Kisah Haru di Balik Kepergian Ayah Bunga Zainal: Menanti Seluruh Buah Hati Berkumpul Sebelum Berpulang
Rabu, 06 Mei 2026 16:34 WIB
Kabarmalam.com — Suasana duka mendalam menyelimuti TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, saat prosesi pemakaman Sapuri bin Husein, ayahanda dari aktris ternama Bunga Zainal, pada Rabu (6/5/2026). Di tengah isak tangis yang pecah di pusara, terungkap sebuah narasi menyentuh tentang keteguhan hati almarhum yang seolah-olah sengaja menunda waktu keberangkatannya demi menunggu kehadiran seluruh anggota keluarganya.
Bunga Zainal mengungkapkan bahwa sang ayah menunjukkan tanda-tanda luar biasa di detik-detik terakhir hidupnya. Seakan memiliki janji yang belum usai, almarhum baru benar-benar mengembuskan napas terakhir setelah memastikan semua anak-anaknya berada di sisinya. Meski sempat terikat dengan jadwal pekerjaan yang begitu padat, Bunga merasa sangat bersyukur karena takdir masih memberikan kesempatan baginya untuk mendampingi sang ayah di masa-masa paling kritis.
“Terakhir aku datang itu sekitar dua jam sebelum Papa meninggal. Aku masih punya kesempatan emas untuk mengobrol dan berada di dekat beliau,” tutur Bunga Zainal dengan suara yang bergetar menahan emosi.
Momen Intim dan Bisikan Terakhir
Pihak keluarga yang memahami betapa dekatnya hubungan emosional antara Bunga dan sang ayah, memberikan ruang privasi bagi pesinetron berusia 39 tahun tersebut. Di saat-saat terakhir itu, Bunga diberikan waktu khusus untuk berkomunikasi secara personal, membisikkan kata-kata perpisahan langsung ke telinga ayahnya.
“Mama dan kakak-kakakku memberikan space buat aku. Mama bahkan memintaku untuk terus membisikkan sesuatu ke telinga Papa, memberi tahu bahwa aku, anaknya, sudah datang di sana,” jelasnya lagi mengenai suasana di rumah duka sebelum kepergian sang ayah.
Absensi Terakhir di Depan Liang Lahad Kehidupan
Salah satu momen paling dramatis sekaligus mengharukan terjadi ketika ibunda Bunga Zainal mulai melakukan semacam ‘absen’ anggota keluarga. Sang ibu menyebutkan satu per satu nama anak-anak almarhum di hadapan suaminya yang kondisinya kian melemah. Tindakan ini dilakukan untuk memberikan ketenangan batin bagi almarhum bahwa tugasnya di dunia telah selesai dan semua buah hatinya telah berkumpul lengkap.
“Mungkin Mama yang paling mengerti apa yang Papa tunggu. Jadi Mama absen satu per satu, ‘Oh anaknya dari pertama sampai terakhir sudah ada, tidak ada yang tersisa, sudah kumpul semua’,” kenang Bunga menceritakan ketegaran sang ibu dalam mengawal keberpulangan pasangannya.
Seolah mendapatkan kepastian yang dinanti dan melihat keikhlasan dari seluruh keluarga besar, Sapuri bin Husein akhirnya berpulang dengan sangat tenang. Tidak ada gurat beban di wajahnya, hanya kedamaian yang terpancar di akhir hayatnya.
“Proses meninggalnya Papa itu indah sekali. Begitu disebut anak terakhir sudah kumpul dan kami semua menyatakan ikhlas, Papa langsung pergi dengan begitu tenang,” pungkas Bunga menutup cerita tentang perpisahan terakhirnya dengan sang ayah tercinta.