Ikuti Kami
kabarmalam.com

Prahara Rumah Tangga Dede Sunandar: Isak Tangis Karen Ungkap Luka KDRT dan Kekecewaan Mendalam

Darman | kabarmalam.com
Jumat, 15 Mei 2026 07:35 WIB
Prahara Rumah Tangga Dede Sunandar: Isak Tangis Karen Ungkap Luka KDRT dan Kekecewaan Mendalam

Kabarmalam.com — Panggung hiburan tanah air kembali diguncang kabar pilu dari mahligai rumah tangga pelawak Dede Sunandar. Setelah sekian lama memendam prahara, sang istri, Karen, akhirnya memberanikan diri untuk bersuara mengenai kondisi hubungan mereka yang kini berada di ujung tanduk akibat dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Komunikasi yang Tersisa Hanya Demi Buah Hati

Meski badai sedang menerjang, Karen menegaskan bahwa pintu komunikasi dengan Dede tidak sepenuhnya tertutup. Namun, pembicaraan di antara keduanya kini tak lagi hangat seperti dulu. Fokus utama mereka saat ini hanyalah keberlangsungan hidup dan kebahagiaan anak-anak mereka.

“Masih kok. Kalau buat anak-anak, kita tetap menjalin komunikasi keluarga. Kita hanya membahas soal kebutuhan dan hal-hal terkait anak saja,” ungkap Karen dengan nada getir saat ditemui di kawasan Trans TV, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Baca Juga  Babak Baru Kasus Dugaan Penistaan Agama: Pandji Pragiwaksono Tempuh Jalan Dialog, Suasana Berakhir Cair

Saat disinggung mengenai kelanjutan status pernikahan mereka, Karen tampak enggan memberikan jawaban pasti. Ia memilih untuk menyerahkan segalanya kepada waktu dan proses yang sedang berjalan. “Ya, kalau soal hubungan ke depannya, mungkin nanti biarkan dia yang menyelesaikan,” tambahnya singkat.

Luka di Balik 12 Tahun Pernikahan

Dalam kesempatan tersebut, suasana berubah menjadi emosional. Karen berkali-kali tertangkap kamera sedang menahan isak tangis saat mengenang perjalanan panjang 12 tahun membina rumah tangga artis bersama sang komedian. Yang paling menyakitkan bagi Karen bukanlah sekadar perselisihan, melainkan rasa kesepian karena tidak mendapatkan pembelaan dari pihak keluarga Dede.

“Banyak sekali perilaku dia yang selama ini aku tutup-tutupi demi menjaga nama baiknya. Namun ternyata, dia malah menjelekkan aku di belakang. Tidak ada yang membela aku saat aku dipojokkan oleh keluarganya,” ucap Karen dengan suara yang bergetar hebat, menggambarkan betapa dalam luka batin yang ia rasakan.

Baca Juga  Kisah di Balik Transformasi Angela Tee: Pertaruhkan Tulang Iga Lewat Operasi Plastik Demi Pertahankan Rumah Tangga

Pengakuan Dede Sunandar: Emosi yang Tak Terkendali

Di sisi lain, Dede Sunandar tidak menampik tudingan miring tersebut. Pelawak berusia 35 tahun itu secara terbuka mengakui pernah melakukan tindakan kasar terhadap istrinya. Namun, ia berdalih bahwa peristiwa tersebut terjadi beberapa tahun silam dan dipicu oleh sebuah insiden yang membakar emosinya.

“Betul, memang itu terjadi. Tapi itu sudah beberapa tahun yang lalu. Saat itu saya sedang emosi. Pemicunya karena dia membawa teman laki-lakinya dan ada aktivitas minum-minuman keras di rumah,” klaim Dede saat memberikan klarifikasi di media lain.

Dede merasa tidak dihargai sebagai kepala rumah tangga saat mendengar kabar tersebut ketika dirinya sedang bekerja di luar kota. Meski begitu, ia menyadari bahwa kekerasan bukanlah solusi. “Intinya, saya tahu KDRT itu salah dan tidak bisa dibenarkan. Saya mengaku salah dan sudah meminta maaf secara langsung kepada Karen,” tegas pelawak indonesia tersebut.

Baca Juga  Polemik Rumah Kemang Berakhir, Niko Al Hakim dan Rachel Vennya Sepakati Penjualan Aset Senilai Rp 4,1 Miliar

Upaya Rekonsiliasi yang Masih Menggantung

Dede mengaku telah mencoba menempuh jalur kekeluargaan untuk memperbaiki keadaan. Ia mengklaim sudah menemui orang tua Karen untuk memohon maaf atas segala kekhilafannya selama ini.

“Saya sudah minta maaf ke keluarganya, sudah menyerahkan semuanya ke pihak keluarga juga. Komunikasi dengan istri pun sudah saya coba, meski baru lewat telepon. Keinginan saya adalah bertemu langsung untuk bicara baik-baik, tapi sepertinya dia masih butuh waktu,” pungkas Dede. Kini, publik hanya bisa menunggu apakah pernikahan yang sudah berjalan lebih dari satu dekade ini bisa diselamatkan atau justru harus berakhir di meja hijau.

Tentang Penulis
Darman
Darman