Ikuti Kami
kabarmalam.com

Sisi Kelam Rumah Mewah Kylie Jenner: Kembali Digugat Atas Dugaan Bullying dan Upah Tak Layak

Jurnal | kabarmalam.com
Minggu, 03 Mei 2026 18:34 WIB
Sisi Kelam Rumah Mewah Kylie Jenner: Kembali Digugat Atas Dugaan Bullying dan Upah Tak Layak

Kabarmalam.com — Gemerlap kehidupan mewah yang kerap dipamerkan Kylie Jenner di media sosial kini kembali terusik oleh kabar tak sedap dari balik pintu rumahnya sendiri. Sang miliarder muda sekaligus ikon bisnis kosmetik ini kembali menghadapi tuntutan hukum dari mantan asisten rumah tangganya (ART) yang mengeklaim adanya perlakuan tidak manusiawi, mulai dari perundungan hingga masalah upah yang tidak dibayarkan.

Gugatan Kedua yang Mengguncang Kerajaan Jenner

Kylie Jenner tampaknya harus bersiap menghadapi pertarungan panjang di meja hijau. Adalah Juana Delgado Soto, mantan staf domestiknya, yang secara resmi mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Wilayah Los Angeles. Juana menjadi orang kedua dalam waktu singkat yang berani bersuara mengenai kondisi kerja yang dianggap toksik di kediaman kekasih aktor Timothee Chalamet tersebut.

Dalam dokumen hukum yang beredar, Juana mengaku telah mengabdi kepada adik Kim Kardashian ini sejak Mei 2019. Namun, masa-masa kerjanya tersebut digambarkan jauh dari kata harmonis. Ia menyebutkan adanya diskriminasi sistematis yang dilakukan oleh para pengawas di kediaman Kylie Jenner.

Baca Juga  Gaya Lowkey Namun Mewah Kylie Jenner Saat Kencan di Laga NBA, Tenteng Tas Birkin Senilai 1 Miliar Rupiah

Kronologi Tekanan Mental dan Intimidasi

Menurut penuturan Juana, situasi mulai memburuk secara signifikan setelah Itzel Sibrian—salah satu pihak yang juga ikut digugat—diangkat menjadi atasan langsungnya pada akhir 2023. Juana mengeklaim sering menerima ejekan terkait aksen bicaranya dan status imigrasinya. Bahkan, kata-kata kasar seperti “bodoh” kerap dilontarkan kepadanya di hadapan staf lain.

Meskipun sempat dilaporkan ke pihak HRD dan diberhentikan sementara, kembalinya Itzel ke posisi tersebut justru menjadi awal dari “balas dendam” yang lebih kejam. Juana menyebutkan bahwa gajinya dipotong secara sepihak dari $41,66 (sekitar Rp 722 ribu) menjadi hanya $35 (sekitar Rp 606 ribu) per jam, sembari dibebani dengan volume kerja yang tidak masuk akal.

Salah satu momen paling menyayat hati dalam kasus hukum ini adalah ketika Juana memohon izin untuk pulang tepat waktu di hari ulang tahunnya. Alih-alih mendapatkan pengertian, ia justru diancam akan dipecat dengan kalimat pedas: “Tidak ada yang peduli dengan ulang tahunmu, Kylie sedang mengadakan makan malam.” Alhasil, Juana harus melewatkan pesta kejutan yang telah disiapkan keluarganya demi lembur paksa.

Baca Juga  Spektakuler! Royal Wedding Bollywood di Malang Viral, Hadiah Mewah Sang Ayah yang Datangkan Artis India

Dilarang Minum Air hingga Aturan ‘Dilarang Menatap’

Kekejaman tidak berhenti di situ. Juana juga menyeret nama pengawas kebersihan, Patsy dan Elsy, dalam gugatannya. Pada Maret 2025, saat saudara laki-laki Juana meninggal dunia secara mendadak, kedua pengawas tersebut dituduh menolak permohonan cuti duka dan menuduh Juana berbohong. Ia bahkan dipaksa memungut sampah yang sengaja dibuang ke lantai saat ia sedang berduka.

Kisah ini semakin tragis ketika Juana mengeklaim bahwa dirinya dilarang meminum air milik Kylie Jenner saat ia merasa sangat haus dan kelelahan. Puncaknya, ia dilarang memberikan senyum atau bahkan sekadar menatap wajah sang majikan, Kylie Jenner, jika tidak ingin “dihilangkan” dari pekerjaannya.

Upaya Meminta Pertolongan yang Berujung Ancaman

Merasa tidak sanggup lagi, Juana sempat mencoba berkomunikasi langsung dengan Kylie Jenner. Ia menulis surat panjang yang merinci segala pelecehan dan diskriminasi yang ia alami, lalu meletakkannya di atas tempat tidur pijat Kylie. Namun, harapan akan adanya perubahan justru berujung pahit.

Baca Juga  Cinta Baru di Hollywood: Kendall Jenner dan Jacob Elordi Resmi Menjalin Kasih Berkat 'Tangan Dingin' Kylie Jenner

Keesokan harinya, Juana justru diancam untuk tidak pernah lagi menghubungi sang bintang dan diberi tahu bahwa Kylie sama sekali tidak peduli dengan nasibnya. Merasa kondisi psikologisnya terganggu dan sering mengalami kecemasan hebat, Juana akhirnya resmi mengundurkan diri pada Agustus 2025.

Pola Perilaku yang Berulang?

Gugatan Juana ini seolah memperkuat dugaan adanya lingkungan kerja yang buruk di lingkaran internal Jenner. Bulan lalu, mantan ART lainnya bernama Angelica Vasquez juga mengajukan gugatan serupa dengan tuduhan diskriminasi agama dan kebangsaan. Baik Juana maupun Angelica menuntut ganti rugi atas tekanan emosional dan upah yang belum terbayarkan secara penuh.

Hingga saat ini, pihak Kylie Jenner belum memberikan pernyataan resmi terkait rentetan tuduhan yang mencoreng citra positif selebriti Hollywood tersebut. Kasus ini kini menjadi sorotan publik yang mempertanyakan etika kerja di balik kemewahan para elit dunia.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com