Ikuti Kami
kabarmalam.com

Kisah Haru Cece Upit: Sisi Lain Panggung Komedi dan Perjuangan Bertahan di Kerasnya Jakarta

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 26 Mei 2026 13:33 WIB
Kisah Haru Cece Upit: Sisi Lain Panggung Komedi dan Perjuangan Bertahan di Kerasnya Jakarta

Kabarmalam.com — Jakarta sering kali menjadi medan tempur yang tak kenal ampun bagi mereka yang mengejar mimpi di industri kreatif. Salah satu sosok yang kini tengah menjadi perbincangan hangat adalah Cece Upit. Nama perempuan kelahiran 1992 ini mendadak viral bukan hanya karena banyolannya di atas panggung, melainkan karena narasi perjuangannya yang begitu nyata dalam menghadapi dinamika ibu kota.

Sebagai alumni Stand Up Comedy Academy (SUCA) musim keempat tahun 2025, Cece Upit sebenarnya memiliki modal bakat yang mumpuni. Namun, jalan menuju kesuksesan layaknya rekan seangkatannya, seperti Oki DM atau Kiky Saputri, ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Di saat lampu panggung tak kunjung menyorotnya dengan intens, Cece memilih untuk tidak berpangku tangan.

Banting Setir ke Aspal Jalanan

Demi menyambung hidup di Jakarta, Cece Upit tak ragu untuk melepas atribut keartisannya dan banting setir menjadi pengemudi ojek online. Dalam sebuah kesempatan di program televisi, ia menceritakan bagaimana profesi ini menjadi penyelamat di tengah paceklik pekerjaan di dunia hiburan. “Susah ya, lumayan. Karena job belum banyak, jadi memang harus cari kerjaan lain,” ungkapnya dengan senyum getir namun tetap tegar.

Baca Juga  Polemik Nafkah Ruben Onsu dan Sarwendah: Antara Protes Sang Ayah dan Kerinduan pada Buah Hati

Perjuangan Cece di aspal Jakarta pun penuh dengan lika-liku. Selain harus menahan panas dan hujan, ia mengaku pernah menjadi korban order fiktif yang menguras pendapatannya yang tak seberapa. Namun bagi Cece, menjadi ojol adalah pilihan realistis daripada harus pulang ke kampung halamannya di Malang, Jawa Timur, dengan tangan hampa.

Alasan Memilih Bertahan di Ibu Kota

Keputusan Cece untuk tetap menetap di Jakarta didasari oleh keyakinan bahwa peluang di industri hiburan tetap lebih besar di sini dibandingkan di daerah. Menurutnya, ekosistem stand up comedy di Malang saat ini belum menawarkan peluang kerja yang stabil bagi komika seperti dirinya.

“Karena merasa untuk berada di industri ini, kayaknya harus mencoba menetap di sini. Di Malang, untuk stand up sepertinya tidak banyak, job-job makin sedikit,” tuturnya. Ini bukan kali pertama Cece merantau. Sejak 2018, ia sudah mulai mencicipi kerasnya Jakarta, bahkan sempat menyambung hidup dengan membuat aksesori boneka Barbie sebelum akhirnya kembali mengikuti kompetisi besar.

Baca Juga  Dilema Calvin Dores: Perjuangan Anak Musisi Legenda yang Terbentur Tembok Ijazah SD

Solidaritas di Tengah Keterbatasan Finansial

Ada masa-masa gelap di mana Cece benar-benar berada di titik nol secara finansial. Ia mengenang momen ketika dompetnya benar-benar kosong, namun semangatnya tetap menyala berkat dukungan orang-orang terdekat. Beruntung, ia masih memiliki sepeda motor sebagai modal utama mencari nafkah.

“Pernah nggak punya uang sama sekali, alhamdulillah masih ada teman-teman yang mendukung. Untungnya masih ada motor dan bensin, jadi saya bisa narik ojek,” kenang sang komika tersebut. Baginya, setiap langkah yang ia ambil saat ini, sekecil apa pun itu, adalah bagian dari proses panjang menuju pintu kesuksesan yang ia yakini akan segera terbuka.

Kisah Cece Upit menjadi pengingat bagi banyak orang bahwa di balik tawa yang disuguhkan seorang komedian, sering kali tersimpan perjuangan yang amat kontras. Ia tetap optimis, menanti giliran rezekinya tiba sembari terus memacu motornya menembus kemacetan Jakarta.

Baca Juga  Polemik Pemindahan Ammar Zoni ke Nusakambangan: Tim Hukum Gugat Status High Risk ke Ditjen PAS
Tentang Penulis
Darman
Darman