Tragedi di Balik Gaya Hidup Mewah: Kylie Jenner Digugat Mantan Koki Pribadi Atas Tuduhan Diskriminasi dan Keguguran
Jumat, 26 Jun 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Sorotan tajam kembali mengarah pada bintang reality show ternama, Kylie Jenner. Namun, kali ini bukan soal peluncuran produk kecantikan terbaru atau kemewahan hidupnya, melainkan sebuah kasus hukum yang menyentuh sisi kemanusiaan. Seorang mantan koki pribadinya melayangkan gugatan serius, mengklaim dirinya mengalami keguguran setelah dipaksa tetap menjalani beban kerja fisik yang berat meski dalam kondisi hamil berisiko tinggi.
Dalam dokumen gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, sang mantan karyawan membeberkan dinamika kerja di bawah naungan sang miliarder. Ia mengaku diharuskan bekerja antara 11 hingga 12 jam sehari selama lima hari dalam seminggu. Meskipun ia telah menginformasikan kepada pihak manajemen bahwa kehamilannya membutuhkan penyesuaian tertentu, permintaannya tersebut justru diabaikan. Ia tetap diperintahkan untuk mengangkat stok makanan yang berat dan melakukan tugas-tugas fisik yang menguras energi tanpa bantuan tambahan.
Puncak dari ketegangan ini terjadi saat perayaan ulang tahun anak Kylie Jenner di kawasan elit Palm Springs pada Februari 2025 lalu. Di tengah ingar-bingar pesta tersebut, sang koki mengaku merasa kelelahan yang luar biasa. Gugatan tersebut menggambarkan momen emosional di mana ia sempat menangis di kamar mandi karena tekanan fisik yang tak tertahankan, sementara permohonannya untuk mendapatkan asisten tetap tidak diindahkan oleh para supervisor.
Tragedi yang memilukan terjadi keesokan paginya. Ia mengalami pendarahan hebat dan segera dilarikan ke rumah sakit. Namun, takdir berkata lain; dokter menyatakan bahwa janin yang dikandungnya sudah tidak memiliki detak jantung. Alih-alih mendapatkan simpati, ia justru menghadapi perlakukan dingin sekembalinya dari rumah sakit. Beberapa hari setelah kejadian, ia dituduh meninggalkan dapur dalam kondisi berantakan dan mendapat teguran keras dari salah satu supervisornya yang mengatakan, “Berhenti saja. Kamu membuat Kylie sedih.”
Melalui kuasa hukumnya, Della Shaker, sang mantan koki menuntut ganti rugi atas dugaan diskriminasi terhadap pekerja hamil, pelecehan di lingkungan kerja, hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dianggap tidak sah. “Status sebagai selebriti papan atas tidak membuat seseorang kebal terhadap hukum ketenagakerjaan yang berlaku di California. Kami siap menghadirkan bukti-bukti kuat di pengadilan nanti,” tegas Shaker sebagaimana dilansir dari laporan media internasional.
Hingga saat ini, pihak perwakilan Kylie Jenner masih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan miring tersebut. Kasus ini menambah panjang daftar masalah hukum yang dihadapi Kylie, mengingat ini adalah gugatan ketiga dari mantan karyawannya dalam kurun waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya, dua mantan petugas kebersihan juga menyeret Kylie ke meja hijau dengan tuduhan serupa terkait perlakuan tidak adil dan pelanggaran hak ketenagakerjaan di tempat kerja.