Dibalik Mundurnya Jon Mathias dari Tim PK Ammar Zoni: Antara Strategi dan Realita Hukum
Kamis, 14 Mei 2026 16:33 WIB
Kabarmalam.com — Babak baru perjalanan hukum Ammar Zoni pasca-putusan inkrah dalam kasus penyalahgunaan zat terlarang yang keempat kalinya kini diwarnai oleh ketegangan internal di tim pembela. Jon Mathias, advokat senior yang telah mendampingi sang aktor sejak awal, secara terbuka menyatakan keberatannya terhadap rencana pengajuan Peninjauan Kembali (PK) yang dinilai terlalu gegabah.
Perbedaan pandangan ini muncul setelah pengacara baru, Krisna Murti, berambisi untuk segera melayangkan memori PK ke Mahkamah Agung. Namun, bagi Jon Mathias, langkah tersebut merupakan manuver berisiko tinggi yang justru dapat menutup celah keadilan bagi kliennya di masa mendatang jika tidak dipersiapkan dengan amunisi hukum yang mumpuni.
Analogi ‘Kuburan Merah’ dan Minimnya Novum
Jon Mathias menekankan bahwa syarat fundamental dalam mengajukan PK adalah adanya Novum atau bukti baru yang belum pernah dihadirkan dalam persidangan sebelumnya. Tanpa adanya bukti yang benar-benar segar dan kuat, upaya hukum luar biasa ini dianggapnya hanya akan menjadi kesia-siaan.
“Saya belum melihat adanya bukti baru tersebut. Ibarat seseorang yang baru saja meninggal dunia, kuburannya pun masih merah, tapi sudah ingin mengambil langkah yang terburu-buru. Itulah alasan mengapa saya memutuskan untuk tidak ikut bergabung dalam tim PK jika dipaksakan dalam waktu dekat,” ungkap Jon Mathias dengan nada filosofis.
Prediksi Peluang Keberhasilan yang Tipis
Berdasarkan pengalamannya menangani berbagai perkara, Jon memprediksi peluang keberhasilan Peninjauan Kembali Ammar Zoni saat ini tidak lebih dari 10 persen. Ia juga menyoroti argumen ‘kekhilafan hakim’ yang sering kali menjadi senjata utama dalam PK, namun faktanya sangat jarang dikabulkan oleh hakim jika tidak didukung oleh fakta-fakta hukum yang objektif.
Keteguhan Jon pada prinsip hukumnya membuat ia memilih untuk menarik diri dari koordinasi tim PK. Ia lebih memilih untuk bersikap realistis daripada memaksakan strategi hukum yang menurutnya belum memiliki fondasi kuat untuk memenangkan hati majelis hakim.
Amanat Keluarga: Fokus Memburu Bandar Utama
Meskipun menarik diri dari urusan PK, Jon Mathias tidak sepenuhnya meninggalkan kepentingan hukum keluarga Ammar Zoni. Saat ini, ia justru memfokuskan energinya untuk menindaklanjuti permintaan pihak keluarga guna mendesak aparat kepolisian agar lebih progresif dalam mengejar bandar utama yang menjadi sumber masalah dalam kasus narkoba Ammar.
Di sisi lain, rencana pengajuan PK dikabarkan tetap berjalan di bawah kendali tim hukum yang baru. Publik kini menanti, apakah langkah berani yang diragukan oleh Jon Mathias ini akan membuahkan hasil bagi nasib Ammar Zoni, atau justru akan menguatkan putusan yang sudah ada.