Ikuti Kami
kabarmalam.com

Bongkar Fakta Foto Blueray di New York, Gading Marten Pasang Badan untuk Raffi Ahmad

Darman | kabarmalam.com
Kamis, 11 Jun 2026 15:34 WIB
Bongkar Fakta Foto Blueray di New York, Gading Marten Pasang Badan untuk Raffi Ahmad

Kabarmalam.com — Kabar miring yang menyeret nama Raffi Ahmad dalam pusaran kasus dugaan penyelundupan barang impor akhirnya menemui titik terang. Aktor ternama Gading Marten secara terbuka memberikan kesaksian kunci guna meluruskan spekulasi liar yang beredar terkait foto dirinya dan Raffi di depan toko Blueray, New York, Amerika Serikat.

Melalui sambungan video call dalam konferensi pers yang didampingi oleh pengacara kondang Hotman Paris, Gading membeberkan narasi yang sebenarnya terjadi di balik potret yang sempat menghebohkan publik tersebut. Kehadiran Gading sebagai saksi mata diharapkan mampu mematahkan tuduhan bahwa sang ‘Sultan Andara’ terlibat dalam aktivitas ilegal lintas negara.

Kronologi Tak Terduga di Sudut New York

Gading Marten menjelaskan bahwa momen tersebut terjadi secara tidak sengaja. Saat itu, ia bersama rombongan Raffi Ahmad baru saja menyelesaikan agenda Chicago Marathon dan tengah menghabiskan waktu di New York. Sebagai bentuk solidaritas sesama warga negara Indonesia (WNI), mereka berniat mengunjungi beberapa unit usaha milik orang Indonesia di sana.

Baca Juga  Klarifikasi Raffi Ahmad Terkait Kasus Bea Cukai: Tegaskan Hanya Basa-Basi Saat Berada di Amerika Serikat

“Waktu itu kita habis makan makanan Indonesia di Awang Kitchen. Lokasinya tepat di seberang jalan. Setelah dari sana, kita bergeser ke sebelahnya, yaitu Indo Java. Nah, saat itulah ada orang-orang dari toko sebelah yang mendatangi kami dan meminta foto bareng,” ungkap Gading Marten dalam keterangannya pada Kamis (11/6/2026).

Ketidaktahuan Soal Nama ‘Blueray’

Mantan suami Gisella Anastasia ini menegaskan bahwa pertemuan tersebut murni interaksi antara penggemar dan figur publik. Bahkan, Gading mengaku bahwa dirinya maupun Raffi sama sekali tidak menaruh perhatian pada nama perusahaan atau jenis bisnis yang dijalankan oleh pihak yang mengajak foto tersebut.

“Kami saja baru tahu nama ‘Blueray’ itu sekarang. Waktu kejadian, kami benar-benar lupa siapa orangnya dan apa nama tempatnya. Baru setelah melihat kembali video dokumentasi saat kami di sana, kami tersadar, ‘Oh, ternyata namanya Blueray’,” tambah ayah dari Gempita Nora Marten tersebut.

Baca Juga  Kenangan Haru di Balik Penjualan Apartemen Julia Perez: Sri Wulansih Ungkap Pesan Terakhir Jupe untuk Raffi Ahmad

Hanya Basa-basi, Tanpa Transaksi

Terkait isu adanya tawaran kerja sama logistik atau pengiriman barang, Gading Marten tidak menampik bahwa percakapan tersebut sempat terlontar. Namun, ia menekankan bahwa hal itu hanyalah bagian dari keramah-tamahan sesaat yang tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.

“Namanya juga bertemu orang di sana, ada basa-basi seperti, ‘Eh, kalau mau masuk-masukin barang ke Indonesia bisa lewat kami’. Ya, kami secara sopan merespons ‘iya-iya’ saja sebagai bentuk keramahan. Tapi poin pentingnya adalah, tidak pernah ada transaksi, tidak ada pesanan barang elektronik, apalagi keterlibatan lebih jauh,” tegasnya.

Tidak Ada Pertukaran Identitas Pribadi

Untuk memperkuat kesaksian tersebut, Raffi Ahmad yang turut mendampingi dalam konferensi pers langsung melempar pertanyaan penegas kepada Gading mengenai prosedur komunikasi mereka dengan pihak toko. Raffi memastikan bahwa tidak ada pertukaran nomor telepon maupun identitas pribadi yang terjadi saat itu.

Baca Juga  Babak Baru Kasus Richard Lee: Berkas Resmi P21 dan Siap Meja Hijau Terkait Pelanggaran UU Kesehatan

“Lu juga nggak ada minta nomor telepon mereka, dan lu nggak kasih nomor telepon kita ke mereka, kan?” tanya Raffi yang langsung dijawab dengan gelengan kepala dan konfirmasi tegas oleh Gading.

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah nama Raffi Ahmad sempat disebut-sebut dalam persidangan kasus dugaan penyelundupan barang elektronik yang tengah bergulir di Lampung. Dengan adanya klarifikasi naratif dari Gading Marten, pihak Raffi Ahmad berharap masyarakat tidak lagi termakan opini yang menyudutkan tanpa dasar fakta yang kuat.

Tentang Penulis
Darman
Darman