Aditya Zoni Ungkap Kerinduan pada Buah Hati Ammar Zoni di Tengah Vonis Berat Sang Kakak
Rabu, 13 Mei 2026 11:34 WIB
Kabarmalam.com — Gelombang ujian tampaknya belum benar-benar mereda bagi keluarga Zoni. Setelah vonis tujuh tahun penjara resmi dijatuhkan kepada Ammar Zoni terkait kasus peredaran narkoba di Rutan Salemba, sang aktor kini harus menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan yang dikenal ketat. Di tengah situasi pelik ini, sang adik, Aditya Zoni, memberikan gambaran mengenai hubungannya dengan kedua keponakannya yang kini berada di bawah asuhan Irish Bella.
Aditya secara terbuka mengakui bahwa kesibukan dan situasi yang terjadi membuatnya sudah cukup lama tidak bertatap muka dengan kedua anak Ammar, yakni Air Rumi dan Amala. Meski jarak fisik memisahkan, ia menegaskan niat tulusnya untuk segera menjalin kembali silaturahmi dengan anak-anak dari mantan kakak iparnya tersebut.
Kerinduan Seorang Paman dan Posisi Ayah yang Tak Tergantikan
Saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Aditya mengungkapkan bahwa kerinduan untuk bertemu adalah hal yang manusiawi. Namun, ia juga sangat sadar akan posisi emosional anak-anak terhadap ayahnya yang kini jauh dari jangkauan.
“Belum sih, belum ketemu sampai saat ini. Tapi nanti insyaallah pengin banget ketemu lah,” ujar Aditya dengan nada optimis. Ia menambahkan sebuah refleksi yang cukup dalam mengenai sosok ayah bagi anak-anak tersebut, “Yang mau dilihat sama anaknya kan bapaknya, bukan om-nya kan? Jadi pastilah kalau misalkan ponakan, tetaplah gimana caranya nanti kalau ada waktu dan tidak ada kerjaan, saya pengin ke sana ketemu Air sama Amala.”
Ketidakhadiran sosok Ammar Zoni di sisi buah hatinya tentu menjadi beban emosional yang berat bagi keluarga besar. Aditya tak menampik bahwa terakhir kali ia bersua dengan para keponakannya itu sudah lewat waktu yang sangat lama, sehingga keinginan untuk berkunjung kini menjadi prioritas di sela-sela jadwalnya yang padat.
Dukungan Tanpa Syarat untuk Sang Kakak di Nusakambangan
Meskipun Ammar Zoni harus berhadapan dengan konsekuensi hukum yang sangat berat, Aditya Zoni menegaskan bahwa ia dan adiknya, Panji, tidak akan pernah meninggalkan sang kakak sendirian dalam masa-masa sulitnya. Baginya, ikatan darah adalah segalanya, dan dukungan moral adalah hal minimal yang bisa mereka berikan saat ini.
“Yang namanya abang itu, baik buruknya tetap abang kita. Tetap kita bela. Mau dia salah, mau dia benar, itu abang kita,” tegas Aditya. Namun, ia meluruskan bahwa pembelaan yang dimaksud bukanlah membenarkan kesalahan tindakan kriminalnya, melainkan bentuk pendampingan keluarga agar sang kakak tidak terpuruk lebih jauh selama menjalani masa hukuman di Nusakambangan.
Pesan Moral: Pelajaran Pahit dari Kasus Narkoba
Menutup pembicaraan, Aditya berharap agar peristiwa kelam yang menimpa kakaknya bisa menjadi cermin bagi masyarakat luas, khususnya generasi muda di Indonesia. Ia ingin kasus ini menjadi bukti nyata betapa destruktifnya pengaruh narkotika terhadap masa depan, karier, dan terutama keutuhan sebuah keluarga.
“Jadikanlah kasus Bang Ammar ini sebagai contoh. Contoh nyata bagaimana narkoba itu bisa menghancurkan keluarga kalian. Jadi buat generasi muda, jauhi narkoba. Jangan pernah berani-berani untuk mendekati barang-barang haram seperti itu,” pungkasnya sebagai sebuah pesan peringatan yang kuat sekaligus bentuk kepeduliannya terhadap sesama.