Ratu Sofya Angkat Bicara: Di Balik Somasi HAS Pictures dan Tuntutan Hak yang Belum Terpenuhi
Minggu, 24 Mei 2026 05:33 WIB
Kabarmalam.com — Dunia hiburan Tanah Air kembali dihangatkan oleh kemelut hukum yang menyeret nama aktris muda berbakat, Ratu Sofya. Setelah sempat bungkam atas somasi yang dilayangkan oleh rumah produksi HAS Pictures, Ratu Sofya akhirnya memberikan klarifikasi melalui tim kuasa hukumnya. Ternyata, di balik tuduhan pengabaian promosi film, ada persoalan hak-hak profesional yang diklaim belum ditunaikan oleh pihak produser.
Polemik Hak Artis yang Terabaikan
Dede Rahmat, selaku kuasa hukum Ratu Sofya, mengungkapkan bahwa polemik ini bermula dari adanya poin-poin dalam perjanjian kerja sama yang belum dipenuhi oleh pihak HAS Pictures, rumah produksi yang diketahui milik Haldy Sabri dan Irish Bella. Dalam keterangannya di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Dede menegaskan bahwa kliennya hanya menuntut apa yang secara patut dan layak menjadi haknya sebagai seorang aktris.
“Prinsipnya, ada hak-hak klien kami yang hingga saat ini belum diterima. Sebagai profesional, tentu Ratu berhak mendapatkan apa yang telah disepakati dalam kontrak kerja tersebut,” ujar Dede Rahmat pada Sabtu malam (23/5/2026). Meski tidak merinci secara detail nominal atau persentase pembayaran yang masih tertunggak, pihak Ratu memastikan bahwa seluruh poin keberatan telah disampaikan secara resmi kepada pihak yang mengikat kerja sama dengan mereka.
Meluruskan Rumor Perseteruan dengan Orang Tua
Selain masalah profesional dengan rumah produksi, narasi yang berkembang di publik juga sempat menyudutkan Ratu Sofya terkait hubungannya dengan keluarga. Beredar kabar bahwa bintang muda ini melayangkan somasi kepada ibu kandungnya sendiri. Menanggapi hal tersebut, M. Risvan, anggota tim hukum Ratu lainnya, memberikan bantahan keras.
Risvan menjelaskan bahwa pihaknya memang mengirimkan surat, namun surat tersebut ditujukan kepada sang ayah sebagai pihak yang menandatangani kontrak kerja sama dengan PT HAS. Ia menegaskan bahwa surat itu bersifat korespondensi administratif, bukan sebuah ancaman hukum atau somasi sebagaimana yang ramai diberitakan.
“Kami ingin meluruskan bahwa tidak ada somasi kepada ibu kandung. Surat yang kami kirimkan sebanyak dua kali itu murni surat klarifikasi, tanpa ada embel-embel peringatan hukum atau teguran keras. Kabar bahwa Ratu mensomasi ibunya adalah informasi yang tidak benar dan sangat menyudutkan klien kami,” tegas Risvan kepada awak media.
Harapan untuk Perbaikan Pemberitaan
Pihak Ratu Sofya sangat menyayangkan narasi negatif yang terbentuk, seolah-olah sang artis sedang terlibat perang hukum dengan orang tua sendiri. Fokus utama mereka saat ini adalah meminta klarifikasi dan perbaikan berita dari pihak-pihak yang telah menyebarkan informasi keliru tersebut.
“Kami memohon agar publik dan rekan-rekan media menelaah kembali informasi yang ada. Jangan sampai ada prasangka buruk bahwa Ratu adalah anak yang tega melawan orang tuanya secara hukum. Untuk saat ini, langkah kami adalah meminta ralat atas pernyataan yang berulang tersebut, belum ada niatan untuk menempuh jalur hukum lebih jauh terkait fitnah ini,” tambah Risvan.
Akar Masalah: Promosi Film dan Isu Eksploitasi
Sebelumnya, HAS Pictures diketahui melayangkan somasi kepada Ratu Sofya karena sang aktris dianggap tidak kooperatif dalam menjalankan agenda promosi film terbarunya yang bertajuk ‘Dosa Penebusan’ atau ‘Pengampunan’. Di sisi lain, sempat beredar isu liar bahwa Ratu merasa mengalami eksploitasi oleh pihak keluarga dan menolak melakukan adegan intim tertentu dalam proses produksi film tersebut.
Melalui klarifikasi ini, pihak Ratu Sofya berharap publik dapat melihat permasalahan secara jernih dari dua sisi, yakni pemenuhan kewajiban profesional oleh rumah produksi dan perlindungan terhadap reputasi personal sang aktris di mata keluarganya.