Nestapa Ruben Onsu: Merasa Jadi ‘Orang Asing’ dan Minder Bertemu Anak Kandung Sendiri
Senin, 08 Jun 2026 10:34 WIB
Kabarmalam.com — Perceraian seringkali menyisakan residu emosional yang jauh lebih berat daripada sekadar urusan pembagian harta. Hal inilah yang kini tengah dirasakan secara nyata oleh presenter kondang Ruben Onsu. Pasca-perpisahan resminya dengan Sarwendah pada tahun 2024 lalu, Ruben seolah terjebak dalam labirin kerinduan yang rumit terhadap kedua putri tercintanya, Thalia dan Thania.
Bukan lagi soal ego pribadi, namun Ruben kini dihantui perasaan pilu akibat tembok besar yang seolah sengaja dibangun untuk membatasi interaksinya dengan darah dagingnya sendiri. Jarangnya pertemuan berkualitas membuat Ruben Onsu kehilangan rasa percaya diri yang selama ini menjadi kekuatannya. Ironisnya, seorang ayah yang biasanya menjadi pelindung utama, kini justru merasa canggung untuk sekadar mendekap anaknya.
Tembok Tak Kasat Mata dan Hilangnya Kepercayaan Diri
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, mengungkapkan kondisi psikologis kliennya yang cukup memprihatinkan. Dalam sebuah kesempatan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Minola membeberkan bahwa presenter berusia 42 tahun itu merasa ada jarak yang diciptakan secara sistematis. Kondisi ini membuat Ruben merasa ‘minder’ atau kurang percaya diri saat hendak menemui putri-putrinya.
“Karena dia sudah merasa diberikan jarak dengan anaknya, sehingga dia juga mengatakan ada kurang rasa percaya diri untuk ketemu sama anaknya,” ujar Minola dengan nada prihatin. Perasaan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan akumulasi dari situasi yang membuatnya merasa tidak lagi menjadi prioritas dalam lingkaran kehidupan anak-anaknya.
Ironi Ayah Kandung yang Terasing
Kesedihan Ruben semakin memuncak ketika ia melihat sebuah kontradiksi yang menyakitkan. Di saat dirinya sebagai ayah kandung merasa sulit menembus barisan pertahanan untuk bertemu anak, ia justru melihat adanya ‘orang asing’ yang tampak begitu leluasa masuk dan diterima dalam keseharian anak-anaknya. Fenomena perceraian artis ini memang seringkali membawa dinamika keluarga yang sulit diprediksi.
“Dia merasakan bahwa dia sebagai ayah diperlakukan seperti orang asing, justru orang asing diperlakukan seperti ayah. Inilah yang sebenarnya menurut Ruben itu sesuatu yang tidak tepat,” tegas Minola. Ruben merasa perannya sebagai kepala keluarga dan sosok ayah yang selama ini memenuhi segala kebutuhan lahir dan batin anak-anaknya seolah terhapus begitu saja oleh kehadiran pihak-pihak luar.
Harus ‘Mengantre’ untuk Melihat Darah Daging Sendiri
Salah satu momen paling menyedihkan yang diungkapkan oleh Minola adalah ketika Ruben harus bersikap layaknya orang asing yang menunggu giliran hanya untuk melihat kegiatan sekolah buah hatinya. Padahal, secara hukum dan biologis, Ruben adalah ayah sah yang memegang tanggung jawab penuh atas masa depan Thalia dan Thania.
Bayangkan saja, Ruben harus mengantre dan menunggu dengan sabar saat putri-putrinya sedang melakukan kegiatan, seperti di sekolah balet. “Dia harus ngantri, dia harus menunggu. Padahal dia ayah kandungnya lho,” tambah Minola. Situasi ini tentu sangat menyayat hati bagi siapapun yang memahami kedekatan ayah dan anak selama ini.
Kecemasan akan Pengaruh Luar
Selain masalah jarak fisik, Sarwendah dan lingkungannya kini menjadi sorotan Ruben terkait pendidikan karakter anak. Ruben merasa dilingkupi kecemasan hebat bahwa jarak ini akan dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk memberikan doktrin atau didikan yang tidak selaras dengan nilai-nilai yang ia yakini. Ia khawatir ikatan batinnya dengan anak-anak akan semakin memudar seiring dengan masukan-masukan yang tidak ia ketahui sumber dan tujuannya.
Hingga saat ini, polemik batin yang dialami Ruben Onsu masih menjadi perbincangan hangat, menggambarkan betapa rapuhnya hubungan keluarga pasca-perpisahan jika tidak dikelola dengan kedewasaan dan empati dari kedua belah pihak.