Ikuti Kami
kabarmalam.com

Mediasi Buntu, Shindy Samuel Siap ‘Bertempur’ Rebut Hak Asuh Anak dari Rendy Samuel

Darman | kabarmalam.com
Rabu, 06 Mei 2026 22:34 WIB
Mediasi Buntu, Shindy Samuel Siap 'Bertempur' Rebut Hak Asuh Anak dari Rendy Samuel

Kabarmalam.com — Ruang sidang Pengadilan Agama Jakarta Selatan menjadi saksi bisu pecahnya kemelut rumah tangga pasangan Shindy Samuel dan Rendy Samuel. Pada Rabu (6/5/2026), keduanya hadir untuk menjalani sidang perdana yang beragendakan mediasi. Namun, harapan untuk mengakhiri perselisihan secara damai tampaknya masih jauh dari kata sepakat, terutama menyangkut masa depan buah hati mereka.

Sengketa Hak Asuh yang Belum Menemui Titik Terang

Meski kedua belah pihak menunjukkan iktikad baik dengan hadir secara langsung, proses cerai ini justru semakin memanas saat membahas poin krusial: hak asuh anak. Berdasarkan keterangan dari kuasa hukum Shindy, Ardik Putra Pratama, proses mediasi baru mencapai kesepakatan pada hal-hal kecil seperti sebagian nafkah iddah, namun menemui jalan buntu untuk urusan pengasuhan.

Baca Juga  Retaknya Mahligai Rumah Tangga Shindy Samuel: Ketika Pernikahan Tak Lagi Menjadi Ruang Ibadah

“Dari beberapa poin yang ada, baru sebagian yang disepakati, termasuk sebagian nafkah iddah. Tapi untuk hal lainnya, terutama hak asuh anak, kami masih akan berjuang di pengadilan,” ujar Ardik dengan nada tegas. Pihaknya bersikukuh bahwa berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI), anak yang belum berusia 12 tahun selayaknya berada di bawah pengasuhan ibu kandungnya.

Sorotan Terhadap Pola Asuh dan Metode Pendidikan

Di balik sengketa hukum ini, terungkap adanya luka batin yang dirasakan Shindy. Ia mengaku merasa sedih dan tidak sejalan dengan perbedaan pola asuh yang diterapkan oleh Rendy selama ini. Salah satu poin keberatan Shindy yang cukup mengejutkan adalah metode mendidik Rendy yang dinilainya kurang tepat dan cenderung represif.

Baca Juga  Badai di Balik Bisnis Skincare: Shindy Samuel Ungkap Alasan Mengejutkan Gugat Cerai Rendy Samuel

“Saya sebagai ibu tidak bisa menerima kalau anak saya dididik dengan cara dikurung. Beliau mungkin punya cara sendiri dan bersikeras itu benar, tapi saya punya pandangan yang sangat bertolak belakang,” ungkap Shindy dengan raut wajah penuh emosi. Perbedaan visi ini bukan sekadar soal disiplin harian, melainkan menyangkut kenyamanan mental dan perkembangan psikologis sang buah hati.

Komitmen Fasilitas dan Masa Depan Pendidikan

Tak hanya soal cara mendidik di rumah, persoalan rencana pendidikan pun menjadi titik perdebatan baru. Shindy menegaskan bahwa dirinya ingin memberikan fasilitas terbaik bagi sang anak, yang saat ini sudah merasa nyaman di sekolahnya sekarang. Mengingat kondisi sang anak yang sempat mengalami keterlambatan bicara (speech delay), Shindy menilai stabilitas lingkungan adalah prioritas utama.

Baca Juga  Lika-Liku Awal Pernikahan Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah: Dari Drama 'Minta Pulang' Hingga Kedewasaan

Melalui kuasa hukumnya, Shindy menyatakan siap menanggung seluruh biaya hidup dan pendidikan anak tanpa mengandalkan pihak lain. Sebagai sosok wanita mandiri, ia merasa memiliki kapabilitas finansial yang lebih dari cukup untuk menjamin masa depan anaknya. “Saya sanggup membiayai semuanya, termasuk sekolah yang mahal sekalipun. Karena selama ini memang saya yang bekerja keras untuk memenuhi itu semua,” pungkasnya di sela-sela jadwal sidang di Pengadilan Agama tersebut.

Tentang Penulis
Darman
Darman