Ikuti Kami
kabarmalam.com

Eksklusif! Pesulap Merah Bongkar Sisi Lain Gunung Kawi: Blak-blakan Kuncen Soal Nama Artis hingga Politisi

Darman | kabarmalam.com
Selasa, 19 Mei 2026 15:34 WIB
Eksklusif! Pesulap Merah Bongkar Sisi Lain Gunung Kawi: Blak-blakan Kuncen Soal Nama Artis hingga Politisi

Kabarmalam.com — Sosok Marcel Radhival, yang lebih akrab disapa Pesulap Merah, kembali mengguncang jagat maya lewat investigasi terbarunya. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada kawasan Gunung Kawi, sebuah lokasi yang selama puluhan tahun menyandang reputasi mistis terkait ritual kekayaan atau pesugihan. Kabar ini menjadi viral setelah Marcel mengunggah konten yang menyeret sejumlah nama figur publik papan atas dalam lingkaran aktivitas di gunung tersebut.

Penelusuran di Balik Kabut Mistis Gunung Kawi

Langkah Marcel menuju Gunung Kawi bukanlah tanpa alasan. Ia mengaku mendapatkan gelombang permintaan dari netizen yang penasaran sekaligus resah dengan praktik yang kerap dikaitkan dengan pesugihan. Berbekal kamera dan keberanian untuk bertanya, Marcel pun menemui sosok kunci di sana: sang kuncen.

Ada hal menarik yang ditemukan Marcel saat berdialog langsung dengan sang penjaga tradisi. Berbeda dengan narasumber pada umumnya yang sering menggunakan inisial, kuncen di Gunung Kawi tersebut justru berbicara sangat lugas. Tanpa ragu, sang kuncen menyebutkan nama-nama tokoh besar yang pernah menginjakkan kaki di sana untuk tujuan tertentu.

Baca Juga  Kisah Haru Vicky Shu Lawan Body Shaming: Sempat Menepi dari TV demi Kesehatan Mental

“Luar biasanya, kuncen ini memang tidak menggunakan inisial sama sekali saat ditanya. Dia sangat ceplas-ceplos menyebutkan siapa saja yang datang,” ungkap Marcel saat ditemui awak media di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini. Ia juga menambahkan bahwa setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, kuncen tersebut memang konsisten menyebutkan nama-nama yang sama dalam berbagai sesi wawancara dengan pembuat konten lainnya.

Menepis Isu Liar dan Meluruskan Sudut Pandang

Salah satu nama yang sempat mencuat dan menjadi perbincangan hangat adalah Sarwendah. Namun, Marcel menegaskan bahwa kehadirannya di sana murni untuk edukasi dan memenuhi rasa penasaran publik, bukan untuk menyudutkan pihak tertentu. Ia mencoba membedah apakah kedatangan para selebritas tersebut benar-benar untuk mencari pesugihan yang identik dengan hal-hal gaib yang mengerikan.

Baca Juga  Perseteruan Erin Taulany dan Mantan ART: Antara Peluang Damai dan Tekad Melanjutkan Proses Hukum

Menurut pandangan Marcel, ritual yang ada di Gunung Kawi sebenarnya lebih condong pada tradisi kepercayaan Kejawen, bukan sekadar ritual pemanggilan makhluk halus atau jin untuk kekayaan instan. Meski demikian, sebagai seorang muslim, Marcel tetap memberikan batasan tegas dalam menyikapi fenomena tersebut.

  • Perspektif Keyakinan: Marcel menyatakan bahwa dalam ajaran Islam, jalan untuk memperlancar rezeki sudah diatur melalui cara yang mulia seperti bersedekah, berkurban, hingga menjalankan ibadah haji dan umrah.
  • Fakta Lapangan: Kehadiran tokoh publik di lokasi keramat sering kali berkaitan dengan upaya mencari ‘berkah’ secara tradisional yang sudah mengakar dalam budaya lokal tertentu.

Tak Hanya Artis, Nama Politisi Turut Terseret

Bukan rahasia lagi jika Gunung Kawi sering kali menjadi magnet bagi mereka yang mengejar ambisi duniawi. Tak berhenti di kalangan artis, sang kuncen juga membisikkan bahwa banyak politisi yang kerap datang berkunjung, terutama saat suhu politik mulai memanas menjelang musim pemilihan.

Baca Juga  Citra Warnerin Ungkap Haru dan Makna 'Letting Go' Lewat Single Terbaru 'Kini Kau Dewasa'

“Nama politisi juga disebut. Biasanya kalau sudah mau pemilihan, banyak sekali yang datang ke sana,” tutur Marcel menutup pembicaraan. Penelusuran ini setidaknya memberikan gambaran baru bahwa fenomena Gunung Kawi tetap menjadi daya tarik bagi berbagai kalangan, mulai dari mereka yang sekadar ingin tahu hingga mereka yang mencari ketenangan batin lewat jalur tradisi.

Melalui konten ini, Kabarmalam.com melihat upaya Marcel untuk tetap konsisten pada misinya: membongkar mitos dengan logika, sembari tetap menghormati realitas sosial yang ada di tengah masyarakat Indonesia.

Tentang Penulis
Darman
Darman