Jeritan Hati Ammar Zoni dari Balik Sel Nusakambangan: “Gue Enggak Sanggup”
Selasa, 12 Mei 2026 05:34 WIB
Kabarmalam.com — Kabar memprihatinkan datang dari balik jeruji besi Lapas Nusakambangan. Kondisi psikologis aktor Ammar Zoni dikabarkan tengah berada di titik terendah setelah dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan dengan tingkat keamanan super ketat tersebut. Penempatan di fasilitas yang dikenal sebagai ‘Pulau Kematian’ ini memicu kekhawatiran mendalam bagi pihak keluarga yang melihat adanya perubahan drastis pada mental sang bintang.
Trauma Berat di Sel Isolasi
Adik kandung Ammar, Panji Zoni, mengungkapkan bahwa kakaknya mengalami guncangan mental yang hebat. Kesunyian dan ketatnya pengawasan di Nusakambangan ternyata memberikan tekanan psikologis yang tak terbayangkan bagi pemain sinetron 7 Manusia Harimau tersebut. Dalam sebuah pertemuan emosional sebelum pemindahan mendadak dilakukan, Ammar sempat membisikkan keputusasaannya.
“Bang Ammar bilang ke saya, ‘Gue gak sanggup’. Saya jujur sangat khawatir sekali dengan kondisi mental abang saya saat ini,” ujar Panji Zoni saat memberikan keterangan dalam konferensi pers di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Ungkapan singkat tersebut seolah menggambarkan betapa beratnya beban batin yang harus dipikul Ammar di dalam sel isolasi yang sangat terbatas.
Siksaan Kegelapan dan Minimnya Interaksi
Kondisi kesehatan mental Ammar kian menjadi sorotan tajam bagi Kamelia, kekasihnya yang juga merupakan seorang dokter. Ia menyoroti kebijakan one man one cell atau satu sel untuk satu orang yang kini dihuni Ammar. Menurutnya, bagi seorang yang memiliki riwayat ketergantungan narkotika, isolasi total dalam ruangan gelap justru menjadi bumerang yang menghancurkan proses pemulihan batin.
“Bayangkan, dia hanya berada di tengah kegelapan dengan penerangan lampu yang hanya dua sampai lima watt saja. Yang dia lihat hanya tembok setiap hari. Bagaimana orang tidak trauma?” tutur Kamelia dengan nada getir. Ia menyayangkan penempatan Ammar di kategori high risk, karena khawatir sang aktor akan merasa putus asa dan kehilangan semangat hidup.
Kritik Atas Kebijakan Penahanan Pecandu
Pihak kuasa hukum Ammar Zoni, Krisna Murti, menegaskan bahwa kliennya bukanlah seorang kriminal berbahaya, melainkan seorang penyintas yang sedang sakit. Ia mengkritik keras kebijakan menempatkan pecandu di lapas super maksimum yang dianggap tidak akan menyelesaikan akar permasalahan penyalahgunaan narkotika.
“Artinya begini, ini adalah orang sakit. Kalau orang sakit itu seharusnya diobati, bukan sekadar dikurung tanpa penanganan medis yang tepat,” tegas Krisna. Hal senada disampaikan Kamelia, yang menekankan bahwa Ammar membutuhkan dukungan moral dan spiritual dari orang-orang terdekatnya agar bisa benar-benar sembuh dari jerat kecanduan, bukan justru diasingkan dalam kesendirian yang mencekam.
Sebagai informasi, Ammar Zoni saat ini tengah menjalani masa hukuman tujuh tahun penjara ditambah denda Rp 1 miliar. Putusan ini dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat setelah ia terjerat kasus narkotika untuk keempat kalinya pada Desember 2023 lalu di sebuah apartemen di kawasan Serpong. Kini, di balik tembok kokoh Nusakambangan, Ammar harus berjuang melawan traumanya sendiri di tengah sunyinya malam.