Duka di Balik Layar Kaca: Dede Sunandar Blak-blakan Soal Isu KDRT dan Keputusan Talak Tiga
Jumat, 15 Mei 2026 15:33 WIB
Kabarmalam.com — Badai rumah tangga kini tengah menerjang komedian Dede Sunandar. Setelah sekian lama tersimpan rapat, tabir mengenai konflik domestik hingga tuduhan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang melibatkan istrinya, Karen Hertatum, akhirnya terkuak ke publik. Dede pun angkat bicara memberikan klarifikasi mengenai kondisi terkini mahligai pernikahannya yang berada di ujung tanduk.
Ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Dede tidak menampik adanya gesekan dalam hubungannya. Namun, ia memberikan penegasan bahwa isu KDRT yang kembali mencuat sebenarnya adalah cerita lama yang kembali dipantik oleh luka hati sang istri. Menurut Dede, Karen sengaja mengungkit kembali masa lalu tersebut karena masih merasakan kekecewaan yang mendalam.
Luka Lama yang Kembali Terbuka
Dede menyadari bahwa perasaan terluka istrinya bukanlah tanpa alasan. Ia memilih untuk bersikap ksatria dan tidak ingin memperkeruh suasana dengan bantahan yang defensif. “Itu sudah lama sekali, kejadian KDRT itu sudah masa lalu. Mungkin karena dia masih merasa sakit hati, akhirnya diungkit lagi ke permukaan,” ungkap Dede dengan nada pasrah saat memberikan keterangan kepada awak media.
Meski dihantam isu miring termasuk selentingan perselingkuhan, Dede memilih untuk tetap fokus pada perbaikan diri. Ia mengaku ingin memprioritaskan karier dan kelangsungan hidupnya di masa depan, meskipun bayang-bayang kegagalan rumah tangga kini tampak jelas di depan mata.
Keputusan Berat: Talak Tiga Telah Terucap
Kabar yang paling mengejutkan adalah pengakuan Dede mengenai status hubungannya secara agama. Dede mengungkapkan bahwa dirinya telah menjatuhkan talak tiga kepada Karen Hertatum. Keputusan drastis ini diambil setelah dirinya merasa komunikasi dengan sang istri menemui jalan buntu.
Dede mengaku tidak sembarangan dalam mengambil langkah ini. Ia sempat melakukan konsultasi dengan seorang ustaz untuk memahami implikasi hukum Islam terkait ucapan talak tersebut. “Betul, sudah talak tiga. Awalnya dia memang tidak mau bertemu. Tapi setelah akhirnya bisa bertatap muka, ya sudah, semua sudah saya ucapkan langsung di depan dia,” jelasnya mengenai isu rumah tangga yang sedang ia hadapi.
Pasrah Menghadapi Masa Depan
Melihat kondisi sang istri yang tampaknya sudah mencapai titik jenuh, Dede memilih untuk tidak memaksakan kehendak. Ia menyadari bahwa kelelahan emosional yang dialami Karen mungkin menjadi faktor utama retaknya keharmonisan mereka. Baginya, kenyamanan dan keinginan Karen adalah hal yang kini ia hormati, meskipun itu berarti mereka harus menempuh jalan masing-masing.
“Saya kembalikan lagi semuanya ke dia. Mungkin dia sudah merasa lelah menghadapi saya, ya saya bisa apa? Kondisinya memang sudah seperti itu,” tutup Dede sembari mengisyaratkan bahwa perceraian mungkin menjadi solusi terakhir dari konflik panjang yang mereka alami.