Geger ‘Celana Jeans’ di MET Gala 2026: Menguak Rahasia Busana Bhavitha Mandava yang Viral
Sabtu, 09 Mei 2026 18:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelaran prestisius MET Gala 2026 kembali menjadi panggung drama mode yang menyita perhatian dunia. Namun, di tengah kemegahan busana-busana haute couture yang bervolume, muncul satu sosok yang memicu perdebatan panas di jagat maya. Ialah Bhavitha Mandava, model yang mendadak viral lantaran penampilannya yang sekilas terlihat ‘terlalu santai’ untuk ukuran karpet merah paling eksklusif di dunia tersebut.
Kehadiran perdana Bhavitha di MET Gala 2026 langsung menuai badai komentar. Bagaimana tidak? Di saat tamu lain berlomba-lomba tampil heboh, Bhavitha justru melenggang dengan apa yang terlihat seperti atasan zip-up sederhana dan sepasang celana jeans. Sontak, netizen pun bertanya-tanya, apakah sang model salah kostum ataukah ada pesan tersembunyi di balik gaya busana kasual tersebut?
Mahakarya Ilusi dari Chanel
Namun, jangan tertipu oleh apa yang tampak di mata. Sebagaimana dilaporkan oleh tim Kabarmalam.com, setelan yang dikenakan model asal India tersebut bukanlah sembarang pakaian harian. Busana itu merupakan koleksi eksklusif dari rumah mode Prancis ternama, Chanel. Alih-alih menggunakan bahan denim asli, setelan tersebut sebenarnya terbuat dari sutra ultra-halus yang dirancang khusus dengan teknik tinggi.
Mengutip laporan dari Whowhatwear, tampilan Bhavitha merupakan penerapan teknik trompe l’oeil—sebuah seni ilusi optik untuk menipu penglihatan—yang belakangan menjadi ciri khas Chanel. Efek visual serupa juga sempat menghiasi koleksi Haute Couture Spring/Summer 2026 yang sebelumnya pernah diperagakan oleh Bhavitha di atas panggung runway.
Menuai Kontroversi dan Tuduhan Rasisme
Meski secara teknis merupakan karya seni tinggi, publik media sosial tetap memberikan reaksi beragam. Banyak netizen melontarkan kritik tajam kepada Chanel karena dianggap memberikan arahan gaya yang kurang menghormati kemegahan MET Gala 2026. Beberapa pihak bahkan melangkah lebih jauh dengan mengaitkan pilihan busana minimalis ini dengan isu rasisme, mempertanyakan mengapa perwakilan model India diberikan tampilan yang terlihat ‘biasa saja’ dibandingkan model lainnya.
Kritik tersebut sempat membuat nama Chanel menjadi trending topic, hingga memaksa rumah mode tersebut memberikan klarifikasi mengenai konsep artistik di balik pilihan busana tersebut.
Profil Bhavitha Mandava: Dari Stasiun ke Karpet Merah
Terlepas dari kontroversi pakaiannya, sosok Bhavitha Mandava sendiri memiliki latar belakang yang inspiratif. Kariernya di dunia fashion internasional dimulai dari sebuah kebetulan yang luar biasa; ia ditemukan oleh seorang agen model saat sedang berada di sebuah stasiun kereta bawah tanah.
Bhavitha bukanlah sekadar paras cantik. Ia merupakan lulusan magister di bidang Teknologi Bantuan dan Interaksi Manusia-Komputer dari New York University (NYU). Debut profesionalnya di dunia modeling dimulai pada runway Bottega Veneta Spring/Summer 2025. Sebelum menghebohkan MET Gala, namanya sudah lebih dulu meroket saat dipercaya menjadi model pembuka untuk fashion show Chanel Metiers d’Art 2026 yang legendaris.
Kini, nama Bhavitha Mandava dipastikan akan terus diingat, bukan hanya karena prestasi akademiknya, tetapi juga karena keberaniannya membawa narasi ilusi ke atas karpet merah paling bergengsi di dunia.