Ikuti Kami
kabarmalam.com

Polemik Film ‘Dosa Penebusan’, HAS Pictures Buka Suara Soal Somasi Ratu Sofya: Urusan Keluarga Bukan Ranah Kami!

Darman | kabarmalam.com
Sabtu, 23 Mei 2026 10:34 WIB
Polemik Film 'Dosa Penebusan', HAS Pictures Buka Suara Soal Somasi Ratu Sofya: Urusan Keluarga Bukan Ranah Kami!

Kabarmalam.com — Panggung hiburan Tanah Air tengah dihebohkan oleh perselisihan antara aktris muda Safira Ratu Sofya dengan rumah produksi HAS Pictures. Ketegangan ini memuncak setelah pihak rumah produksi secara resmi melayangkan somasi terbuka terhadap sang aktris terkait komitmennya dalam mempromosikan proyek layar lebar terbaru berjudul film Dosa Penebusan (atau Pengampunan).

Polemik ini bermula ketika Ratu Sofya secara blak-blakan menyuarakan keberatannya terhadap beberapa bagian dalam film tersebut. Ia mengaku merasa tidak nyaman dengan apa yang ia sebut sebagai adegan intim selama proses syuting. Tak hanya itu, Ratu juga sempat mengklaim dirinya merasa dieksploitasi oleh pihak keluarga, sebuah situasi personal yang pada akhirnya membuatnya memutuskan untuk menarik diri dari rangkaian jadwal promosi film yang seharusnya ia jalani.

Baca Juga  Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi: Karyawan Alice Norin Selamat dari Maut, 15 Orang Dinyatakan Meninggal

Profesionalitas di Atas Masalah Pribadi

Menanggapi alasan yang dilontarkan Ratu, kuasa hukum HAS Pictures, Takwa, memberikan klarifikasi tegas. Baginya, konflik internal antara Ratu Sofya dan keluarganya sama sekali bukan tanggung jawab perusahaan. Pihak produksi merasa telah memenuhi semua hak aktris dan kini hanya menagih kewajiban yang tertunda.

“Artinya ketika ada masalah komunikasi, apa pun yang berkaitan terkait dengan hubungan keluarga, ayah-anak, ibu-anak, tidak ada beban kewajiban kami untuk itu. Itu bukan ranah kami untuk memasuki hal tersebut,” ujar Takwa dengan nada lugas saat ditemui awak media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Pihak HAS Pictures menekankan bahwa yang mereka tuntut hanyalah profesionalitas kerja sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak kerja sama yang telah ditandatangani kedua belah pihak. Sebelum langkah somasi ini diambil, pihak produksi mengklaim telah memberikan cukup ruang dan kesempatan bagi Ratu untuk menunjukkan tanggung jawabnya, namun tampaknya belum ada titik temu yang memuaskan.

Baca Juga  Perseteruan Panas Ratu Sofya dan HAS Pictures: Buntut Tolak Promo Film "Dosa Penebusan" dan Isu Adegan 17+

Bantahan Tudingan Pornografi dan Ancaman Jalur Hukum

Selain masalah absennya Ratu dalam promosi, Takwa juga menepis isu miring mengenai adanya unsur pornografi dalam film tersebut. Ia memastikan bahwa seluruh proses produksi hingga hasil akhir tayangan telah melewati pengawasan ketat dan mengikuti aturan perfilman yang berlaku di Indonesia.

“Jika berkaitan dengan hal-hal pornografi, kami tegaskan bahwa baik dalam produksi maupun penayangan nanti, tidak ada hal semacam itu. Kami sangat sadar bahwa pembuatan film ini harus menjunjung tinggi tata krama dan undang-undang yang telah ditetapkan terkait perfilman,” jelasnya lebih lanjut.

Kini, masa depan kerja sama ini berada di ujung tanduk. HAS Pictures menyatakan masih membuka pintu bagi Ratu Sofya untuk menunjukkan iktikad baik secara profesional. Namun, jika alasan pribadi terus dijadikan dalih untuk menghindari kewajiban kontrak, pihak rumah produksi menyatakan siap mempertimbangkan langkah ke jalur hukum yang lebih serius, termasuk menelaah adanya unsur pidana dalam persoalan ini.

Baca Juga  Babak Baru Kasus Dugaan Penistaan Agama: Pandji Pragiwaksono Tempuh Jalan Dialog, Suasana Berakhir Cair
Tentang Penulis
Darman
Darman