Ikuti Kami
kabarmalam.com

Laurence n.SSign Tuai Kritik Tajam Usai Komentar Kontroversial Soal Idol K-Pop Asal Indonesia, Ini Klarifikasinya

Jurnal | kabarmalam.com
Rabu, 29 Apr 2026 18:34 WIB
Laurence n.SSign Tuai Kritik Tajam Usai Komentar Kontroversial Soal Idol K-Pop Asal Indonesia, Ini Klarifikasinya

Kabarmalam.com — Industri musik Korea Selatan kembali diguncang isu sensitif terkait sentimen kewarganegaraan. Kali ini, Laurence yang merupakan personel boy group n.SSign tengah menjadi sorotan tajam publik, khususnya para penggemar di tanah air. Pria asal Taiwan tersebut menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah komentarnya di platform Weverse dinilai mendiskreditkan eksistensi idol K-Pop asal Indonesia.

Awal Mula Kontroversi di Weverse

Ketegangan ini bermula pada Selasa (28/4/2026), saat Laurence membagikan pemikirannya di aplikasi komunikasi penggemar, Weverse. Dalam unggahan tersebut, pemilik nama asli Fang Yi Jia ini menyinggung kebiasaan fans yang kerap membuat klasifikasi atau daftar peringkat untuk para idola mereka. Namun, yang memicu amarah netizen adalah pilihannya dalam memberikan contoh.

Laurence mempertanyakan urgensi pengelompokan seperti “idol pria terbaik generasi kelima” dan membandingkannya dengan kategori “idol wanita terbaik dari Indonesia.” Tidak berhenti di situ, ia juga melontarkan pertanyaan retoris mengenai seberapa banyak talenta asal Indonesia yang benar-benar berhasil menembus kerasnya persaingan industri hiburan di Korea Selatan. Sontak, pernyataan ini dianggap kasar dan bernada rasis oleh banyak pihak.

Baca Juga  Ramalan Zodiak 16 April 2024: Aries Wajib Jaga Emosi, Gemini Saatnya Evaluasi Strategi

Sentimen Terhadap Carmen Hearts2Hearts

Nama Carmen Hearts2Hearts pun ikut terseret dalam pusaran kontroversi ini. Carmen, yang memiliki nama asli Nyoman Ayu Carmenita, merupakan talenta berdarah Bali yang kini tengah naik daun bersama girl group Hearts2Hearts di bawah naungan SM Entertainment. Netizen menilai komentar Laurence seolah-olah mengecilkan perjuangan Carmen dan para trainee asal Indonesia lainnya yang sedang berjuang di kancah internasional.

Kritik pedas mengalir deras di media sosial, menuding Laurence tidak menghargai diversitas yang kini tengah berkembang pesat di dunia K-Pop. Sebagaimana diketahui, saat ini semakin banyak talenta lokal yang diakui, mulai dari Dita Karang, Zayyan XODIAC, hingga Kim VVUP.

Permohonan Maaf dan Penjelasan Laurence

Menyadari kegaduhan yang ditimbulkan, Laurence segera mengambil langkah untuk meredam situasi. Melalui akun resmi n.SSign di platform X, ia merilis pernyataan maaf yang cukup panjang. Ia mengaku bahwa tindakannya tersebut adalah sebuah kecerobohan dalam berkomunikasi.

Baca Juga  Lawan Eksklusivitas, Stella McCartney Gandeng H&M Rilis Koleksi Sustainable yang Ikonik

“Halo, ini Laurence. Aku dengan tulus meminta maaf atas ketidaknyamanan dan rasa sakit yang disebabkan oleh komentarku baru-baru ini. Saat berbagi pemikiranku tentang budaya fandom, aku menyebutkan artis dan negara tertentu, dan aku menyadari bahwa caraku mengekspresikan diri itu sangat ceroboh,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa niat awalnya bukanlah untuk meremehkan negara atau artis tertentu, melainkan mengkritik budaya pemberian label atau pengotak-ngotakkan yang memicu persaingan tidak sehat antar penggemar. Namun, ia mengakui kegagalannya dalam memilih diksi yang tepat sehingga melukai perasaan banyak orang.

Menilik Rekam Jejak Laurence dan Fenomena Idol Indonesia

Laurence sendiri memulai peruntungannya di Korea melalui survival show Stars Awakening pada tahun 2022. Meski sempat tereliminasi, ia akhirnya didebutkan oleh n.CH Entertainment sebagai anggota tambahan n.SSign. Di sisi lain, kehadiran idol asal Indonesia seperti Carmen memang memberikan warna baru. Carmen dikenal memiliki kemampuan vokal yang powerful, yang membuatnya menjadi aset berharga di grupnya saat ini.

Baca Juga  Kilau Tak Tertandingi Sang 'King of K-Pop': G-Dragon Hebohkan Coachella 2026 dengan Aksesori Berlian dan Emas

Ke depannya, Laurence berjanji akan lebih bijak dalam bertutur kata sebagai figur publik. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para idola K-Pop untuk lebih berhati-hati dalam menyinggung isu sensitif yang berkaitan dengan latar belakang negara para koleganya di industri yang sama.

Tentang Penulis
Jurnal
Jurnal

Jurnalis kabarmalam.com