Kisah Viral Pasangan India: 5 Tahun Menikah Tanpa Seks, Justru Temukan Kebahagiaan Sejati
Minggu, 21 Jun 2026 21:34 WIB
Kabarmalam.com — Dalam diskursus mengenai institusi pernikahan, hubungan seksual sering kali dianggap sebagai perekat utama yang menjaga keharmonisan pasangan. Namun, sebuah narasi berbeda datang dari pasangan asal India, Sanchari Sajith dan Niranjan Sajith, yang mematahkan stigma tersebut. Selama lima tahun mengarungi bahtera rumah tangga, keduanya memilih untuk menjalani hidup tanpa melakukan hubungan seksual sama sekali.
Mengenal Konsep ‘Conscious Celibacy’
Sanchari dan Niranjan, yang dikenal sebagai pakar wellness dan praktisi chakra, membagikan kisah mereka melalui platform Instagram. Mereka memperkenalkan istilah ‘conscious celibacy’ atau selibat secara sadar. Bagi mereka, keputusan ini bukanlah sebuah keterpaksaan, melainkan pilihan gaya hidup yang dilakukan dengan penuh kesadaran meskipun mereka tinggal satu atap sebagai suami istri.
“Kami telah bersama selama lima tahun, dan sepanjang waktu itu pula kami secara sadar memilih untuk menjalani selibat,” ungkap pasangan tersebut dalam unggahan yang memancing beragam reaksi dari netizen.
Transformasi Spiritual dan Penyembuhan Trauma
Keputusan yang tergolong berani ini rupanya tidak muncul secara tiba-tiba. Praktik selibat ini berakar dari perjalanan spiritual yang mendalam untuk mencapai ketenangan batin. Sebelum bertemu, Sanchari memiliki latar belakang emosional yang cukup berat. Ia pernah berjuang keras untuk pulih dari trauma masa lalu akibat kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga, serta luka hati yang mendalam dari hubungan sebelumnya.
Di sisi lain, Niranjan sudah lebih dulu akrab dengan praktik pantang seks sebagai bentuk disiplin diri dalam pengembaraan spiritualnya. Ketika takdir mempertemukan mereka, fokus utama hubungan tersebut bukanlah pada ketertarikan fisik semata, melainkan pada kecocokan intelektual dan emosional yang intens melalui percakapan-percakapan bermakna.
Membangun Keintiman Tanpa Sentuhan Fisik
Banyak pihak meragukan ketahanan hubungan yang tanpa didasari oleh aktivitas seksual. Namun, bagi pasangan ini, ketiadaan seks justru membuka ruang yang lebih luas bagi bentuk keintiman lainnya. Mereka mengisi hari-hari dengan kegiatan yang produktif dan reflektif, seperti:
- Melakukan perjalanan spiritual bersama untuk mengeksplorasi diri.
- Berkarya dan membangun bisnis dengan visi yang selaras.
- Mempraktikkan meditasi dan pengembangan diri secara rutin.
- Membangun komunikasi emosional yang lebih dalam dan jujur.
“Keintiman itu tetap ada, hanya saja manifestasinya yang berbeda,” tegas mereka. Sanchari mengaku bahwa kebutuhan emosionalnya jauh lebih terpenuhi dalam hubungan ini dibandingkan dengan hubungan konvensional yang pernah ia jalani sebelumnya. Masalah kesehatan mental dan ketenangan jiwa menjadi prioritas utama mereka dalam membina kedekatan.
Masa Depan dan Keputusan Mengenai Keturunan
Terkait masa depan, pasangan ini telah sepakat untuk tidak memiliki anak secara biologis. Meski demikian, mereka tidak menutup pintu sepenuhnya untuk peran sebagai orang tua di masa depan, namun melalui jalan adopsi. Bagi mereka, kebahagiaan tidak melulu soal mengikuti standar umum masyarakat, melainkan tentang bagaimana setiap individu menemukan kedamaian dalam pilihan yang mereka ambil bersama pasangan.