Kisah Inspiratif Lamar Mufti: Menaklukkan Ombak Dunia dengan Hijab dan Keyakinan di Panggung ISA
Senin, 13 Apr 2026 05:35 WIB
Kabarmalam.com — Di tengah riuhnya deburan ombak internasional, sebuah nama mencuat dan menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta olahraga ekstrem. Lamar Mufti, seorang wanita asal Arab Saudi, baru saja menorehkan tinta emas dalam sejarah dunia selancar. Bukan sekadar kepiawaiannya menari di atas papan, namun keberaniannya mempertahankan identitas sebagai satu-satunya atlet wanita berhijab di ajang International Surfing Association (ISA) yang membuatnya begitu istimewa.
Lamar bukanlah sosok yang sekadar mencari sensasi. Kehadirannya di kancah global menjadi simbol perlawanan terhadap stigma dan batasan. Baginya, laut bukan hanya tempat untuk memacu adrenalin, melainkan panggung untuk membuktikan bahwa keyakinan beragama dan prestasi olahraga dapat berjalan beriringan tanpa harus saling mengorbankan.
Hijab Bukanlah Penghalang, Melainkan Kekuatan
Melalui narasi yang ia bagikan di akun Instagram pribadinya, @lamarmuf, Lamar mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas pencapaiannya tersebut. Ia menekankan bahwa mengenakan hijab tidak pernah mengurangi kemampuannya untuk menaklukkan ombak besar. Sebaliknya, identitas tersebut menjadi motor penggerak yang mendorongnya untuk melangkah lebih jauh.
“Sebuah kehormatan besar bagi saya menjadi satu-satunya wanita berjilbab di ISA. Saya tidak hanya mewakili tanah air saya, Arab Saudi, tetapi juga mewakili agama dan budaya saya,” tulis Lamar dalam unggahannya. Ia menegaskan bahwa hijab tidak pernah menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang memberikan identitas unik di tengah kompetisi yang didominasi oleh pakaian selancar konvensional.
Bagi Lamar, olahraga seharusnya menjadi sarana pemberdayaan, bukan tempat di mana seseorang harus melepaskan nilai-nilai prinsipilnya. Pesan ini bergema kuat, terutama bagi para muslimah di seluruh penjuru dunia yang mungkin sempat ragu untuk mengejar mimpi di bidang olahraga yang dianggap tidak umum.
Mendobrak Dominasi dan Membuka Jalan Baru
Kehadiran Lamar Mufti di panggung International Surfing Association (ISA) telah memicu diskusi baru mengenai inklusivitas dalam olahraga ekstrem. Selama ini, dunia selancar seringkali dicitrakan dengan gaya hidup tertentu yang mungkin terasa jauh bagi sebagian komunitas. Namun, Lamar datang untuk meruntuhkan tembok prasangka tersebut.
Dikutip dari berbagai sumber termasuk Vogue Arabia, Lamar dianggap sebagai pionir yang menunjukkan bahwa ombak tidak membedakan siapa yang menungganginya. Setiap gerakan tubuhnya di atas papan selancar adalah pesan bisu namun tajam bagi dunia: bahwa peselancar profesional bisa datang dari latar belakang mana saja, termasuk dari negara yang tengah mengalami transformasi budaya besar-besaran seperti Arab Saudi.
Visi Masa Depan di Atas Papan Selancar
Lebih dari sekadar memenangkan kompetisi, misi Lamar adalah menanamkan benih keberanian bagi generasi mendatang. Ia berharap keberadaannya di ISA dapat membuka pintu yang lebih lebar bagi wanita Muslim lainnya untuk berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga tanpa rasa takut akan diskriminasi atau hambatan budaya.
Bagi Lamar Mufti, setiap sesi di laut adalah momen meditasi sekaligus advokasi. Di bawah langit yang luas dan di atas air yang tak terprediksi, ia membuktikan bahwa identitas tidak perlu ditinggalkan di garis pantai. Kini, ombak di Arab Saudi telah memiliki suara, dan suara itu bergema lewat keberanian seorang wanita yang mengenakan hijabnya dengan penuh kebanggaan di tengah samudera dunia.