Ikuti Kami
kabarmalam.com

Terungkap! Mengapa 73 Persen Wanita Indonesia Berjuang Melawan Hiperpigmentasi Kulit?

Jurnal | kabarmalam.com
Jumat, 26 Jun 2026 13:34 WIB
Terungkap! Mengapa 73 Persen Wanita Indonesia Berjuang Melawan Hiperpigmentasi Kulit?

Kabarmalam.com — Memiliki kulit yang sehat dan bercahaya tentu menjadi impian setiap individu, namun realitanya, tantangan besar membayangi para wanita di iklim tropis seperti Indonesia. Sebuah riset terbaru yang dirilis oleh L’Oreal Indonesia mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 73% wanita di tanah air menghadapi gangguan hiperpigmentasi dalam berbagai bentuk, mulai dari bintik hitam hingga warna kulit yang tidak merata.

Masalah pigmentasi ini bukanlah persoalan tunggal. Manifestasinya sangat beragam, mencakup flek hitam yang membandel, munculnya bayangan gelap di bawah mata, hingga kondisi melasma yang sering kali menurunkan rasa percaya diri. Data riset tersebut merinci bahwa setidaknya satu dari lima masalah pigmentasi dialami oleh wanita Indonesia secara konsisten.

Baca Juga  Tetap Misterius di Era Digital, Ini Alasan Jun Ji Hyun Enggan Miliki Akun Instagram Pribadi

Membedah Jenis Gangguan Kulit yang Paling Dominan

Akash Tiwari, selaku Head of Research and Innovation L’Oréal Indonesia, memaparkan secara mendalam peta gangguan kulit yang terjadi. Prevalensi tertinggi ditemukan pada hiperpigmentasi di area ketiak yang mencapai 35%, disusul oleh keratosis seboroik atau tonjolan serupa kutil berwarna gelap sebesar 33%.

Selain itu, masalah lain yang tidak kalah mengganggu adalah hiperpigmentasi pasca-peradangan (25%), lingkaran hitam di area mata (25%), serta melasma sebanyak 12%. Angka-angka ini menunjukkan bahwa kesehatan kulit masyarakat Indonesia memerlukan perhatian yang lebih spesifik dan terarah.

Melanin: Pelindung yang Sering Disalahpahami

Satu poin menarik yang ditegaskan dalam acara House of Beauty – Hyper Brand Day di Park Hyatt Residence, Jakarta, adalah pelurusan stigma terhadap melanin. Selama ini, banyak yang menganggap melanin sebagai penyebab utama rusaknya penampilan kulit. Namun, Akash Tiwari meluruskan pandangan keliru tersebut.

Baca Juga  Kontroversi Euphoria Season 3: Penampilan Sydney Sweeney Jadi 'Bayi' Picu Amarah Publik

“Melanin sebenarnya bukanlah ‘penjahat’ dalam skenario ini. Justru, melanin adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk melindungi kulit dari ancaman sinar UV yang merusak,” jelas Akash. Gangguan muncul hanya ketika produksi melanin terjadi secara berlebihan atau abnormal, biasanya dipicu oleh paparan matahari yang ekstrem, peradangan akibat jerawat, hingga faktor medis tertentu.

Strategi Proteksi dan Inovasi Perawatan

Untuk meminimalisir risiko, penggunaan sunscreen menjadi garda terdepan yang tidak bisa ditawar. Menariknya, perlindungan ini tetap wajib dilakukan meski Anda berada di dalam ruangan. Fakta ilmiah menunjukkan bahwa lebih dari 50% sinar UVA—penyebab utama penuaan dini—tetap mampu menembus kaca bangunan.

Bagi mereka yang sudah terlanjur memiliki noda hitam, kemajuan teknologi perawatan kulit kini menawarkan solusi yang lebih efektif. Salah satunya adalah molekul Melasyl, hasil riset selama 35 tahun oleh tim L’Oreal Paris. Molekul inovatif ini dirancang khusus untuk menghambat pembentukan melanin berlebih, sehingga membantu memudarkan bintik hitam dan mengembalikan kecerahan kulit secara bertahap.

Baca Juga  Bukan Cuma Kerja di Pojokan, Ini Deretan Karier Paling Pas Buat Si Introvert Menurut Psikologi

Menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan paparan UV di Indonesia memang membutuhkan konsistensi. Dengan kombinasi perlindungan fisik seperti topi dan pakaian tertutup, serta penggunaan produk perawatan yang tepat, impian mendapatkan kulit sehat bebas noda bukan lagi sekadar angan-angan.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com