungkin itu terlihat seperti hobi kekanak-kanakan atau sekadar aksesori belaka. Namun, bagi April DA7, boneka tersebut adalah simbol ‘kepulangan’ menuju masa kecil yang tak sempat ia rasakan sepenuhnya.
Menjemput Kenangan yang Sempat Terputus
Dulu, saat anak-anak sebayanya asyik bermain dengan berbagai mainan, April justru harus berjibaku dengan kerasnya hidup. Sejak usia dini, ia sudah harus memeras keringat untuk membantu menopang ekonomi keluarga. Keadaan tersebut membuatnya tak memiliki kesempatan—bahkan untuk sekadar memiliki sebuah boneka sederhana.
“Jujur, karena dulu aku tidak bisa punya boneka atau mainan seperti teman-teman yang lain. Jadi, setelah sekarang aku mampu membelinya, aku selalu membawanya ke mana-mana. Ini adalah cara aku mengingat dan merasakan kembali masa kecil yang dulu hilang,” tutur April saat berbincang santai di kawasan Studio TransTV, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Lebih dari Sekadar Benda Mati
Bagi penyanyi berbakat ini, boneka tersebut telah bertransformasi menjadi entitas yang ‘hidup’ dalam kesehariannya. Di tengah jadwal dunia hiburan yang semakin padat dan melelahkan, boneka itu hadir sebagai pendamping setia. Terutama saat sang ibunda berhalangan menemaninya di lokasi syuting atau acara tertentu.
“Boneka itu sudah seperti teman sendiri. Kadang kalau kerja mama tidak bisa ikut, jadi yang menemani ya cuma dia. Aku sering berkomunikasi dengannya, meskipun aku tahu dia tidak bisa menjawab,” tambahnya dengan nada tulus.
Tak hanya menjadi pengobat rindu, kebiasaan ini juga menjadi mekanisme pertahanan diri April dalam mengelola masalah kecemasan atau anxiety yang kerap muncul saat berhadapan dengan keramaian. Ia menegaskan bahwa berdialog dengan benda mati adalah hal manusiawi yang membantu menjaga stabilitas emosinya.
Tegak Berdiri di Tengah Hujatan Netizen
Langkah April di industri musik dangdut tidaklah selalu mulus. Sebagai pendatang baru, ia tak luput dari cibiran dan komentar miring netizen yang meragukan kemampuannya. Namun, dukungan dari sang idola, Lesti Kejora, menjadi bahan bakar utama baginya untuk terus melangkah maju. April memilih untuk menutup telinga dari kebencian dan fokus pada tujuan utamanya: mengangkat derajat orang tua.
“Terima kasih banyak atas segala dukungan kalian. Tanpa doa dan semangat dari para penggemar, aku bukan siapa-siapa di sini. Berkat kalian, aku bisa membahagiakan orang tua,” tutupnya dengan penuh haru.