Ikuti Kami
kabarmalam.com

Klarifikasi Panas! Ibunda Ratu Sofya Bantah Anaknya Dipaksa Lakoni Adegan 17+ Demi Incar Cuan

Darman | kabarmalam.com
Sabtu, 23 Mei 2026 05:36 WIB
Klarifikasi Panas! Ibunda Ratu Sofya Bantah Anaknya Dipaksa Lakoni Adegan 17+ Demi Incar Cuan

Kabarmalam.com — Panggung hiburan Tanah Air kembali diguncang drama panas yang menyeret nama aktris muda Ratu Sofya. Kabar mengenai somasi yang dilayangkan oleh rumah produksi HAS Pictures, milik Haldy Sabri dan Irish Bella, kini menjadi bola salju yang kian membesar. Persoalan ini bermula dari penolakan Ratu untuk terlibat dalam promosi film terbarunya, ‘Dosa Penebusan’, yang berbuntut pada tudingan miring mengenai eksploitasi keluarga.

Merespons kegaduhan yang terjadi di dunia hiburan tersebut, sang ibunda, Intan Masthura, akhirnya muncul ke permukaan untuk meluruskan narasi yang dianggap menyudutkan keluarganya. Ia secara tegas membantah klaim yang menyebut Ratu dipaksa melakoni adegan dewasa hanya demi memenuhi kebutuhan finansial keluarga besarnya.

Titik Terang di Balik Layar: Kesepakatan Soal Body Double

Polemik ini semakin meruncing setelah pengakuan Ratu Sofya di sebuah podcast viral. Dalam keterangannya, Ratu mengisyaratkan ketidaknyamanan terhadap adegan intim dalam film tersebut. Namun, pihak HAS Pictures melalui perwakilannya, Reza Aditya, memberikan pembelaan bahwa segala proses produksi telah dijalankan secara profesional.

Baca Juga  Ratu Sofya Angkat Bicara: Di Balik Somasi HAS Pictures dan Tuntutan Hak yang Belum Terpenuhi

Intan Masthura menjelaskan bahwa pada awalnya, sang ayah memang sempat menaruh keberatan setelah membaca sinopsis film. “Awalnya papanya memang tidak setuju karena ada gambaran adegan yang dirasa kurang pas. Namun, setelah dijelaskan bahwa akan digunakan body double (pemeran pengganti) demi kenyamanan, akhirnya kami luluh,” ungkap Intan saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Intan menekankan bahwa keputusan untuk mengambil proyek film Indonesia ini juga didasari oleh keinginan Ratu sendiri yang merasa jatuh cinta pada naskahnya. “Ratu sendiri yang bilang, ‘Ma, ceritanya bagus banget.’ Kami melihat ada pesan moral yang kuat di dalamnya, jadi bukan semata-mata soal uang,” tambahnya.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Tsaqib, Musisi Muda Berbakat yang Resmi Meminang Zara Adhisty

Tudingan Eksploitasi Finansial: Realita atau Sekadar Drama?

Salah satu poin paling krusial yang memicu perdebatan publik adalah pengakuan Ratu Sofya mengenai beban finansial keluarga. Ratu sempat menyebut bahwa dirinya harus bekerja keras demi membiayai kuliah hingga pengobatan anggota keluarga lainnya, sementara hasil jerih payahnya dikelola sepenuhnya oleh orang tua.

Menanggapi hal tersebut, Intan Masthura dengan tenang memberikan sanggahan. Ia mengklaim memiliki bukti-bukti kuat bahwa tidak ada pemaksaan dalam setiap kontrak kerja yang ditandatangani. “Kalau dibilang kami memaksa dia demi uang ratusan juta, itu bohong. Saya punya dokumentasi setiap kali dia syuting atau press conference. Dia menjalaninya dengan senang hati saat itu,” tegas Intan.

HAS Pictures Terkejut dengan Perubahan Sikap Ratu

Di sisi lain, pihak rumah produksi merasa kecolongan dengan perubahan sikap sang aktris saat memasuki masa promosi. Co-Produser HAS Pictures, Putri, menyatakan bahwa selama proses syuting hingga pemotretan poster, tidak pernah ada keluhan berarti dari pihak Ratu Sofya.

Baca Juga  Perseteruan Panas Ratu Sofya dan HAS Pictures: Buntut Tolak Promo Film "Dosa Penebusan" dan Isu Adegan 17+

“Kami syok saat melihat pengakuannya di podcast. Selama reading hingga take suara, semuanya berjalan lancar. Bahkan adegan yang dipermasalahkan itu sebenarnya tidak vulgar, masih mengenakan pakaian lengkap dan tidak ada adegan ciuman,” jelas Putri. Ketegangan ini memuncak ketika Ratu mulai mengabaikan kewajibannya untuk mempromosikan film di media sosial, yang akhirnya memicu somasi artis dari pihak produksi.

Hingga kini, publik masih menanti bagaimana kelanjutan konflik antara bintang muda ini dengan rumah produksi yang membesarkan namanya. Akankah ada jalan tengah, ataukah perselisihan ini akan berujung di meja hijau? Satu yang pasti, kabar ini telah menjadi pelajaran berharga bagi industri kreatif mengenai pentingnya komunikasi antara pemain, manajemen, dan keluarga.

Tentang Penulis
Darman
Darman