Ikuti Kami
kabarmalam.com

Rahasia Umur Panjang: Ilmuwan Ungkap ‘Gen Pelindung’ di Balik Trio Saudari Berusia 300 Tahun Lebih

Wahid | kabarmalam.com
Sabtu, 27 Jun 2026 07:05 WIB
Rahasia Umur Panjang: Ilmuwan Ungkap 'Gen Pelindung' di Balik Trio Saudari Berusia 300 Tahun Lebih

Kabarmalam.com — Selama berdekade-dekade, narasi mengenai rahasia umur panjang hampir selalu didominasi oleh saran seputar pola makan ketat dan olahraga yang tak kenal lelah. Namun, sebuah fenomena medis yang mengguncang persepsi umum muncul dari tiga saudari kandung asal Rio de Janeiro, Brasil. Mereka tidak sekadar menua; mereka melintasi batas satu abad dengan kondisi tubuh yang tetap prima, memicu tanda tanya besar di kalangan akademisi.

Levita de Deus Nunes (109), Zoraide de Deus Mota (104), dan Zulina de Deus Nunes (103) baru-baru ini dinobatkan oleh Guinness World Records sebagai trio saudara tertua yang masih hidup di dunia. Jika usia ketiganya digabungkan, mereka telah melewati perjalanan waktu selama 316 tahun. Fenomena luar biasa ini menjadi pusat perhatian para peneliti dari University of Sao Paulo melalui proyek ambisius bernama DNA Longevo.

Baca Juga  Rahasia Panjang Umur: 4 Kebiasaan Krusial Pencegah Kematian Dini yang Kerap Diabaikan

Memburu ‘Gen Pelindung’ dalam DNA Manusia

Para ilmuwan kini mulai meragukan bahwa gaya hidup adalah satu-satunya penentu umur panjang. Mereka menduga kuat bahwa faktor genetika atau warisan biologis memegang kendali yang jauh lebih masif dalam menjaga fungsi tubuh tetap tangguh di usia senja. Fokus penelitian mereka tertuju pada apa yang disebut sebagai ‘gen pelindung’—sebuah perisai alami yang mampu membentengi organ vital seperti jantung, otot, hingga fungsi otak dari kerusakan akibat penuaan.

“Melalui pengujian DNA, kami secara spesifik mencari gen-gen pelindung ini. Kami tahu mereka ada di sana,” ungkap Mayana Zatz, ilmuwan yang mengoordinasikan Pusat Penelitian Genom Manusia di universitas tersebut. Menurutnya, semakin banyak individu yang mencapai usia di atas 100 tahun dalam satu garis keturunan, semakin akurat pula penelitian medis dalam mengidentifikasi rahasia umur panjang tersebut.

Bukan Sekadar Olahraga, Tapi Program Biologis Bawaan

Dalam studi yang mendalam ini, tim peneliti membandingkan profil DNA kelompok lansia yang tetap bugar secara fisik dan mental dengan mereka yang mengalami pikun atau penyakit kronis. Hasilnya memperkuat teori bahwa ada komponen biologis bawaan yang bekerja lebih keras daripada sekadar faktor lingkungan luar.

Baca Juga  Waspada Bahaya di Balik Lezatnya Siomay: Mengapa Ikan Sapu-sapu Begitu Mengancam Tubuh?

Ben Meyers, CEO LongeviQuest, setuju bahwa ada peran biologis yang sangat kuat pada tubuh ketiga saudari ini. Namun, ia juga menyoroti pentingnya aspek komunitas. Karena mereka tinggal berdekatan, tercipta sebuah jaringan dukungan sosial yang memberikan ketenangan psikologis—sebuah faktor pelengkap yang membuat kesehatan mental mereka tetap terjaga meski usia terus bertambah.

Kenangan Masa Kecil: Alam, ASI, dan Tanpa Kulkas

Menariknya, meski faktor genetik sangat dominan, gaya hidup masa muda mereka memberikan konteks tambahan yang menarik. Zulina mengenang masa kecilnya yang jauh dari hiruk-pikuk makanan olahan modern. Tanpa teknologi pendingin makanan, mereka hanya mengonsumsi asupan yang benar-benar segar dari alam.

  • Aktivitas Fisik Alami: Masa kecil mereka dihabiskan dengan berenang dan memancing di sungai, sebuah bentuk gaya hidup sehat yang organik.
  • Pemberian ASI: Zoraide menekankan bahwa menyusui adalah fondasi kesehatan jangka panjang yang sangat krusial bagi daya tahan tubuh mereka.
  • Manajemen Stres: Levita, yang pernah berkecimpung di dunia pertelevisian, mengaku menjalani masa tuanya dengan damai tanpa beban pikiran yang menguras energi.
Baca Juga  Transformasi Luar Biasa Matthew Bickel: Pangkas 114 Kg Setelah Vonis Pradiabetes dan Kini Menjadi Atlet Ultramaraton

Saat ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Joao Paulo Guilherme menargetkan pengumpulan sampel DNA dari 500 centenarian (orang berusia di atas 100 tahun). Harapannya, teka-teki medis mengenai gen pelindung ini segera terpecahkan, membuka jalan bagi sains untuk memanipulasi cara manusia menua dengan lebih sehat dan bermartabat di masa depan.

Tentang Penulis
Wahid
Wahid