Pengakuan Pilu Hera, ART yang Laporkan Erin Wartia Trigina: Alami Trauma Berat dan Luka Fisik
Senin, 04 Mei 2026 16:04 WIB
Kabarmalam.com — Bayang-bayang ketakutan tampaknya masih menggelayuti benak Hera, seorang asisten rumah tangga (ART) yang kini tengah memperjuangkan keadilan atas apa yang menimpanya. Saat menyambangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menjalani agenda klarifikasi, gurat kegugupan tak mampu disembunyikan dari wajahnya. Ia hadir membawa cerita pilu mengenai dugaan kekerasan yang diduga dilakukan oleh sang majikan, Rien Wartia Trigina atau yang populer dikenal sebagai Erin.
Kondisi Fisik dan Psikis yang Mengkhawatirkan
Hera tidak hanya datang dengan membawa berkas laporan, tetapi juga membawa luka yang masih membekas. Di hadapan awak media, ia mengungkapkan bahwa dampak dari dugaan kasus penganiayaan tersebut masih sangat menyiksa kesehariannya. Rasa sakit di bagian kepala dan perih akibat luka fisik menjadi teman yang tak diundang setiap harinya.
“Kepala saya masih sering sakit dan pusing. Luka bekas cakaran itu juga masih terasa perih, rasanya butuh waktu untuk benar-benar pulih. Jujur, saya masih sangat trauma,” ungkap Hera dengan nada suara bergetar saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (4/5/2026).
Kronologi Dugaan Kekerasan di Rumah Mewah
Dugaan tindakan kekerasan ini disebut bermula dari masalah sepele terkait urusan pekerjaan rumah tangga yang dinilai kurang rapi. Namun, respons yang diterima Hera sungguh di luar dugaan. Ia mengaku mendapatkan serangan fisik yang tidak hanya menyakiti tubuhnya, tetapi juga harga dirinya sebagai seorang asisten rumah tangga.
Hera membeberkan bahwa dirinya sempat dipukul menggunakan gagang sapu lidi pada bagian kepala belakang. Tak berhenti di situ, ia juga mengklaim sempat ditendang oleh Erin hingga terjatuh di lantai. “Saya sampai terjengkal di depannya saat ditendang. Rasa pusing dan perih akibat cakaran itu masih saya rasakan sampai sekarang,” tambahnya menceritakan momen kelam tersebut.
Menanti Bukti Medis dan Langkah Hukum Selanjutnya
Natalius Bangun, selaku kuasa hukum Hera, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus mengawal proses hukum dan menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit. Bukti medis ini dianggap sebagai kunci utama untuk memperkuat laporan kliennya terkait adanya unsur kekerasan fisik.
“Kami sudah berkoordinasi dengan penyidik, namun hasil visum memang belum diserahkan oleh pihak rumah sakit. Ini sangat krusial untuk membuktikan apa yang dialami Hera selama bekerja di sana,” jelas Natalius. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau perkembangan laporan agar kliennya mendapatkan keadilan yang semestinya.
Tangkisan dan Laporan Balik dari Pihak Erin
Di sisi lain, Erin Wartia Trigina tidak tinggal diam menghadapi tudingan serius ini. Mantan istri Andre Taulany tersebut secara tegas membantah seluruh tuduhan penganiayaan yang diarahkan kepadanya. Melalui kuasa hukumnya, Erin mengklaim memiliki bukti rekaman CCTV yang menunjukkan bahwa dirinya tidak melakukan tindakan kekerasan seperti yang dituduhkan.
Sebagai bentuk pembelaan diri, Erin justru telah melaporkan balik Hera beserta pihak penyalur ART tersebut ke kepolisian. Ia menuduh pihak pelapor telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik yang merugikan reputasinya. Kini, publik menanti bagaimana kelanjutan drama hukum ini, di mana isu kesehatan mental dan perlindungan terhadap pekerja domestik kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.
Kasus yang mencuat sejak akhir April 2026 ini terus berkembang, seiring dengan proses laporan polisi yang berjalan di meja penyidik. Apakah bukti CCTV atau hasil visum yang akan berbicara lebih banyak? Kabarmalam.com akan terus memantau perkembangan kasus ini secara mendalam.