Vonis 7 Tahun Ammar Zoni: Kekecewaan Sang Ibu Angkat hingga Misteri ‘Drama’ di Balik Jeruji Besi
Selasa, 28 Apr 2026 07:33 WIB
Kabarmalam.com — Ketukan palu hakim yang menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara bagi Ammar Zoni menyisakan luka mendalam bagi orang-orang terdekatnya. Tidak hanya soal durasi hukuman dan denda fantastis sebesar Rp 1 miliar, namun ada tabir kekecewaan dan dugaan skenario di balik layar yang kini mulai terungkap ke publik.
Dokter Kamelia bersama ibu angkat Ammar, Titi Haryati, tak mampu menyembunyikan rasa sesak mereka setelah mendengar putusan tersebut. Saat ditemui di Studio Trans TV, Jakarta Selatan, Senin (26/4/2026), raut wajah Titi menggambarkan ketidakpercayaan. Baginya, hasil persidangan tersebut jauh dari ekspektasi rasa keadilan yang selama ini mereka perjuangkan.
Antara Korban dan Pengedar: Sebuah Ironi Hukum
Titi Haryati menegaskan bahwa kasus narkoba yang menjerat Ammar seharusnya dilihat dari kacamata kemanusiaan. Ia bersikeras bahwa Ammar adalah seorang penyalahguna yang membutuhkan bantuan medis, bukan seorang bandar yang layak mendekam di penjara seketat Nusakambangan. Menurutnya, pemulihan melalui rehabilitasi adalah jalan keluar yang paling tepat bagi seorang korban ketergantungan.
“Keputusannya memang sudah keluar, tapi jujur aku sangat kecewa karena ini sama sekali tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ungkap Kamelia dengan nada getir. Mereka merasa status Ammar telah disalahpahami oleh sistem hukum, menggeser posisinya dari korban menjadi sosok yang seolah-olah memiliki peran besar dalam peredaran narkotika.
Dugaan Intimidasi dan Pembatasan Informasi
Narasi persidangan Ammar Zoni ternyata tidak sesederhana yang terlihat di permukaan. Titi membongkar adanya ‘drama’ yang terjadi di balik jeruji besi. Ia mencium adanya upaya sistematis untuk mengisolasi Ammar dari pihak-pihak tertentu. Titi bercerita bahwa pada awal Maret lalu, pihak penasihat hukum sempat menyatakan bahwa hanya pengacara dan Aditya Zoni yang diperbolehkan memberikan pernyataan kepada media.
“Tiba-tiba muncul pesan bahwa yang boleh bicara ke media dibatasi. Ini ada apa? Kenapa komunikasiku dengan dokter yang mendampingi Ammar juga coba diputus?” tanya Titi dengan penuh keheranan. Situasi ini memicu kecurigaan adanya pihak-pihak yang ingin menyetir opini publik terkait kasus ini.
Ancaman Lewat Pesan Singkat: “Akan Memberesi Saya”
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Titi mengungkap adanya ancaman yang ia terima melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp. Pesan gelap tersebut berisi narasi yang mengintimidasi keselamatan dirinya dan dokter Kamelia. Kata-kata seperti “memberesi” menjadi teror psikis yang nyata bagi mereka.
“Ada pesan yang bilang akan memberesi saya dan dokter. Apa maksudnya? Mau menyingkirkan saya? Mau membunuh saya? Hal-hal seperti ini sangat tidak dibenarkan,” tegas Titi dengan nada bergetar. Meski berada di bawah tekanan, Titi memilih untuk tetap tenang dan menyerahkan bukti-bukti tersebut kepada tim kuasa hukumnya demi perlindungan hukum.
Masa Depan Ammar Zoni dan Langkah Hukum Selanjutnya
Terkait masa depan hukum sang aktor, Titi menyebutkan bahwa Ammar masih dalam fase bimbang atau ‘pikir-pikir’ terhadap vonis tersebut. Meskipun kecil kemungkinan bagi Ammar untuk mengajukan banding, segala keputusan tetap dikembalikan kepada pribadi sang aktor. Titi juga mengklarifikasi isu mengenai pergantian pengacara, yang ia tegaskan murni merupakan pilihan Ammar tanpa campur tangan darinya.
“Semua mengikuti apa kata Ammar. Saya tidak pernah mengintervensi atau menyuruhnya berdrama. Apa pun yang terbaik bagi Ammar, kami akan dukung, asalkan ia mendapatkan keadilan yang sejati,” tutup Titi. Di balik jeruji penjara, perjuangan Ammar Zoni kini tak lagi hanya soal kebebasan fisik, melainkan juga perjuangan melawan stigma dan tekanan yang mengepungnya dari berbagai sisi.