Dilema Calvin Dores: Perjuangan Anak Musisi Legenda yang Terbentur Tembok Ijazah SD
Senin, 25 Mei 2026 13:04 WIB
Kabarmalam.com — Di balik nama besar sang ayah, mendiang musisi legendaris Deddy Dores, terselip sebuah narasi perjuangan hidup yang cukup getir dari putranya, Calvin Dores. Belakangan ini, publik dikejutkan dengan niatan Calvin yang ingin menjual kornea matanya senilai Rp 350 juta. Namun, di balik keputusan nekat tersebut, tersimpan realita pahit tentang sulitnya mencari nafkah di tengah keterbatasan latar belakang pendidikan formal.
Menepis Tudingan Sosok Pemalas
Menanggapi berbagai respons negatif dari netizen yang melabelinya sebagai sosok yang hanya mencari jalan pintas, Calvin Dores akhirnya angkat bicara. Pria yang kini bermukim di kawasan Tangerang Selatan ini menegaskan bahwa dirinya bukanlah orang yang hanya berpangku tangan. Selama ini, ia terus bergerak sebagai seorang self-employee atau pekerja jasa yang mengandalkan proyek demi proyek untuk menyambung hidup.
“Kerjaan gue itu bukan karyawan tetap. Gue bekerja di bidang jasa, jadi kalau proyeknya selesai baru dibayar,” ungkap Calvin saat ditemui tim Kabarmalam.com di kawasan Bintaro. Sayangnya, sistem kerja lepas ini membuat kondisi ekonomi keluarganya sangat fluktuatif, terutama dalam tiga bulan terakhir di mana ia mengaku sama sekali tidak mendapatkan pemasukan.
Tembok Tinggi Bernama Ijazah SD
Banyak yang mempertanyakan mengapa ia tidak mencari pekerjaan formal di perkantoran atau instansi. Jawaban yang diberikan Calvin cukup menohok: ia hanya mengantongi ijazah Sekolah Dasar (SD). Meski memiliki kemauan kuat untuk bekerja, bahkan sebagai sopir pribadi dengan gaji UMR atau pegawai honorer sekalipun, langkahnya selalu terganjal aturan administratif.
“Bagi yang mencibir dan bertanya ‘kenapa nggak kerja?’, coba carikan pekerjaan buat gue. Gue mau kerja, tapi masalahnya ijazah gue cuma SD. Bisa nggak lu tembusin?” tantangnya. Hal ini menjadi bukti nyata betapa sulitnya mengakses lowongan kerja formal di zaman sekarang tanpa modal pendidikan minimal SMA atau sederajat.
Bertahan Hidup dengan Berbagai Profesi
Sebelum mencapai titik nadir ini, Calvin telah melakoni berbagai peran mulai dari menciptakan lagu, menjadi calo kendaraan bermotor, hingga menjadi joki game online. Baginya, gengsi bukanlah prioritas selama ada uang halal yang bisa dibawa pulang. Namun, beban hidup terasa semakin berat karena ia juga harus menanggung biaya pengobatan sang ibu yang sedang berjuang melawan penyakit jantung.
Ia menggambarkan penghasilannya seperti bayangan yang tidak menentu. “Gaji gue itu abu-abu. Kalau lagi ada proyek, pendapatan gue bisa mengalahkan gaji manajer. Tapi kalau lagi nggak ada, ya benar-benar nol,” tuturnya dengan nada pasrah namun tetap tegar.
Visi Besar di Tengah Keterbatasan
Meski kini sedang diterjang badai ekonomi, Calvin Dores tidak ingin terus-menerus meratapi nasib. Ia memiliki mimpi besar untuk membangun sebuah bisnis mandiri, salah satunya di bidang jasa laundry. Harapannya sederhana namun mulia: ia ingin memiliki kestabilan finansial agar bisa memberikan kehidupan yang layak bagi anak dan istrinya, sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi rekan-rekannya yang bernasib serupa.
“Gue pengen punya sesuatu yang nyata, gue ingin menggerakkan usaha dan buka lapangan kerja buat teman-teman gue. Itu cita-cita besar gue yang sedang gue usahakan sekarang,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan.