Alasan Ferry Maryadi Keranjingan Thrifting di Jepang: Jaminan Orisinalitas dan Incaran Perlengkapan Motor
Sabtu, 30 Mei 2026 19:33 WIB
Kabarmalam.com — Bagi sebagian besar orang, berlibur ke Jepang mungkin identik dengan wisata kuliner atau pemandangan Gunung Fuji yang ikonik. Namun, bagi aktor kawakan Ferry Maryadi, Negeri Matahari Terbit tersebut memiliki daya tarik lain yang jauh lebih menggoda: surga belanja barang bekas atau yang populer disebut thrifting.
Suami Deswita Maharani ini blak-blakan mengakui bahwa dirinya memiliki kegemaran berburu pakaian dan perlengkapan harian di pasar barang bekas Jepang. Menurut Ferry, kualitas dan variasi barang yang ditawarkan di sana sangat sulit untuk dilewatkan, terutama bagi mereka yang memiliki hobi spesifik seperti otomotif.
Bukan Sekadar Baju Bekas Biasa
Saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan baru-baru ini, Ferry menceritakan pengalamannya memboyong keluarga untuk berburu harta karun di Jepang. Menariknya, aktivitas thrifting di sana tidak melulu soal toko kecil di pinggir jalan, namun sudah merambah hingga ke pusat perbelanjaan modern.
“Alhamdulillah tahun lalu sempat ke Jepang bersama anak-anak. Di sana bahkan ada mal khusus untuk barang-barang seperti itu. Jadi memang belanjanya lebih banyak ke arah pakaian, baik untuk kebutuhan syuting maupun perlengkapan motoran,” ungkap Ferry dengan antusias.
Jaminan Barang Asli dan Seni Menawar Harga
Salah satu alasan utama mengapa Ferry merasa jauh lebih tenang saat melakukan belanja barang bekas di Jepang adalah ketatnya regulasi pemerintah setempat terhadap peredaran barang palsu. Di Jepang, menjual barang tiruan atau KW merupakan pelanggaran serius, sehingga konsumen merasa lebih terlindungi.
“Kita merasa yakin karena di sana barang palsu itu dilarang keras. Jadi kalau kita beli barang bermerek, tingkat keyakinannya tinggi karena memang hampir tidak ada barang palsu di sana. Kalaupun barang asli, harganya memang tetap punya nilai tersendiri,” jelasnya.
Selain faktor keaslian, Ferry juga membagikan tips bagi para pelancong yang ingin mencoba thrifting di Jepang. Ternyata, kemampuan bernegosiasi tetap menjadi kunci untuk mendapatkan harga terbaik. Ia memberikan gambaran bagaimana sebuah barang yang dibanderol seharga Rp 100 ribu bisa dibawa pulang dengan harga jauh di bawah itu jika pembeli mahir menawar.
Incaran Khusus: Denim untuk Para Bikers
Sebagai sosok yang dikenal hobi mengendarai motor besar, Ferry memiliki kriteria khusus dalam memilih pakaian. Ia kerap mencari fashion pria yang memiliki nilai fungsionalitas tinggi, seperti celana jeans khusus yang didesain untuk para pengendara motor.
“Ada brand tertentu yang memang saya incar untuk motoran. Bedanya dengan jeans biasa adalah kenyamanannya saat terkena hujan. Kalau jeans standar biasanya akan terasa sangat berat saat basah, tapi brand yang saya cari ini tetap ringan dan nyaman digunakan meskipun cuaca sedang tidak bersahabat,” tutup Ferry.
Fenomena kegemaran Ferry Maryadi ini membuktikan bahwa tren thrifting kini bukan lagi soal mencari harga termurah, melainkan tentang menemukan kualitas dan orisinalitas di balik barang-barang yang sudah memiliki cerita sebelumnya.