Bukan Soal Harga, Ustaz Solmed Maknai Kurban 2026 Sebagai Wujud Syukur Tanpa Batas
Rabu, 20 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 2026, kediaman Ustaz Soleh Mahmud atau yang lebih populer dengan nama Ustaz Solmed tampak dipenuhi atmosfer keberkahan. Bersama sang istri tercinta, April Jasmine, sang pendakwah kondang ini kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan ibadah kurban dengan penuh totalitas.
Tahun ini, jumlah hewan kurban yang disiapkan keluarga Solmed kembali menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak empat ekor sapi pilihan telah disiapkan untuk prosesi penyembelihan. Namun, ada sentuhan narasi yang berbeda pada tahun ini; Ustaz Solmed tidak hanya mendaftarkan anggota keluarganya saja, tetapi ia juga memasukkan nama para karyawannya ke dalam daftar kurban sebagai bentuk apresiasi dan rasa kekeluargaan yang mendalam.
Ibadah Tanpa Sekat Anggaran
Ditemui di kawasan Jatiasih, Pondok Gede, Bekasi, pada Selasa (19/5/2026), Ustaz Solmed memberikan pandangan menarik saat disinggung mengenai besaran anggaran yang ia gelontorkan untuk keempat sapi kurban tersebut. Alih-alih memaparkan rincian nominal secara matematis, ia lebih memilih menekankan pada aspek kualitas dan ketulusan.
“Harga kita yang penting nggak murahan dah,” ungkapnya sembari melempar tawa khasnya. Kalimat santai namun bermakna ini mengisyaratkan bahwa dalam urusan ibadah kepada Sang Pencipta, ia ingin mempersembahkan yang terbaik dari yang ia miliki.
Sang istri, April Jasmine, turut memberikan komentar ringan yang mencairkan suasana. Menurutnya, yang paling utama adalah kemudahan dalam menunaikan kewajiban tersebut. “Yang penting kebayar. Ekonomis,” tuturnya sembari mendampingi sang suami.
Niat dan Kemampuan Sebagai Landasan Utama
Bagi Ustaz Solmed, berkurban bukan sekadar rutinitas tahunan atau ajang pamer jumlah ternak. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mematok batasan khusus terkait anggaran belanja hewan kurban. Filosofi yang ia pegang teguh adalah keselarasan antara kemauan hati dan kemampuan finansial yang telah dititipkan Tuhan kepadanya.
“Asal mampu saja deh. Kan kalau kurban itu yang penting punya kemauan dan kemampuan. Dan soal jumlah itu pasti balik lagi bagaimana kita dengan kemampuan dan kemauan kita,” jelasnya secara mendalam mengenai makna ibadah kurban.
Ia pun memanjatkan doa agar segala niat baik yang telah direncanakan dapat terlaksana tanpa hambatan. “Paling tidak ada sunah yang kita jalankan ya, berkurban di tahun ini. Alhamdulillah, mudah-mudahan kesampaian. Sapinya nyampe, niatnya nyampe,” tambahnya dengan penuh harap.
Momen Idul Adha dan Kedewasaan Sang Buah Hati
Meski persiapan kurban tahun ini terasa lebih besar, ada nuansa berbeda yang dirasakan oleh keluarga Solmed. Ia mengungkapkan bahwa kemungkinan besar anak-anaknya tidak bisa menyaksikan prosesi kurban di rumah secara langsung. Hal ini dikarenakan putra-putranya sedang fokus menimba ilmu di pondok pesantren.
Kendati ada jarak fisik dengan anak-anak, Ustaz Solmed merasa esensi hari raya tetap sama. Kedewasaan dan kemandirian anak-anak di pesantren justru menjadi bagian dari rasa syukur yang ia rayakan tahun ini. “Kalau perbedaan yang lain, ya enggak ada beda kecuali tahunnya yang beda,” pungkasnya menutup perbincangan.