Kisah Lydia Southam: Perjuangan Melawan Kanker Ovarium Stadium 4 Setelah 10 Kali Diabaikan Medis
Selasa, 16 Jun 2026 15:04 WIB
Kabarmalam.com — Intuisi seorang wanita terhadap tubuhnya sendiri sering kali menjadi alarm yang paling akurat, namun bagi Lydia Southam, alarm tersebut seolah berdering di ruang hampa. Wanita berusia 37 tahun asal Stratford, Inggris ini, harus melewati jalan terjal dan melelahkan demi mendapatkan kebenaran tentang kondisi kesehatannya. Setelah berkonsultasi dengan dokter umum sebanyak 10 kali dan berulang kali diabaikan, ia akhirnya didiagnosis mengidap kanker ovarium stadium lanjut.
Kisah pilu Lydia bermula ketika ia merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya. Namun, setiap kali ia mengadukan keluhannya, para tenaga medis justru menenangkannya dengan alasan yang terdengar klise: ia dianggap terlalu muda dan terlalu bugar untuk mengidap penyakit mematikan. Lydia, yang kala itu masih aktif berolahraga di gym, secara naif memercayai diagnosa awal tersebut.
Sinyal Bahaya yang Terabaikan
Lydia pertama kali menyadari perubahan pada tubuhnya pada tahun 2021. Ia mengalami siklus menstruasi yang sangat berat dan rasa sakit yang luar biasa. Kondisi ini diperparah saat ia hamil, di mana ia merasakan nyeri hebat seolah bayinya tidak memiliki ruang untuk bergerak. Namun, lagi-lagi keluhan tentang adanya benjolan di perut ditepis oleh dokter dan dianggap sebagai efek samping kehamilan biasa.
Beberapa bulan pasca melahirkan, kondisi Lydia tak kunjung membaik. Ia mulai merasakan gejala kanker yang semakin nyata, seperti perut yang terus-menerus kembung, frekuensi buang air kecil yang meningkat, hingga munculnya bintik-bintik dan benjolan baru di area perut serta selangkangan. Ironisnya, ketika ia menemukan benjolan yang tampak jelas, tim medis hanya mendiagnosisnya sebagai hernia tanpa melakukan pemindaian (scan) lebih lanjut.
Titik Balik dan Diagnosis Pahit
Setelah hampir dua tahun berjuang meyakinkan para praktisi medis, titik balik terjadi ketika Lydia bertemu dengan seorang dokter perempuan yang menaruh perhatian serius pada keluhannya. Merasa ada yang tidak beres, dokter tersebut segera merujuk Lydia untuk menjalani biopsi mendalam pada Juni 2023.
Hasilnya sangat mengejutkan sekaligus menghancurkan hati. Lydia didiagnosis mengidap Low-grade Serous Ovarian and Peritoneal Cancer (LGSOC) stadium 4B—sebuah jenis kanker ovarium langka yang justru tumbuh lambat namun sering kali baru terdeteksi saat sudah mencapai stadium lanjut.
Perjuangan Menuju Kesembuhan
Mengingat kanker telah menyebar, Lydia harus menjalani serangkaian prosedur medis yang sangat berat. Tim dokter melakukan operasi masif yang meliputi histerektomi total, pengangkatan limpa, sebagian usus, sebagian pusar, hingga sebagian diafragmanya. Prosedur ini diikuti dengan sesi kemoterapi yang menguras energi dan emosinya.
Kini, setelah dinyatakan sembuh total secara klinis, Lydia berkomitmen untuk tidak membiarkan wanita lain mengalami nasib yang sama. Melalui platform kesehatan wanita, ia aktif berkampanye guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan mendesak para wanita untuk lebih berani menyuarakan apa yang mereka rasakan terhadap tubuh mereka sendiri.
“Sebagai wanita, kita sering diminta untuk tabah dan menganggap gejala-gejala ini sebagai hal yang lumrah. Tapi jangan pernah ragu untuk mendesak pemeriksaan lebih lanjut jika Anda merasa ada yang salah. Nyawa Anda jauh lebih berharga daripada rasa sungkan kepada dokter,” tegas Lydia.