Kisah Kelam Hannah Murray: Terjerat Sekte ‘Energy Healing’ hingga Berjuang Melawan Psikosis Berat
Sabtu, 27 Jun 2026 10:35 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap industri hiburan Hollywood yang tampak sempurna, tersimpan narasi pilu yang sering kali tersembunyi dari sorot kamera. Aktris Hannah Murray, yang dikenal luas lewat perannya sebagai Gilly dalam serial fenomenal Game of Thrones, baru-baru ini membuka tabir mengenai masa lalunya yang kelam dan perjuangannya menghadapi krisis mental yang hebat.
Terjebak dalam Pusaran Delusi dan Pengaruh Sekte
Melalui memoar terbarunya yang bertajuk The Make-Believe: A Memoir of Magic and Madness, Hannah menceritakan bagaimana dirinya sempat terjebak dalam sebuah kelompok yang ia identifikasi sebagai sekte berkedok penyembuhan energi (energy healing). Titik balik kehidupannya dimulai saat ia terlibat dalam syuting film Detroit.
Dalam bukunya, Hannah mengungkapkan bahwa ia diperkenalkan kepada seorang pria bernama Steve, pemimpin kelompok tersebut yang memiliki pengaruh luar biasa terhadap dirinya. Steve berhasil memanipulasi persepsi Hannah hingga sang aktris percaya bahwa dirinya tengah dirasuki oleh kekuatan jahat.
“Steve mengatakan saya dirasuki iblis saat syuting Detroit. Dia mengklaim telah melakukan ritual pengusiran setan pada saya. Saat itu, logika saya lumpuh; yang saya rasakan hanyalah aliran energi asing di tubuh dan suara-suara di kepala saya. Saya memandang Steve sebagai raja, Tuhan, sekaligus cinta terbesar dalam hidup saya,” tulis Hannah dalam kutipan memoarnya.
Masa Sulit di Rumah Sakit Jiwa
Kondisi psikis yang kian tidak stabil memaksa Hannah untuk menjalani perawatan intensif di rumah sakit jiwa secara paksa. Namun, proses pemulihan ternyata tidak berjalan instan. Meskipun diizinkan pulang setelah tiga minggu perawatan, Hannah mengaku bahwa kondisi mentalnya saat itu masih sangat rapuh.
Ia menggambarkan pengalamannya bukan sebagai kisah pemulihan yang klise dan sederhana. “Saya masuk dalam kondisi psikosis berat dan keluar hanya dengan sedikit perbaikan. Saat itu, semua delusi saya masih utuh. Saya masih merasa sangat berbakti pada organisasi tersebut, dan sosok Steve tetap menjadi pusat semesta saya,” ungkapnya secara terbuka.
Diagnosis Bipolar: Jawaban atas Penderitaan Bertahun-tahun
Perubahan besar baru dirasakan Hannah setelah ia menjalani terapi rutin dengan seorang psikiater profesional. Melalui pendekatan medis, ia akhirnya didiagnosis mengidap gangguan bipolar. Menariknya, alih-alih merasa sedih, aktris berusia 36 tahun ini justru merasa sangat lega dengan hasil diagnosis tersebut.
Bagi Hannah, label medis tersebut adalah kunci yang membuka misteri penderitaannya selama bertahun-tahun. Diagnosis itu memberikan penjelasan logis atas gejolak emosi, rasa sakit, dan kebingungan yang selama ini menghantui hidupnya. Kini, dengan membagikan kisahnya, Hannah berharap bisa memberikan edukasi mengenai pentingnya penanganan kesehatan mental yang tepat dan bahaya dari kelompok manipulatif yang memanfaatkan kerentanan psikologis seseorang.