Ikuti Kami
kabarmalam.com

Waspada Lonjakan Kanker Ginjal di Usia Muda, Kenali Gejala ‘Senyap’ yang Sering Diabaikan

Wahid | kabarmalam.com
Jumat, 10 Apr 2026 12:41 WIB
Waspada Lonjakan Kanker Ginjal di Usia Muda, Kenali Gejala 'Senyap' yang Sering Diabaikan

Kabarmalam.com — Ancaman penyakit kronis kini tidak lagi memandang usia. Belakangan ini, dunia medis menaruh perhatian serius pada tren peningkatan kasus kanker ginjal yang mulai banyak menyasar kelompok usia produktif atau usia muda. Fenomena ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan organ dalam, terutama ginjal.

Berdasarkan data terbaru dari GLOBOCAN, kanker ginjal mencatatkan angka insiden yang cukup signifikan, yakni mencapai 4,8 persen dari total kasus kanker pada laki-laki di seluruh dunia. Statistik ini menempatkan keganasan pada ginjal di peringkat ketujuh sebagai jenis kanker yang paling sering diderita oleh pria. Yang lebih mengkhawatirkan, penyakit ini sering kali bersifat ‘silent’ atau tidak menunjukkan tanda-tanda mencolok pada fase awal.

Mengenal Karakteristik Kanker Ginjal

Pakar urologi dari FK-KMK UGM, Dr. dr. Ahmad Zulfan Hendri, SpU(K), menjelaskan bahwa kanker ginjal bukanlah penyakit yang menular. Secara medis, jenis yang paling umum ditemukan adalah clear cell carcinoma, yaitu sel tumor yang terlihat transparan atau jernih saat diobservasi di bawah mikroskop. Meski ilmu pengetahuan belum bisa memastikan penyebab tunggalnya, gaya hidup sehat yang terabaikan ditengarai menjadi pemicu utama perkembangan sel abnormal ini.

Baca Juga  Kisah Pejuang Kanker Ginjal Asal Surabaya: Bertahan Hidup dengan Satu Ginjal di Usia 35 Tahun

Selain faktor perilaku, aspek genetika juga memegang peranan krusial. Seseorang yang memiliki riwayat keluarga atau orang tua dengan kondisi serupa memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi untuk terserang penyakit ini. Tak hanya itu, mereka yang sudah lama mengidap gangguan fungsi ginjal kronis juga masuk dalam kategori kelompok rentan yang harus ekstra waspada.

Gejala yang Sering Disalahartikan Sebagai Kelelahan Biasa

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani kanker ginjal adalah minimnya gejala pada stadium awal. Dr. Ahmad mengungkapkan bahwa banyak pasien baru mencari bantuan medis ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut. “Kanker ini memang tidak menunjukkan gejala yang khas di awal, dan di sinilah masyarakat sering luput. Mereka datang saat kanker sudah parah, sehingga peluang kesembuhannya menjadi lebih kecil,” tuturnya.

Baca Juga  Waspada! Riset Ungkap Kandungan Mikroplastik Tinggi dalam Sayur dan Buah Konsumsi Harian

Untuk itu, penting bagi kita mengenali beberapa gejala kanker yang mulai muncul saat penyakit memasuki stadium menengah, di antaranya:

  • Adanya kandungan darah dalam urine (hematuria), meskipun tidak disertai rasa sakit.
  • Munculnya benjolan yang dapat teraba atau rasa tidak nyaman yang persisten di area pinggang dan punggung bawah.
  • Rasa pegal-pegal kronis yang sering kali hanya dianggap sebagai kelelahan akibat aktivitas fisik atau bekerja.

Langkah Preventif dan Pentingnya Deteksi Dini

Mengingat sifatnya yang progresif namun tersembunyi, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah kunci utama. Dr. Ahmad sangat menyarankan bagi mereka yang berisiko untuk melakukan ultrasonografi (USG) atau medical check-up setidaknya satu kali dalam setahun. Tindakan ini sangat efektif untuk mendeteksi adanya massa atau tumor sebelum menyebar luas.

Baca Juga  Bukan Sekadar Gerak, Intensitas Olahraga Ini Terbukti Ampuh Cegah 8 Penyakit Kronis

Jika tumor berhasil ditemukan sejak dini (biasanya dengan ukuran di bawah 7 cm), prosedur operasi pengangkatan tumor sering kali menjadi solusi kuratif yang sangat efektif. Namun, jika sel kanker telah bermetastasis atau menyebar ke organ lain, fokus pengobatan akan beralih pada upaya menekan persebaran sel guna memperpanjang harapan hidup pasien.

“Kanker itu sifatnya semi-emergency. Kita sebenarnya sedang berkejaran dengan waktu. Ketidakkonsistenan pasien dalam melakukan kontrol medis hanya akan membuka lebar pintu bagi penyebaran sel tumor ke seluruh tubuh,” tegas dr. Ahmad memberikan peringatan keras akan pentingnya komitmen dalam menjaga kesehatan ginjal.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid