Ikuti Kami
kabarmalam.com

Jangan Sembarang Sruput, Pakar Ungkap Alasan Kopi Tak Disarankan Saat Sore dan Malam Hari

Wahid | kabarmalam.com
Minggu, 26 Apr 2026 18:35 WIB
Jangan Sembarang Sruput, Pakar Ungkap Alasan Kopi Tak Disarankan Saat Sore dan Malam Hari

Kabarmalam.com — Bagi banyak individu, aroma kopi yang mengepul di pagi hari adalah ‘bahan bakar’ wajib sebelum memulai deru aktivitas. Namun, di balik kenikmatannya yang membangkitkan semangat, terdapat rambu-rambu penting yang perlu diperhatikan mengenai waktu penyajiannya agar tidak mengganggu kesehatan.

Para pakar kesehatan mengingatkan bahwa meski manfaat kopi sangat beragam, mengonsumsinya pada waktu yang kurang tepat justru bisa menjadi bumerang bagi metabolisme tubuh, terutama berkaitan dengan pola istirahat kita.

Dinamika Kafein dalam Tubuh dan Rahasia Bioaktifnya

Kopi mengandung kafein, sebuah senyawa bioaktif yang bekerja secara unik sebagai antagonis reseptor adenosin. Secara sederhana, kafein bertugas menjaga kewaspadaan kita dengan memblokir sinyal kantuk ke otak. Tak hanya itu, kafein juga menyentuh sistem dopamin yang erat kaitannya dengan pengaturan suasana hati atau mood seseorang.

Baca Juga  Sering Merasa Lesu Meski Sudah Ngopi? Inilah Rahasia Waktu Terbaik Minum Kopi Menurut Pakar

Widiastuti Setyaningsih, seorang dosen sekaligus peneliti dari Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), memaparkan bahwa kopi menyimpan harta karun komponen bioaktif. Selain kafein, terdapat pula asam klorogenat yang kaya akan antioksidan dan dikaitkan dengan potensi antidiabetes.

“Terdapat juga senyawa trigonelin yang menjadi cikal bakal pembentuk aroma khas kopi selama proses roasting atau pemanggangan,” ungkap Widi, sebagaimana dikutip dari catatan resmi UGM. Ia menjelaskan bahwa karakter kimiawi kopi sangat ditentukan oleh proses pemanggangan tersebut. Reaksi Maillard dan karamelisasi gula selama roasting menciptakan profil rasa dan aroma yang kompleks, sekaligus memengaruhi kandungan kafein di dalamnya.

Mengapa Sore dan Malam Hari Menjadi Pantangan?

Pertanyaan besarnya adalah: kapan waktu terbaik untuk menikmati secangkir kopi? Widi menyarankan agar kita membatasi waktu minum kopi hanya pada pagi hingga siang hari. Tujuannya adalah untuk menjaga fokus dan performa tubuh di jam-jam produktif tanpa mengorbankan waktu istirahat nantinya.

Baca Juga  Geger! Batuk Parah Berujung Temuan Larva Lalat yang Bersarang di Hidung, Kasus Medis Langka yang Mencengangkan

Sebaliknya, menyeduh kopi saat matahari mulai terbenam sangat tidak dianjurkan. “Konsumsi kopi yang baik adalah pada pagi hingga siang hari, sedangkan pada malam hari dapat mengganggu siklus bangun dan tidur,” tegasnya. Hal ini terjadi karena kafein mampu menunda produksi melatonin, yakni hormon yang bertanggung jawab mengatur ritme sirkadian atau jam biologis manusia. Jika produksi melatonin terhambat, maka kualitas tidur Anda akan menurun drastis, yang pada akhirnya berdampak buruk bagi kesehatan jangka panjang.

Moderasi Adalah Kunci Utama

Penting untuk diingat bahwa kafein tidak hanya ditemukan pada kopi. Teh juga memiliki kandungan serupa, meskipun secara umum kadarnya lebih rendah. Namun, Widi memperingatkan bahwa metode penyeduhan dan takaran bahan sangat menentukan. Jika teh diseduh dengan konsentrasi yang tinggi, efek kafeinnya pun bisa cukup kuat memengaruhi tubuh.

Baca Juga  Harapan Baru Bagi Pasien Diabetes: Rahasia Lepas dari Ketergantungan Obat Seumur Hidup

Sebagai penutup, pakar UGM ini menekankan bahwa tidak ada bahan pangan yang bisa dinilai mutlak sehat atau tidak sehat secara sepihak. Segalanya bergantung pada moderasi dan cara kita mengonsumsinya. Konsumsi kopi secara moderat, yakni sekitar 2 hingga 3 cangkir per hari, dianggap masih memberikan dampak positif bagi kesehatan bagi mereka yang tidak memiliki sensitivitas berlebih terhadap kafein.

“Kita tidak bisa menyederhanakan suatu bahan pangan sebagai sepenuhnya sehat atau tidak. Banyak faktor yang perlu diperhatikan, mulai dari cara pengolahan, waktu konsumsi, hingga jumlah yang masuk ke tubuh,” pungkasnya.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid