Skandal ‘Zebra Dress’ Adva Lavie: Model Dewasa yang Diduga Peras Miliarder Lewat Aplikasi Kencan
Minggu, 12 Apr 2026 20:06 WIB
Kabarmalam.com — Gemerlap kehidupan jetset di Los Angeles mendadak guncang setelah kedok Adva Lavie, seorang model dewasa kenamaan, terbongkar. Lavie kini harus berhadapan dengan serangkaian tuduhan kriminal berat setelah diduga menjalankan skema pemerasan yang menyasar pria-pria tua kaya raya di kawasan elit Beverly Hills dan West Hollywood.
Penggerebekan Apartemen: Gunung Es Harta Curian
Penyelidikan mendalam mencapai puncaknya pada Mei 2025, saat kepolisian melakukan penggerebekan di apartemen mewah milik Lavie di Holt Avenue, Los Angeles. Di balik dinding hunian tersebut, detektif Andrea March menemukan pemandangan yang mencengangkan: uang tunai lebih dari US$ 200.000 atau setara Rp 3 miliar, koin langka, emas batangan, hingga senjata api ilegal yang tersimpan rapi dalam dua brankas besar.
Tak hanya harta benda dalam bentuk uang, polisi juga menyita sedikitnya 40 item pakaian mewah hasil curian. Salah satu petunjuk paling krusial muncul dari sepotong gaun bermotif zebra milik Elizabeth Craine. Ia mengenali gaun langka miliknya saat Lavie mengunggah foto mengenakan pakaian tersebut di akun Instagram pribadinya. Gaun itu diketahui hilang dari kediaman ayah Elizabeth, Michael Craine, seorang pria berusia 80 tahun yang sempat menjalin hubungan dengan Lavie.
Modus Operandi: Jebakan Cinta dan Ancaman Sosial
Jaksa penuntut menyebutkan bahwa sejak 2023 hingga 2025, Lavie aktif menggunakan aplikasi kencan untuk mencari mangsa. Strateginya terbilang licin; ia mendekati pria-pria mapan berumur, menjalin hubungan singkat, lalu melancarkan aksi pemerasan yang terstruktur.
Kisah Alireza Salehpour menjadi salah satu bukti betapa agresifnya Lavie. Setelah pertemuan singkat di Miami dan makan malam di Los Angeles, Lavie mendadak menuntut bayaran melalui Apple Pay untuk ongkos Uber dan “waktu yang dihabiskan bersama”. Saat permintaan itu ditolak, Lavie tidak tinggal diam. Ia mengunggah foto Salehpour di media sosial dengan narasi yang menghina, menyebutnya sebagai pria “bangkrut dan murahan”. Lavie baru bersedia menghapus unggahan memalukan itu setelah uang dikirimkan.
Identitas Ganda dan Tuduhan Palsu
Laporan kriminalitas internasional ini juga mencatat nama Scott Thurman sebagai korban lain yang terjebak. Thurman menemukan transaksi mencurigakan di kartu kreditnya untuk pembelian tiket pesawat dan kosmetik mewah. Namun, saat ia mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum, Lavie justru melakukan serangan balik dengan menuduh Thurman telah melakukan kekerasan seksual.
Tak berhenti di situ, Lavie juga diduga menggunakan nama samaran “Mia Ventura” saat beraksi di Las Vegas. Ia dituding mencuri kartu kredit milik tamu sebuah podcast, Eden Lynn Strelioff, dan langsung menggunakannya untuk foya-foya di salon kecantikan kelas atas di Beverly Hills dengan total transaksi mencapai US$ 900 dalam semalam.
Dukungan Miliarder dan Proses Hukum
Meski terhimpit enam dakwaan pidana berat—termasuk pencurian besar dan penggunaan identitas tanpa izin—Lavie tidak sendirian. Secara mengejutkan, miliarder Stephen Cloobeck yang merupakan tunangannya, menyatakan dukungan penuh. Cloobeck bahkan membiayai seluruh jasa pengacara papan atas, Louis Justin Shapiro, untuk membela kekasihnya.
Cloobeck berargumen bahwa Lavie hanyalah korban dari sisi gelap pergaulan elit Los Angeles. Ia justru menyerang balik para pelapor dengan menyebut mereka sebagai predator. Saat ini, Lavie telah dibebaskan tanpa jaminan namun wajib mengenakan gelang pelacak GPS dan dilarang keras mengakses aplikasi kencan mana pun demi mencegah jatuhnya korban baru. Persidangan ini diprediksi akan menjadi salah satu kasus paling menyita perhatian di jagat hukum California tahun ini.