Cherly Juno Bongkar Tabiat Artis ‘Toxic’, Ingatkan Pentingnya Etika dan Peran Penggemar
Jumat, 01 Mei 2026 12:34 WIB
Kabarmalam.com — Di balik gemerlap lampu panggung dan senyum manis di depan kamera, dunia hiburan tanah air ternyata menyimpan sisi lain yang tak selalu indah. Hal ini diungkapkan secara blak-blakan oleh mantan personel Cherrybelle, Cherly Juno, yang berbagi pengalaman pahitnya saat berhadapan dengan rekan sesama figur publik yang ia labeli memiliki perilaku ‘toxic’.
Kilas balik ke masa awal kariernya bersama Cherrybelle, Cherly mengenang sebuah momen yang meninggalkan kesan mendalam hingga hari ini. Kala itu, sebagai pendatang baru yang masih hijau, Cherly dan rekan grupnya mencoba menyapa dan meminta foto bersama seorang artis senior yang mereka idolakan di belakang panggung. Namun, alih-alih sambutan hangat, mereka justru mendapatkan perlakuan ketus dan sikap yang sangat tidak bersahabat.
“Aku tidak mau membocorkan siapa orangnya, tapi tujuanku menceritakan ini adalah sebagai pengingat bersama. Kita harus sadar bahwa tanpa idola atau penggemar, kita ini bukan siapa-siapa. Jika tidak ada yang mendukung, bagaimana mungkin seseorang bisa disebut bintang?” tutur Cherly saat ditemui di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Pengalaman yang menyesakkan dada tersebut justru dijadikan Cherly sebagai ‘alarm’ pengingat bagi dirinya sendiri dan teman-temannya agar tidak pernah terjatuh dalam lubang kesombongan yang sama. Baginya, dalam industri hiburan, menjaga sikap ramah adalah kunci utama, bahkan ketika raga sedang berada di titik lelah terdalam sekalipun.
Etika di Atas Popularitas
Cherly menegaskan bahwa penolakan sebenarnya adalah hal yang wajar jika disampaikan dengan cara yang manusiawi. “Pelajaran pentingnya adalah jangan sombong. Kalau memang sedang lelah atau situasi tidak memungkinkan untuk berfoto, sampaikanlah dengan baik. Bilang saja ‘nanti ya’ atau ‘lain kali’. Itu jauh lebih terhormat daripada memberikan respons yang membuat orang lain merasa tidak dihargai,” tambahnya dengan nada serius.
Lebih lanjut, Cherly mengamati bahwa fenomena artis sombong atau toxic ini bukanlah masalah baru. Namun, ia merasa prihatin dengan tren etika beberapa artis pendatang baru saat ini yang dinilai kurang memiliki tata krama dibandingkan generasi sebelumnya.
Ia menduga, perbedaan cara berjuang di era digital saat ini mungkin menjadi salah satu pemicunya. “Ternyata banyak sekali yang toxic, bahkan dari kalangan junior sekarang pun banyak yang kurang bersikap baik. Mungkin karena proses perjuangan mereka tidak seberat zaman kita dulu, sehingga nilai-nilai etika seringkali terlupakan,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Cerita Cherly ini menjadi refleksi penting bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia kreatif, bahwa popularitas bisa datang dan pergi, namun etika profesi dan rasa hormat terhadap sesama adalah warisan yang akan terus diingat.