Bukan Kata Maaf, Ruben Onsu Desak Sarwendah Berikan Hak Bertemu Sang Buah Hati
Senin, 08 Jun 2026 07:34 WIB
Kabarmalam.com — Drama pasca-perceraian antara Ruben Onsu dan Sarwendah kini memasuki babak baru yang semakin emosional. Alih-alih mereda setelah Sarwendah mengunggah video permintaan maaf ke ranah publik akibat video umpatannya yang viral, pihak Ruben Onsu justru memberikan tanggapan yang cukup menohok. Bagi sang presenter kondang, rentetan kalimat maaf di media sosial terasa hambar jika realitas di balik layar tak menunjukkan perubahan signifikan terkait aksesnya terhadap sang buah hati.
Ruben Onsu Tak Lagi Butuh Formalitas Maaf
Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengungkapkan secara gamblang bahwa kliennya saat ini sedang tidak berada dalam suasana hati untuk urusan maaf-memaafkan yang bersifat seremonial. Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Minggu (7/6/2026), Minola menegaskan bahwa prioritas utama Ruben saat ini hanyalah satu: bertemu dengan Thalia dan Thania.
“Permintaan maaf dari siapa pun, yang paling krusial bagi Ruben sekarang adalah rasa rindunya kepada anak-anak. Jadi, jangan kita diribetkan dengan drama permintaan maaf seperti itu,” ujar Minola dengan nada tegas.
Urgensi Hak Bertemu Anak Dibandingkan Klarifikasi Media Sosial
Bagi pihak Ruben, apa yang disampaikan Sarwendah di jagat maya dianggap sebagai angin lalu jika tidak dibarengi dengan itikad baik mengenai akses pengasuhan. Ruben merasa ada ketidaksinkronan antara citra baik yang coba dibangun di depan publik dengan kenyataan sulitnya ia memeluk darah dagingnya sendiri.
“Permintaan maaf itu tidak akan ada artinya kalau pada akhirnya Ruben tetap dipersulit untuk bertemu anak-anaknya. Buat apa?” cetus Minola, menyiratkan adanya hambatan komunikasi yang serius di antara mantan pasangan tersebut.
Menuntut Komitmen Akta 39
Persoalan akses anak ini memang menjadi luka yang mendalam sejak keduanya resmi berpisah pada September 2024 silam. Ruben Onsu kini menuntut agar hak-haknya dikembalikan sesuai dengan kesepakatan tertulis yang telah disahkan secara hukum.
Berdasarkan Akta 39, telah disepakati jadwal rutin pertemuan anak yang seharusnya ditaati oleh kedua belah pihak. Beberapa poin utama dalam kesepakatan tersebut meliputi:
- Hak Ruben Onsu untuk berkumpul dengan anak-anak minimal 2 hingga 3 hari dalam seminggu.
- Komitmen bersama untuk menjaga psikologis anak pasca-perpisahan.
- Kewajiban memberikan akses komunikasi tanpa hambatan bagi kedua orang tua kandung.
“Intinya, pertemukan saja dulu anak-anak dengan Ruben. Berikan haknya sebagaimana yang sudah diatur di akta 39 yang juga sudah ditandatangani oleh pihak S. Dua sampai tiga hari waktu berkualitas itu sangat berharga,” tambah Minola Sebayang.
Tindakan Nyata Lebih Berarti Daripada Kata-Kata
Menutup pernyataannya, Minola menyiratkan bahwa Ruben Onsu sudah cukup lelah dengan segala polemik yang menghiasi pemberitaan. Baginya, tindakan nyata jauh lebih bernilai daripada sekadar klarifikasi panjang lebar yang tidak menyentuh akar permasalahan.
“Jadi, jangan terus-terusan meminta maaf tapi di sisi lain tetap menghalangi pertemuan anak-anak dengan berbagai alasan. Itu percuma, benar-benar percuma,” pungkasnya. Kisruh ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik gemerlap dunia hiburan, ada hati seorang ayah yang tengah berjuang demi hak asuh dan cinta kepada anak-anaknya.